<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872</id><updated>2011-04-22T04:46:56.543+07:00</updated><category term='Ghozwul Fikr'/><category term='Islamul Yaum'/><category term='Kesalahan Umum'/><category term='Aqidah'/><category term='Fiqih'/><category term='Akhlak'/><category term='Video'/><category term='Jihad'/><category term='Ukhti Muslimah'/><category term='Renungan'/><category term='Fatwa-fatwa terkini'/><title type='text'>AL-IKHWAH</title><subtitle type='html'>Islamisasi kehidupan dengan Al-Qur'an dan Sunnah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-3034848959985601211</id><published>2008-11-18T16:01:00.003+07:00</published><updated>2008-11-21T15:55:27.869+07:00</updated><title type='text'>MARI KITA PEGANG ERAT ASPEK-ASPEK PEMBAWA KEMENANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Allah Subhanahuwata'ala itu mahakl dan tidak diberikan kepada kelompok tertentu, dengan ciri-ciri khusus. Kelompok ini langsung disiapkan, di bentuk, dan di-tarbiyah Allah sendiri, agar layak berkuasa di bumi dan berhak mengemban amanah penegakan Agama di seluruh dunia. Itulah Ath-Thaifah Al Manshhurah (Kelompok Pemenang), yang disinyalir Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam di hadist,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di antara umatku senantiasa ada orang-orang yang menang karena berpegang erat kepada kebenaran. Orang-orang yang menelantarkan mereka tidak dapat memberikan madzarat apa pun pada mereka. Hingga ketika hari Kiamat telah dekat, mereka tetap seperti itu.” (HR Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Generasi pemenang ini dalam perjalanannya menolong Islam tidak mengandalkan jumlahnnya yang banyak. Mereka selalu minoritas, tidak banyak. Orang-orang beriman di setiap zaman dan tempat menang atas musuh-musuh mereka, bukan dengan jumlah besar dan senjata mereka. Tapi, menang dengan agama ini, di mana Allah memuliakan mereka dengannya. Ini seperti di katakan Abdullah bin Rawahah Radiallahuanhu di perang Mut’ah, ”kita tidak memerangi musuh dengna senjata, kekuatan, dan pasukan besar. Kita memerangi mereka dengan agama ini, di mana Allah memuliakan kita dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mempelajari seluruh perang kaum Muslimin melawan musuh-musuh mereka, Anda lihat jumlah tentara dan senjata mereka tidak lebih banyak dari jumlah tentara dan senjata musuh-musuh mereka. Sungguh benar Abu Bakar Radiallahuanhu, yang kirim surat kepada panglimanya, Amr bin Al-Ash Radiallahuanhu, ”Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu. Amma ba’du. Di suratmu, engkau menyebutkan jumlah besar pasukan Romawi. Sesungguhnya Allah tidak menolong kami bersama Nabi-Nya dengan banyaknya tentara dan senjata. Suatu ketika, kita berperang bersama Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam, dan kita hanya punya dua kuda serta kita bergantian naik unta. Di perang Uhud, kita hanya punta saru kuda yang dinaiki Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam. Beliau membantu siapa saja di antara kami yag tertinggal. Ketahuilah, orang paling taat kepada Allah ialah orang yang paling benci kemaksiatan. Taatlah kepada Allah dan perintahkan anak buahmu taat kepada-Nya (Diriwayatkan Ath-Thayalisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan-ketentuan Allah Subhanahuwata'ala itu tidak dikhususkan kepada sembarang orang. Kemenangan dan kekalahan punya sebab-sebab tertentu. Siapa dikehendaki Allah Subhanahuwata'ala punya sebab-sebab pembawa kemenangan, ia ditolong Allah Subhanahuwata'ala. Dan, siapa tidak dikehendaki-Nya punya sebab-sebab pembawa kemwnanganm maka silakan menyalahkan diri sendiri. Allah Subhanahuwata'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا (١٢٣)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[353] Mu di sini ada yang mengartikan dengan kaum muslimin dan ada pula yang mengartikan kaum musyrikin. Maksudnya ialah pahala di akhirat bukanlah menuruti angan-angan dan cita-cita mereka, tetapi sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika gerakan dakwah ingain menang atas musuh-musuhnya, maka gerakan tersebut harus menyiapkan sebab-sebab kemenangan, sebagaimana dulu dilakukan generasi sahabat dan generasi tabi’in. Kita perlu mengkajinya secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sirah diriwayatkan bahwa musuh mana pun tidak sanggup bertahan lama menghadapi sahabat-sahabat Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam. Hingga Hireklius sekalipun. Ketika ia beada di Anthakiyah dan pasukan Romawi datang dalam keadaan kalah, ia berkata kepada mereka, ”Celaka kalian. Jelaskan kepadaku tentang orang-orang yang berperang melawan kalian. Bukankah mereka manusia seperti kalian juga?” Pasukan Romawi menjawab, ”Betul.” Hireklius berkata, ”Siapa yang lebiyh banyak pasukannya; kalian atau mereka?” Pasukan Romawi menjawab, ”Kami lebih banyak pasukannya beberapa kali lipat di semua tempat. ”Hireklius berkata, ”Kalau begitu, kenapa kalian kalah?” Salah seorang tokoh Romawi berkata, ”Karena mereka melakukan qiyamul lail, berpuasa di siang hari, menepati janji, memrintahkan hal-hal baik, melarang hal-hal munkar, dan adil sesama mereka. Sedang kita minum minuman keras, berzina, menaiki kendaraan haram, ingkar janji, merampok, mendzalimi orang, memerintahkan hall-hal haram, melarang hal-hal yang diridhai Allah, dan membuat kerusakan di bumi.” Hireklius berkata kepada tokoh itu, ”Anda berkata benar kepadaku.” (Diriwayatkan Ahmad bin Marwan Al-Maliki dan Ibnu Asakir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecerdasannya, tokoh Romawi itu meringkas sebab-sebab pembawa kemenangan dan sebab-sebab pembawa kekalahan. Ia helaskan bahwa pasukan Islam punya seluruh sebab pembawa kemenangan, sedang pasukan Romawi punya semua sebab pembawa kekalahan. Alllah Subhanahuwata'ala pun menolong siap yang berhak ditolong dan menelantarkan siapa yang berhak ditelantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab pembawa kemeangann dan kekalahan juga dijelaskan salah seorang intel Romawi yang dikirim Al-Qibqilar untuk menyelidiki kondisi kaum Muslimin. Itu terjadi setelah kedatangna Al-Qibqilar untuk menaklukkan negeri-negeri syam. Usai menjalankan tugasnya menyelidiki kondisi kaum Muslimin, intel itu enjelaskan kepada Al-Qibqilar tentang kondisi kaum Muslimin, ”Mereka biarawan-biarawan di malam hari dan pendekar-pendekar ulung di siang hari. Jika anak raja mereka mencuri maka mereka memotong tangannya dan jika ia berzina maka ia dirajam, untuk menegakkan kebenaran pada mereka. ”Al-Qibqilar berkata kepada intelnya itu, ”jikalaporanmu ini benar, maka perut bumi lebih baik bagiku dai pada berhadapan dengan mereka di atas permukaan bumi. Aku berharap Allah tidak mempertemukan aku dengan mereka, tidak menolongku dalam menghadapi mereka, dan tidak menolong mereka dalam menghadapi kami.” (Diriwayatkan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab pembawa kemenangan dan kekalahan juga dijelaskan salah seorang sahabat Thulaihah Al-Asadi. Ketika Thulaihah Al-Asadi melihat kekalahan sahabat-sahabatnya dimedan perang, ia berkata, ”Celaka kalian. Kenapa kalian kalah?” salah seorang sahabatnya berkata ”aku jalaskan kepadamu kenapa kita kalah., setiap orang dari kita ingin sahabatnya mati lebih dulu. Lalu, kami bertemu orang-orang, dimana mereka semua ingin lebih dulu mati sebelum yang lain.” (Diriwayatkan Al-Walid bin Muslim dan Ibnu Asakir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab pembawa kemenagnan dan kekalahan juga dielaskan slah seorang intel Betrix Damaskus setelah kedatangan pasukan kaum Muslimin di salah satu wilayah Yordania. Intel itu berkata kepada Betrix Damaskus, ”Aku baru saja datang dari orang –orang yang lembut. Mereka mengendarai kuda-kuda bagus. Pada malam hari, mereka biarawan-biarawan. Dan pada siang hari mereka pendekar-pendekar hebat. Jika anda bicara dengan teman anda, perkataan anda tidak dapat dipahami teman anda, karena suara mereka membaca Al-Qur’an dan dzikir begitu keras.” Betrix Damaskus menoleh kepada para pengikutnya, lalu berkata kepada mereka, ”Sesuatu dari kaum muslimin telah datang kepada kalian dan kalian tidak mungkin sanggup menghadapinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu kaum Muslimin mengoleksi kemenangan demi kemenangan. Anda juga tahu sebab-sebab pembawa kemengangan jika anda tahu kondisi setiap tentara mereka. Ibnu Jarir berkata di Tarikh-Nya, ”Ketika kaum Muslimin tiba di Al-Madain dan mengumpulkan rampasan perang, seseorang datang dengan membawa bejana, lalu memberikannnya kepada penjaga rampasan perang. Teman-teman orang itu berkata, ”kita tidak pernah melihat pemandangan seperti ini, ini tidak ada tandingannya di tempat kami.” Kaum Muslimin berkata kepada orang itu,”Apakah engkau pernah mengambil salah satu rampasan perang ini?” orang itu menjawab, ”Tidak, demi Allah. Kalau aku sudah mengambilnya, kenapa aku sekarang datang kepada kalian.” kaum Musliimin melihat ada hal istimewa pada orang itu. Mereka berkata, ”Siapa Anda?” Oran gitu menjawab, ”Demi Allah, aku tidak akan menjelaskan siapa diriku kepada kalian untuk kalian puji dan disanjung oran g-orang selain kalian. Aku memuji Allah dan ridha dengan pahala-Nya.” kaum Muslimin menyuruh seseorang membuntuti orang itu, hingga tiba di tempat sahabat-sahabatnya. Utusan kaum Muslimin bertanya tentang siapa sebenarnya orang itu, lalu ia mendapat informasi bahwa oran gitu adalah Amir bin Abdu Qais.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir juga menyebutkan, ”Ketika pedang Kisra, ikat pinggang, dan perhiasannya diserahkan kepada Umar bin Khaththab Radiallahuanhu, maka ia brekata, ”Sungguh, orang-orang yang membawa ini adalah orang-orang jujur.” Ali bin Abu Thalib Radiallahuanhu berkata, ”Engkau tidak minta-minta, karena itu, rakyatmu juga tidak minta-minta.” (Diriwayakan Ibnu Jarir).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-3034848959985601211?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/3034848959985601211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/11/mari-kita-pegang-erat-aspek-aspek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3034848959985601211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3034848959985601211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/11/mari-kita-pegang-erat-aspek-aspek.html' title='MARI KITA PEGANG ERAT ASPEK-ASPEK PEMBAWA KEMENANGAN'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-9182084673501059018</id><published>2008-10-24T16:21:00.001+07:00</published><updated>2008-10-24T16:28:28.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Inilah Aku “SEORANG MUSLIM”</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak merasa bangga, wahai para pemuda dan orang tua, mengapa kita tidak merasa bangga dengan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.... ada ditengah-tangah kita, atau mungkin kita sendiri yang tidak ingin masuk lebih dalam pada agama. Kita hanya ingian Islam yang biasa-biasa saja. Sedangkan dakwah dan Istiqamah adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuss…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin musim semi berhembus di tengah kota Damaskus. Kota yang biasanya ramai dijejali para penduduk yang hilir-mudik dan anak-anak yang berlarian di tepi sungai, ketika itu sepi, dingin. Suara angin itu pun tak terkalahkan lagi oleh pedang-pedang yang beradu atau pekikan takbir yang beberapa saat lalu masih terdengar menyayat telinga.... peperangan baru saja usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, terlihat beberapa utusan keluar dari gerbang kota Damasus membawa bendera putih, menuju perkemahan pasukan Islam. Utusan itu diterima oleh panglima besar Abu Ubaidah. Utasan tersebut membawa beberapa syarat untuk penyerahan kota suci secara damai. Diantaranya adalah kota suci Jerussalem, kota tersebut hanya akan diserahkan kepada penguasa tertinggi pihak Islam, yaitu Umar bin Khattab radiallahuanhu yang kala itu menjabat sebagai khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar pun pada akhirnya berangkat ke sana untuk mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis. Nun jauh di sana, orang-orang Nashara mendenganr akan kedatangan umar yang namanya telah mengguncang dunia, yang jika nama Umar disebut di majlis Kisra dan Kaisar, maka kedua raja ini hampir pingsan mendengarnya, karena takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang tidur di pelepah kurma, tetapi para taghut yang berada diatas singgasana ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang hanya makan gandum, tetapi para bangsawan yang memiliki emas dan perak gemetar jika melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang jiaka berjalan disuatu jalan, maka syetan akan memilih jalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang sudah dikenal dikalangan muslimin Melayu, India, Iraq, Sudan, Andalus, dan akan dikenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang Nashara mendengar Umar akan datang untuk mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis, mereka keluat dengan jumlah yang sangat besar. Para wanita kelar di atap-atap rumah, anak-anak kelar di berbagai jalan dan ganag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pasukan kaum muslimin yan gdipimpim oleh tiga panglima, mereka keluar dama konvoiu pasukan yang belum pernah didengar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengawal yang mengiringi Umar yang akan mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada iring-iringan yang mengawal! Orang-orang mengira beliau akan datang dengan para pembesar shahabat, para pembesar Anshar dan Muhhajirin dari para ulama dan orang-orang shalehnya, tetapi beliau datang hanya dengan mengendarai saru unta dan ditemani seorang pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Umar yang menuntun unta dan pembantunya nik dan kadang Umar yang anik unta dan pembantunya yang menuntun!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendekati Baitul Maqdis, para pejabat muslimin bertanya-tanya: “Siapa itu? Ohh...Mungkin salah seorang tentara yang memberi tahu kedatangan Amirul Mukminin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tentara itu mendekat, ternyata orang tersebut adalah Umar bin Khaththab Radiallahuanhu! Ketika beliau sampai di Baitul Maqdis, tiba giliran beliau menuntun unta dan pembantunya yang berada di atas unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr bin Ash radiallahuanhu mengatakan: “Wahai Amirul Mukminin, orang-orang menanti kehadiran anda, penghuni dunia keluar untuk menyambut kehadiran anda dan orang-orang mendengar tetang anda tetapi anda datang dengan penampilan seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar mengatakan perkataannya yan gsangat terkenal, yang tetap diingat sepanjang masa: “Kita adalah umat yang telah Allah Subhanahuwata’ala berikan kemuliaaan dengan Islam, maka bagaimanapun juga jika kita mencari kejayaan dengan yang lain, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku.... sesungguhnya kita. Seperti halnya Umar Radiallahuanhu membangun peradaban dari nol dengan satu modal, Laa ilaaha ilallah. Itu pula yan gpernah Rasulullah Sallallahu’alaihi wassalam katakan kepada para punggawa Quraisy, “Ambilah, Laa ilaaha illallah, niscaya kalian akan menguasai dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir itu jelas tertawa mendengar apa yang Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam katakan. Hanya dengan satu kalimat bagaimana bisa menguasai dunia:itu hanyalan modal 2 kata yang tidak secuil pun sebanding dengan jutaan pasukan milik Roamwi ataupun bangsa Persi. Begitu kira-kira pikiran sempit mereka. Tetapi tidak....., tidak seperti Umar Radiallahuanhu yang begitu kokoh dan kuat memegang janji Rasul Salallahu'alaihi wassalam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Umar bin Khaththab Radiallahuanhu keluar dengan 30.000 orang yang bertauhid. Setiap orang yang bertauhid sama dengan 3 juta tentara dunia sekarang. Mereka keluar untuk berperang melawan Persia, berperang untuk melawan Kisra yang kafir dan sesat. Ketika mereka tida di Qadisiyah, Kisra ingin melakukan perundinagn dengan Umar karena mereka takut mati. Maka ia mengutus Hurmuzan –salah seorang mentrinya- untuk mendatangi Madinah Nabawiyah kota Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam utnuk duduk bersama Umar Al Faruq di meja perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan tersebut keluar dengna rombongan yang besar untuk menemuai Umar dengan hati yang hampir robek karena takut... Mengapa? Karena dia ragu-ragu. Bagaimana ia akan bicara dengan Umar bin Khaththab? Apakah ia akan berbicara secara langsung atau melalui perantara? Apakah ia akan duduk bersama diatas tanah? Apakah ia dapat melihat Umar secara langsung tanpa alat dan pengeras suara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia memakai perhiasan, sutra, emas dan perak. Ia menembus jalan dari Iraq menuju Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia masuk Madinah, ia bertanya: “Dimana istana Khalifah Umar?” para shahabat mengatakan: “Umar tidak punya istana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya: “Bagaimana ia memimpin kalian?” mereka berkata: “Beliau memimpin kami di atas tanah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya: “di mana rumahnya? apakah rumahnya memiliki keistimewaan?” mereka menjawab: “Rumahnya seperti rumah kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata: “Tolong tunjukan pada saya rumahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berangkat dan berjalan di gang-gang sempit kota Madinah, sampai mereka sampai di sebuah rumah yang kecil miskin yang hanya dibangun dari tanah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya: “Apakah ini rumahnya?” mereka mengatakan: “Ya” Ia bertambah takut dan gemetar, ia bertanya: “Apakah ini rumahnya?” mereka mengatakan: “Kita akan tanya keluarganya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka mengetuk pintu rumah. Putranya keluar, mereka bertanaya: “Apakah Amirul Mukminin ada di rumah?” beliau manjawab: “Beliau sedang tidak ada di Rumah, silahkan anda cari di Masjid”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor, istanan dan tempat duduknya di mashid. Utusan ini segera beangkat ke mashid., Anak-anak berjalan di belakang utusan. Beberapa wanita melihat dari atap rumah dan adari balik pintu, utuk melihat orang yang datang dengan sutra dan emas yang bersinar karena pantulan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan tersebut mencari Umar. Mereka pergi dan memasukan mashid, mengamati orang-orang yang tidur -karena beliau tidur di masjid- maka mereka tidak menemukan. Mereka mengatakan: “Kita cari di tempat lain”. Maka mereka mencari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendatangi sebuah pohon di lura kota Madinah, ternyata beliau berada di situ. Beliau tertidur di bawah pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Persia ini tercengang dan semakin takut. Mereka membangunkan Umar. Ketika beliau bangun, beliau bertanya: “Siapa ini?” Mereka mengatakan: “Ini adalah Hurmuzan dan rombongannya, datang untuk berunding dengan anda wahai Amirul Mukminin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Persia tersebut berkata: “Anda telah berhukum dengan adil sehingga anda mereasa aman dan bisa tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita adalah umat yang telah Allah Subhana huwata'ala berikan kemuliaan dengan Islam, maka jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, Allah Subhana huwata'ala akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita mencari kejayaan dengan pakaian dan penampilan, bukan dengan agama, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita merasa bangga dengan rumah dan istana, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita merasa bangga dengan berbagai kendaraan, kekayaan dan makananm maka Allah akan memberikan kehindaan kepada kita. Karena kita adalah umat yang telah Allah berikan kejayaan dengan Islam, maka kalau kita mencari kemuliaaan dengan selain Islam, Allah akan amembarikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak merasa bangga, wahai para pemuda dan orang tua, mengapa kita tidak merasa bangga dengan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.... ada ditengah-tangah kita, atau mungkin kita sendiri yang tidak ingin masuk lebih dalam pada agama. Kita hanya ingian Islam yang biasa-biasa saja. Sedangkan dakwah dan Istiqamah adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setan bersama zionisme internasional telah menghembuskan ke dalam dada-dada kaum muslimin, termasuk para da’i dengan istilah fundamentalis, teroris, dan berbagai istilah menakutkan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudutan dan tekanan seperti ini melanda, kebanyakan deantara kita berteriak, “Muslim itu bukan teroris!” dalam struktur kalimat tauhid, ini baru An-Nafyu (Penolakan) belum Al-Itsbaat (Penetapan). Pernyataan seharusnya tak berhenti di situ. Ya, kalau bukan teroris, lalu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak samar jawabannya, maka perhatikanlah baik-baik firman Allah Subhana huwata'ala berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada (Jalan) Allah, beramal shalih dan mengatakan, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim!” (QS. Fushilat: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemilangan sejarah seorang muslim terukir bukan hanya pasca risalah Muhammad Salallahu'alaihi wassalam. Muslim adalah gelar agung yang sejak semula disandang para guru peadaban cahaya. Termasuk Ibrahim ‘alaihissalam. Dialah muslim yang haniff (Lurus). Muslim yan gtelah memenggal berhala dengan kapak kecerdasan serta meruntuhkan argumentasi paganisme, membungkam Namrud tuhan palsu, dna dengan cantik melukiskan sesatnya menyembah benda-benda antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“....Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kelaina dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama oran gtua kalian Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kalian sekalian orang-orang musilm dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menajdi saksi atas diri kalian dan supaya kalian asemua menjadi saksi atas segenap manusia.” (QS. Al-Hajj: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah muslim, predikat sepanjang masa yang tak akan kita lepaskan sampai maut menjemput. Muslim, sebuah panggilan indah dari pepohonan dan bebatuan yang akan berbicara di akhir zaman tentang Yahudi, musuh kebenaran yang bersembunyi di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah menjadi muslim, muslim yang bangga dengan keislamannya. Pra hawari pengikut ’Isa pun memberi contoh, bahwa mereka bangga dengan keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”....Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim.” (QS. Ali Imran: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hawari murin ’Isa ’alaihissalam telah tiada. Sementara yang mengaku menjadi Ahli Kitab pewaris mereka telah berpaling dari Laa Ilaaha Illallah. Saudaraku, kini giliran kita. Kita muslim sejati, yang selalu mengajak semua manusia kembali pada kebenaran fitrah, tapi kalau mereka berpaling, cukup katakan dengan bangga dan penuh kemulaiaan bahwa kita adalah muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Katakanlah: ”Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kaimat (Ketetapan) yang tiada ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim.” (QS. Ali Imron: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apapun gunung menjulang, seberat apapun ujian menghadang, muslim sejati takkan pernah ragu untuk berkata, ”Saksikanlah bahwa aku seorang muslim!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-9182084673501059018?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/9182084673501059018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/inilah-aku-seorang-muslim.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/9182084673501059018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/9182084673501059018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/inilah-aku-seorang-muslim.html' title='Inilah Aku “SEORANG MUSLIM”'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-4397188462691573566</id><published>2008-10-17T15:36:00.003+07:00</published><updated>2008-10-24T16:46:48.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ghozwul Fikr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>Siapakah yang Namanya Terorist</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.toppun.com/Cool_Free_Stuff/Free_for_All/Free_Anti-Bush_Stuff/Free_Downloabable_Anti-Bush_Computer_Wallpaper/Free_Computer_Wallpaper_Anti-Bush_There_is_a_Terrorist_Behind_Every_Bush_1024X768.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.toppun.com/Cool_Free_Stuff/Free_for_All/Free_Anti-Bush_Stuff/Free_Downloabable_Anti-Bush_Computer_Wallpaper/Free_Computer_Wallpaper_Anti-Bush_There_is_a_Terrorist_Behind_Every_Bush_1024X768.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang saya (Duke) akan membuat sebuah pernyataan dimana dapat membuat Anda shock mendalam. Apabila Anda setuju bahwa mereka yang melakukan &lt;br /&gt;tindak terorisme terhadap Amerika harus dihukum, maka Amerika harus menempatkan Israel di posisi teratas dari daftar target itu karena &lt;br /&gt;pada artikel ini saya akan membuktikan Israel telah melakukan tindakan terorisme dan subversi secara sadar atas rakyat Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernyataan ini dibuat oleh seorang Amerika (Presiden Nasional European-American Unity and Rights Organization (EURO)) pada 21 November 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Terorisme Israel dan Subversi Amerika Menyebabkan Serangan 11 September&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Osama bin Laden adalah pelaku di balik serangan yang menyebabkan kematian ribuan warga Amerika pada 11 September, &lt;br /&gt;maka saya seperti sebagian besar warga Amerika menghendakinya menjalani hukuman mati atas kejahatan yang dilakukannya. &lt;br /&gt;Tidak satupun orang atau bangsa yang melakukan kegiatan terorisme atas negara Amerika akan terhindari dari tindakan penghukuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sekarang saya akan membuat sebuah pernyataan dimana dapat membuat Anda shock mendalam. &lt;br /&gt;Apabila Anda setuju bahwa mereka yang melakukan tindak terorisme terhadap Amerika harus dihukum, &lt;br /&gt;maka Amerika harus menempatkan Israel di posisi teratas dari daftar target itu karena pada artikel ini saya akan membuktikan Israel &lt;br /&gt;telah melakukan tindakan terorisme dan subversi secara sadar atas rakyat Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan terorisme dan subversi Israel terhadap Amerika tidak hanya berlangsung tanpa penghukuman tetapi juga dipuji oleh para &lt;br /&gt;politisi yang telah mengkhianati bangsa Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mengungkapkan data dan informasi bahwa Israel telah melakukan kegiatan terorisme jauh lebih terus menerus pada &lt;br /&gt;setengah abad terakhir daripada bangsa-bangsa lainnya di atas bumi ini. Kemudian, saya akan mengungkapkan tindakan terorisme &lt;br /&gt;dan suberversi Israel terhadap Amerika Serikat. Pada akhirnya saya akan membuka fakta yang membuat shock dimana membuktikan &lt;br /&gt;Israal secara sengaja berupaya menimbulkan kematian kepada warga Amerika pada tanggal 11 September 2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Amerika Diserang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun akan berbeda pendapat bahwa apapun motivasinya, bila bin Laden berada di balik horor serangan WTC, &lt;br /&gt;maka dia pantas dihukum untuk pembunuhan begitu banyak warga sipil. Pada waktu bersamaan, kita begitu tahu mengapa bin Laden &lt;br /&gt;dan jutaan orang lainnya di seluruh dunia begitu membenci Amerika. Mengapa begitu banyak orang yang ingin mengambil resiko atau &lt;br /&gt;bahkan mengorbankan jiwanya untuk menyerang kita? Saya sangat berharap tidak satupun akan membaca fenomena ini begitu naïf dengan &lt;br /&gt;meyakini tumbuhnya jutaan orang yang membenci Amerika karena kita adalah "masyarakat bebas". Berbagai bentuk rumor harus merupakan &lt;br /&gt;pengertian yang paling jelek yang dijual kepada rakyat Amerika sejak demam musik melanda Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengakhiri ancaman terorisme terhadap rakyat Amerika, maka kita harus mengetahui alasan yang sebenarnya mengapa kita begitu &lt;br /&gt;dibenci. Teknologi modern membuat pembunuhan massal dan tindakan terorisme begitu mudah dilakukan sehingga setiap orang dapat melakukannya.&lt;br /&gt;Hal ini tidak dapat dihentikan dengan kekuatan militer. Bahkan dengan kekuatan yang dahsyat yang kita gunakan di Afghanistan dengan tujuan &lt;br /&gt;untuk menumpas teror – sudah menunjukkan tanda-tanda berkobarnya kebencian di seluruh dunia terhadap Amerika untuk membangkitkan seribu &lt;br /&gt;anggota teroris baru untuk setiap satu teroris yang kita dapat bunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga bertanya seberapa besar rasio pembunuhan di Afghanistan itu. Apakah satu anggota dari jaringan al-Qaida dibunuh untuk &lt;br /&gt;setiap 10 tentara dan warga sipil Afghanistan yang berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka seperti kita. &lt;br /&gt;Atau apakah 1 orang teroris untuk 100 orang Afghanistan. Saya curiga angka riil bahkan lebih besar, seperti 100 kematian non-teroris &lt;br /&gt;untuk nyawa 1 teroris sebenarnya yang bahkan dapat mengusik eksistensi Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya kita seharusnya mempunyai cukup keberanian untuk mempertimbangkan berbagai alasan yang mungkin mengapa begitu banyak orang &lt;br /&gt;membenci kita. Hanya bila kita punya seluruh fakta yang ada, kenyataan ini agaknya lebih dari pernyataan klise seperti “Mereka sedang &lt;br /&gt;menyerang kebebasan,” maka kita dapat memutuskan cara terbaik yang kita dapat lakukan untuk melindungi rakyat Amerika di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagaimana kita mendefinisikan suatu “serangan atas kebebasan Amerika?” Saya dapat katakan "serangan yang sebenarnya &lt;br /&gt;atas kebebasan” adalah meruntuhkan Bill of Rights dan Konstitusi Amerika Serikat. Ten Amendments adalah inti kebebasan Amerika sebenarnya. &lt;br /&gt;George Bush dan Kongres Amerika Serikat dengan corong baru Amerika UU Patriot Act, secara tidak terbatas telah mencabut kebebasan &lt;br /&gt;Konstitusi daripada yang dapat lakukan oleh bin Laden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Riil Kita Mengalami Tindakan Terorisme &lt;br /&gt;Alasan riil kita mengalami tindakan terorisme dengan serangan atas WTC sangatlah sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak politisi Amerika telah mengkhianati rakyat Amerika dengan sepenuh hati mendukung bangsa teroris utama di permukaan bumi ini:&lt;br /&gt;Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa dan pemerintah Amerika tidak dapat kedua-duanya. Apabila mereka termotivasi untuk menyerang Afghanistan karena memberikan &lt;br /&gt;bantuan dan wilayah bagi para teroris, maka sebagian rakyat Palestina sebenarnya mempunyai motivasi yang sama untuk menyerang Amerika &lt;br /&gt;karena memberikan bantuan dan bahkan dukungan militer atas Israel, sebuah bangsa yang telah melakukan tindakan terorisme yang terus &lt;br /&gt;menerus atas mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengkhianat bangsa Amerika Serikat telah memungkinkan sebuah bangsa asing teroris mengontrol Pemerintahan Amerika Serikat. &lt;br /&gt;Sebagian pembaca mungkin menganggap suatu yang tidak masuk akal saya menyatakan sebuah bangsa asing mengontrol bangsa Amerika. Tetapi, &lt;br /&gt;dengan mempertimbangkan fakta yang ada mantan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat, William Fulbright, &lt;br /&gt;berkata tentang hal ini dengan tepat. Dia menegaskan di program televisi nasional ABC, Face the Nation bahwa “Israel Mengontrol Senat &lt;br /&gt;Amerika Serikat.”(1) Dan, Senator Fulbright bukanlah boneka dimana namanya diabadikan dalam program beasiswa “Fulbright” bagi para &lt;br /&gt;mahasiswa yang berotak brilian. Tidak hanya Senator Fulbright membuat tuduhan seperti ini, tetapi juga mantan Kepala Staf Gabungan &lt;br /&gt;Amerika Serikat, George Brown dan tokoh-tokoh lainnya menyatakan pada dasarnya hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat katakan kita tidak mungkin percaya melihat Kongres begitu mendukung sebuah program Israel seperti ini. Dan mereka berkata &lt;br /&gt;jangan kuatir dengan Kongres. Kita akan urus Kongres ini. Kongres ini sosok dari negara lain. Tetapi mereka dapat melakukan hal ini. &lt;br /&gt;Mereka memiliki, seperti Anda ketahui, bank-bank di negara ini, surat kabar. Coba lihat dimana uang bangsa Yahudi itu. — &lt;br /&gt;(2) (Jenderal George S. Brown, mantan Kepala Staf Gabungan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, Jenderal Brown agaknya meremehkan kontrol Yahudi atas media massa Amerika. Yang benar mereka mengontrol surat &lt;br /&gt;kabar yang paling berpengaruh di Amerika Serikat: The New York Times, the Washington Post dan the Wall Street Journal. &lt;br /&gt;Mereka juga memiliki tiga majalah berita utama Time, Newsweek dan U.S. News and World Report. Tetapi, bahkan lebih penting lagi, &lt;br /&gt;mereka secara keseluruhan mendominasi media televisi dan penyiaran Amerika, dua konglomerat terbesar - Time-Warner dan Disney, &lt;br /&gt;dan dominasi Yahudi mencakup jaringan eksekutif berita di tiga jaringan utama: ABC, CBS dan NBC. Kontrol media oleh partisan &lt;br /&gt;pro-Israel adalah subjek lain; tetapi apabila akan melihat data yang lebih lengkap, harap lihat situs saya www.davidduke.com dan &lt;br /&gt;lihat bab dari My Awakening dengan judul “Who Runs the Media.” Sikap media massa pro-Israel yang sangat berat sebelah adalah mengapa &lt;br /&gt;sebagian besar rakyat Amerika begitu mengabaikan catatan tindakan teroris Israel. Yang harus dilakukan oleh artikel ini adalah menusukkan &lt;br /&gt;peniti di balon propaganda Israel karena hal ini akan tepat menghantam jatuh balon kebohongan di sekitar propaganda Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memperlihatkan kepada Anda bukti bahwa selama 50 tahun terakhir Israel telah melakukan lebih banyak tindak terorisme &lt;br /&gt;pembunuhan daripada bangsa-bangsa lainnya di atas permukaan dunia ini; dan dengan mendukung perilaku kriminal Israel, &lt;br /&gt;Amerika sekarang ini menanggung kebencian fanatik ratusan juta orang di seluruh permukaan bumi ini. Dukungan atas terorisme Israel &lt;br /&gt;secara langsung mengarah kepada tindakan terorisme yang sekarang ini terjadi terhadap bangsa Amerika Serikat. Sebagian besar &lt;br /&gt;rakyat Amerika bahkan tidak menyadari besar dan luas tindakan terorisme Israel karena kontrol media massa Yahudi yang disebutkan &lt;br /&gt;oleh Jenderal Brown. Sebuah contoh kekuatan media massa Yahudi itu adalah kemampuan untuk membuat propaganda Kebohongan Besar &lt;br /&gt;(Big Lie) bahwa serangan atas WTC sama sekali tidak berkaitan dengan Israel; para penyerang kamikaze dan rakyat Amerika yang &lt;br /&gt;diserang karena bangsa Amerika adalah “bangsa yang memperjuangkan kebebasan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariel Sharon dicari untuk diadili oleh Hague Tribunal, badan yang sama ini berhasil mengekstradisi mantan Presiden Yugoslavia &lt;br /&gt;Slobodan Milosevic atas tuduhan berbagai kejahatan kemanusiaan di Kosovo. Sharon tidak akan pergi ke Belgia karena takut ditangkap &lt;br /&gt;oleh International Court for the massacre. (5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan Besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa Amerika yang didominasi Yahudi dan para politisi yang dikontrol Israel tidak menghendaki bangsa Amerika untuk sepenuhnya &lt;br /&gt;menyadari harga yang begitu mahal yang harus dibayar oleh bangsas Amerika karena dukungan membabi buta kepada Israel. Setelah serangan &lt;br /&gt;pada 11 September 2001, bahkan Presiden Bush berulang-ulang menyatakan kebohongan yang absurd ini dengan menuduh serangan WTC itu karena &lt;br /&gt;mereka membenci fakta bahwa bangsa Amerika adalah bangsa yang memperjuangkan kebebasan. Apabila, seperti yang media katakan, &lt;br /&gt;bin Laden berada di balik tindakan terorisme ini, maka mereka tahu serangan ini terjadi bukan karena dia membenci kebebasan. &lt;br /&gt;Hanya tiga tahun lalu, televisi ABC dan PBS Frontline mewawancarai bin Laden selama masa pemerintahan Clinton. Bin Laden dengan &lt;br /&gt;tegas menyatakan mengapa dia menentang Amerika: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (bangsa Amerika) menyerahkan dirinya kepada belas kasihan sebuah pemerintahan yang tidak loyal . . . Israel berada di dalam &lt;br /&gt;tubuh bangsa Amerika. Dengan mengambil kursi berbagai kementerian yang sensitif, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian &lt;br /&gt;Pertahanan dan CIA, Anda dapat lihat bahwa bangsa Yahudi mempunyai kekuatan kontrol yang kuat atas bangsa ini. Mereka mempergunakan &lt;br /&gt;Amerika untuk melanjutkan rencana-rencana mereka di atas dunia ini …” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari setengah abad, umat Muslim di Palestina telah (oleh bangsa Yahudi) dibantai, diserang dan dirampok kehormatan dan &lt;br /&gt;harta bendanya. Rumah-rumah mereka telah diledakkan, hasil pertanian mereka dihancurkan . . . Inilah pesan saya kepada bangsa Amerika: &lt;br /&gt;mencari sebuah pemerintah yang serius dimana menyikapi dengan hati-hati kepentingan bangsa ini dan tidak menyerang tanah air atau &lt;br /&gt;kehormatan rakyat bangsa lainnya …”(3)) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dengan tuduhan kejahatan atas dirinya, bin Laden dalam seluruh hidupnya tidak pernah mengucapkan kata menentang Demokrasi! &lt;br /&gt;Media massa Yahudi menciptakan kebohongan tentang penyerangan atas Demokrasi untuk menyembunyikan kebenaran riil; bahwa bangsa Amerika &lt;br /&gt;sedang diserang sebagai balasan atas dukungan pemerintah Amerika atas berbagai kebijakan teroris Israel di Timur Tengah. &lt;br /&gt;Kebulatan suara media massa dalam mempropagandakan kebohongan besar ini tanpa perlawanan seharusnya membuat setiap orang yang berpikir &lt;br /&gt;curiga bahwa bangsa Amerika tidak mendpatkan seluruh kebenaran dari media massa yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita akan membahas tindakan terorisme Israel atas bangsa Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel: Pelaku Pembunuhan Massal sebagai Kepala Negara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Israel, Ariel Sharon, adalah salah seorang teroris berdarah dingin di dunia ini. Dia bertanggungjawab atas pembantaian berdarah &lt;br /&gt;dingin atas 1500 pria, wanita dan anak-anak di kamp-kamp pengungsi di Beirut, Chatila dan Sabra. Bahkan sebuah komisi resmi Israel &lt;br /&gt;menemukan Sharon secara pribadi bertanggungjawab atas pembunuhan massal di Lebanon. (4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1982, sebagai menteri pertahanan Israel, Sharon memimpin invasi ke Lebanon dan melakukan pemboman dan penghancuran kota &lt;br /&gt;Beirut (Di Lebanon lima kali lebih banyak wanita dan anak-anak meninggal daripada dalam serangan September di New York). &lt;br /&gt;Pemboman teror ini dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan mempergunakan pesawat tempur dan bom-bom yang disuplai oleh Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penghancuran dan pendudukan militer Israel, Sharon secara paksa mengusir para pejuang perlawanan Palestina dari Lebanon. &lt;br /&gt;Banyak wanita, anak-anak dan orang lanjut usia ditinggalkan di kamp-kamp pengungsi dekat Beirut. Amerika Serikat secara terbuka &lt;br /&gt;menjamin keselamatan mereka dan berjanji mereka secepatnya akan disatukan kembali dengan orang-orang yang dicintainya. Ketika Sharon &lt;br /&gt;memplot pembunuhan atas mereka, dia tidak hanya merencanakan tindakan terorisme berdarah atas para pengungsi ini; dia mengetahunya hal &lt;br /&gt;ini sebuah tindakan subversi terhadap Amerika Serikat yang akan menimbulkan kebencian yang mendalam terhadap bangsa Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam 16 September 1982, Sharon mengirim skuad pembunuh milisi Phalangist ke dalam dua kamp pengungsi Palestina, Sabra dan Shatila. &lt;br /&gt;Dengan tank-tank dan tentara Israel yang menutup seluruh kamp ini untuk mencegah warga Palestina dari upaya menyelamatkan diri, &lt;br /&gt;maka skuad pembunuh dengan senjata mesin, bayonet dan pemukul membantai rakyat Palestina sepanjang malam, hari berikutnya dan malam &lt;br /&gt;berikutnya; kemudian, ketika bangsa Israel yang mengelilingi kamp ini mendengar gembira tembakan senapan mesin dan jeritan yang datang &lt;br /&gt;dari dalam kamp-kamp itu. Kemudian, Sharon mengirim buldozer untuk menyembunyikan sebanyak mungkin kekejaman yang dapat dilakukannya. &lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya 1500 pria, wanita dan anak-anak Palestina dibantai, dan mungkin sebanyak 2500 jiwa. (Sebuah investigasi resmi &lt;br /&gt;pemerintah Lebanon menyebutkan angka 2500 jiwa). Bahkan setelah upaya buldozer Sharon, banyak warga Palestina tidak terkuburkan dan &lt;br /&gt;para pekerja Palang Merah menemukan seluruh keluarga-keluarga itu, termasuk ratusan anak-anak dan orang lanjut usia, dengan leher &lt;br /&gt;terpotong atau keluar isi perutnya. Jumlah wanita dan anak gadis yang tidak terhitung jumlahnya diperkosa sebelum mereka dibantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariel Sharon dicari untuk diadili oleh Hague Tribunal, badan yang sama ini berhasil mengekstradisi mantan Presiden Yugoslavia &lt;br /&gt;Slobodan Milosevic atas tuduhan berbagai kejahatan kemanusiaan di Kosovo. Sharon tidak akan pergi ke Belgia karena takut ditangkap &lt;br /&gt;oleh International Court for the massacre. (5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dia dicari karena pembunuhan massal di kamp pengungsi Sabra dan Chatila, tetapi Sharon dapat diadili oleh puluhan korban &lt;br /&gt;pembantaian lainnya yang dilakukan selama karir cemerlangnya, kejahatan terhadap kemanusiaan yang sekurang-kurangnya dapat ditarik &lt;br /&gt;hingga tahun 1953. Harian Israel, Ha’aretz, menyebutkan Sharon yang memimpin sebuah pembunuhan massal di desa Kibya pada tahun 1953, &lt;br /&gt;“Tentara Mayor Ariel Sharon membunuh 70 warga Palestina dalam serangan balasan dendam, sebagian besar mereka adalah anak-anak dan wanita &lt;br /&gt;“ (6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;America dimana menuntut kepada Hague Tribunal untuk menangkap dan mengadili Milosevic, berpura-pura tidak menyadari pembunuhan &lt;br /&gt;massal yang dilakukan Sharon. Dengan tidak mengeluarkan surat penahanan kepada Sharon karena pembunuhan massal dan menempatkannya &lt;br /&gt;dalam penjara yang sepantasnya dia jalani, sebaliknya Presiden Bush menyambut secara terbuka Ariel Sharon dengan jabatan tangan dan &lt;br /&gt;rangkulan! Bagaimana dunia harus mentertawakan keanehan ini bila Bush berunding dengan Sharon tentang “cara-cara memerangi terorisme.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Presiden Bush benar-benar serius untuk menghukum bangsa-bangsa yang mendukung sarang teroris, maka dia harus memulainya &lt;br /&gt;dengan Israel, sebuah bangsa yang terpilih menjadi salah satu teroris dan pembunuh massal terburuk di dunia sebagai Kepala Negaranya. &lt;br /&gt;Apakah Senat Amerika yang dikontrol Amerika dapat menghukum Israel karena menjadi sarang teroris? Jawabnya, Tidak. Sebaliknya, &lt;br /&gt;kita mensuplai para teroris mereka dengan milyaran dolar uang wajib pajak Amerika dan senjata-senjata yang sangat canggih dengan &lt;br /&gt;itu mereka akan melakukan pembunuhan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan massal Israel atas para pengungsi Palestina setelah Amerika Serikat secara terbuka menjamin keselamatannya tidak hanya &lt;br /&gt;suatu kejahatan atas kemanusiaan, tetapi juga salah satu tindakan subversi terhadap bangsa Amerika. Sharon dan orang-orang yang terlibat &lt;br /&gt;itu sepenuhnya menyadari janji yang diberikan secara terbuka oleh pemerintah Amerika atas keselamatan para pengungsi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan Massal di Kamp Pengungsi Sabra dan Chatila di Beirut adakah motivasi utama serangan pemboman bunuh diri di Lebanon yang &lt;br /&gt;membunuh 241 Marinir Amerika di Beirut kurang dari setahun kemudian, dan hal ini dengan jelas bagaimana dukungan Amerika atas tindakan &lt;br /&gt;terorisme Israel menyebabkan konsekuensi yang pahit bagi Amerika Serikat. Harian The Los Angeles Times, dalam diskusi sebuah buku yang&lt;br /&gt;mengungkapkan misteri ini oleh seorang mantan agen badan intelijen Israel Mossad, mengungkapkan bahwa Mossad telah mengetahui terlebih &lt;br /&gt;dahulu serangan teroris itu atas barak-barak Marinir AS di Lebanon pada tahun 1983, tetapi secara subversi mereka tidak memperingatkan &lt;br /&gt;pihak Amerika. (7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tuduhan yang lebih mengejutkan dari pernyataan Ostrovsky adalah Mossad tidak memberikan informasi kepada pihak Amerika data &lt;br /&gt;intelijen secara terinci yang dapat mencegah pembomanan bunuh diri tahun 1983 atas barak-barak Marinir di Beirut yang membunuh 241 marinir &lt;br /&gt;Amerika;… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel: Negara yang Didirikan dengan Teror atas Inggris dan Bangsa Palestina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya untuk mengambil alih kontrol atas tanah Palestina dari Inggris, para pendukung gerakan Zionis melakukan kampanye teror &lt;br /&gt;yang terus menerus, termasuk pemboman King Daving Hotel, dimana membunuh 93 orang. Mereka membunuh para pejabat dan tentara Inggris. &lt;br /&gt;Pendukung gerakan Zionis ini membunuh setiap orang yang menghalangi jalannya, termasuk mediator PBB, Count Folke Bernadotte, yang berani &lt;br /&gt;mengungkapkan kepada dunia tentang kampanye teror dan pembunuhan Zionis. Sebuah taktik favorit gang teroris Zionis, Irgun dan Stern, &lt;br /&gt;adalah menculik tentara Inggris dan secara perlahan-lahan menyiksa mereka hingga meninggal. Israel juga bangsa pertama yang mempergunakan &lt;br /&gt;teknik teroris modern, yaitu bom surat; dan selama bertahun-tahun mereka mengirimkan ratusan surat, membunuh puluhan musuhnya dan banyak &lt;br /&gt;pejalan kaki di seluruh dunia. Tindakan terorisme pengiriman surat yang terinfeksi Antrax hanyalah salah satu cara bom surat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memasuki enam hingga delapan rumah warga Palestina. Saya melihat alat kelamin yang dipotong dan perut-perut wanita Palestina yang &lt;br /&gt;dirobek-robek. Menurut tanda-tanda penembakan di tubuh-tubuh korban, hal ini adalah pembunuhan langsung. (13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror Deir Yassin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Palestina tentunya korban terbesar selama setengah abad teror Israel ini. Sebenarnya Israel merencanakan terornya dengan &lt;br /&gt;mengeluarkan rakyat Palestina melalui kebijakan teror massal. Dengan metode ini, Israel mengusir 800.000 di antara rakyat Palestina &lt;br /&gt;dari rumah, tempat usaha dan lahan pertanian mereka(9). Dalam bukunya, The Revolt (10), mantan PM Israel, Menachem Begin, &lt;br /&gt;membanggakan perannya dalam pembunuhan massal atas 254 rakyat Palestina di Deir Yassin. (Sebagian besar korban adalah orang lanjut usia, &lt;br /&gt;wanita dan anak-anak yang tinggal di desa yang diduduki Israel). Dalam bukunya itu, Begin menyatakan Deir Yassin dan pembunuhan massal &lt;br /&gt;lainnya menyebabkan kepanikan di antara penduduk Palestina, menyebabkan mereka melarikan diri karena teror terhadap rumah-rumah mereka. &lt;br /&gt;Teror massal yang direncanakan ini memungkinkan pendukung gerakan Zionis untuk mengambil kontrol atas tanah air Palestina. Juga perlu &lt;br /&gt;ditegaskan, para pengungsi masih tidak diizinkan untuk kembali ke rumah setelah lebih dari setengah abad! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan para teroris Zionis ini di Deir Yassin dan di desa-desa lainnya yang menyebabkan rakyat Palestina melarikan diri? &lt;br /&gt;Seorang dokter Palang Merah, Jacques de Reynier, kepala wakil Komite Internasional Palang Merah di Jerusalem memberikan laporan yang &lt;br /&gt;mengejutkan tentang pembunuhan massal dalam laporan resminya. (11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De Reynier tiba di desa ini pada hari kedua dan melihat “tindakan pembersihan oleh tentara,” karena salah seorang anggota teroris Israel &lt;br /&gt;memperlihatkan kepadanya. Pembunuhan massal ini dilakukan dengan senjata mesin, kemudian granat dan diakhiri dengan tubuh-tubuh korban &lt;br /&gt;disayat pisau. Bangsa Yahudi itu memenggal sebagian kepala korban dan secara fatal memotong anggota tubuh 52 anak di depan ibu-ibu mereka. &lt;br /&gt;Mereka merobek rahim-rahim 25 wanita hamil dan membantai bayi-bayi di depan ibu-ibu mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Israel yang berada di Deir Yassin telah memperkuat fakta pembunuhan massal ini. Setelah pensiun tahun 1972, seorang perwira &lt;br /&gt;Haganah, Kolonel Meir Pa’el, menyatakan hal berikut ini tentang Deir Yassin di Yediot Ahronot, sebuah terbitan Yahudi yang terkemuka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota Irgun dan LEHI keluar dari persembunyian dan mulai melakukan ‘pembersihan’ rumah-rumah warga Palestina. Mereka menembaki &lt;br /&gt;siapapun yang mereka lihat, termasuk wanita dan anak-anak, para komandan tidak berupaya menghentikan pembunuhan itu . . . mereka dibawa &lt;br /&gt;ke lubang pembantaian yang terletak di antara Deir Yassin dan Giv'at Shaul, kemudian dibunuh secara kejam ... (12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan unit Haganah yang mengontrol wilayah Deir Yassin setelah pembantaian massal itu, Zvi Ankori, membuat pernyataan ini dalam harian &lt;br /&gt;Israel, Davar: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memasuki enam hingga delapan rumah warga Palestina. Saya melihat alat kelamin yang dipotong dan perut-perut wanita Palestina yang &lt;br /&gt;dirobek-robek. Menurut tanda-tanda penembakan di tubuh-tubuh korban, hal ini adalah pembunuhan langsung. (13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melihat film dokumenter televisi atau film-film Hollywood tentang teror Israel di Deir Yassin atau ribuan tindakan teror &lt;br /&gt;Israel lainnya terhadap rakyat Palestina? Anda telah mendengar banyak cerita tentang korban-korban warga Yahudi oleh Hitler, tetapi &lt;br /&gt;pernahkah Anda mendengar suara wanita-wanita di Deir Yassin dimana bayi-bayi mereka dipotong dari rahim-rahim mereka oleh para pendukung &lt;br /&gt;Supremasi Kaum Yahudi? Pernahkah Anda mendengar suara-suara salah satu dari ribuan korban rakyat Palestina lainnya oleh Begin, Shamir, &lt;br /&gt;Barak dan Sharon? Sesuai dengan catatan panjang tindakan terorisme Israel terhadap rakyat Palestina, Israel mempunyai kebiasaan keji &lt;br /&gt;memilih dan mengangkat pelaku teror dan pelaku pembunuhan massal yang paling kejam sebagai Kepala Negaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat memiliki divisi Departemen Kehakiman yang mempunyai kemampuan untuk memburu orang-orang Nazi yang telah melakukan berbagai &lt;br /&gt;kejahatan terhadap kemanusiaan. Ketika Amerika secara bersungguh-sungguh mengejar para tersangka pelaku kejahatan perang Jerman, &lt;br /&gt;presiden-presiden Amerika mengadakan jamuan malam kenegaraan untuk menghormati presiden-presiden bangsa Yahudi! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Bush begitu giat berbicara tentang pemberantasan para teroris jahat, tetapi bukan pembunuhan massal, seperti Deir Yassin yang terlihat &lt;br /&gt;gamblang sebagai sebuah tindakan kejahatan yang sempurna? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Begin ungkapkan dalam bukunya, The Revolt, teror terhadap bangsa Palestina merupakan sebuah faktor penting dalam pendirian negara &lt;br /&gt;Israel. Tindakan teror ini merupakan fondasi pendirian negara Yahudi dan sudah berlangsung selama setengah abad berbagai bentuk tindakan &lt;br /&gt;teror atas rakyat Palestina itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 Tahun Teror Terhadap Rakyat Palestina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1948, rakyat Palestina menghadapi tindakan terorisme secara terus menerus dari pihak Israel. Ratusan perkampungan telah &lt;br /&gt;dihancurkan dan secara literal dihapuskan dari atas peta. Puluhan ribu rumah telah dibom, dibuldoser atau didinamit selama proses &lt;br /&gt;perdamaian! Puluhan ribu pria, wanita dan anak-anak telah dibunuh. Bahkan jumlah yang lebih banyak telah dibutakan, dibuat cacat, &lt;br /&gt;dibunuh dan dipotong anggota tubuhnya. Ratusan ribu telah dipenjarakan dan/atau disiksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi setelah gerakan perlawanan Palestina atas pendudukan Israel, Israel tidak pernah malu melakukan pemboman atas kamp-kamp &lt;br /&gt;pengungsi yang dipenuhi anak-anak dan wanita. Tank-tank, helikopter dan bahkan pesawat tempur Israel digunakan untuk menjatuhkan bom-bom &lt;br /&gt;atau menembakkan rudal ke dalam jantung pemukiman Palestina dan kamp-kamp pengungsi yang didiami wanita dan anak-anak. Senjata-senjata &lt;br /&gt;ini tidak dapat membedakan di antara orang yang diduga sebagai seorang teroris atau seorang anak kecil yang berusia delapan tahun. Sebuah &lt;br /&gt;senjata dapat membunuh seorang anak sama pastinya dengan membunuh musuh-musuh negara Israel itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Palestina yang dicurigai secara aktif melakukan perlawanan atas pendudukan Israel di Tepi Barat atau Jalur Gaza, mendapatkan &lt;br /&gt;serangan dari laras-laras tank, rudal-rudal atau bom-bom Israel ke rumah-rumah dan keluarga-keluarga tersangka. Dan setelah tersangkanya &lt;br /&gt;dibunuh atau dipenjarakan, maka tentara Israel membuldozer atau mendinamit rumah-rumah keluarganya. Ribuan rumah telah dihancurkan dengan &lt;br /&gt;cara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel juga telah membunuh ratusan pemimpin Palestina dengan pembunuhan dan serangan teroris. Berbagai serangan ini acapkali membunuh &lt;br /&gt;pejalan yang tidak berdosa yang berada di tempat kejadian. Banyak mereka yang dibunuh tidak pernah terkait dengan tindakan teror atau &lt;br /&gt;kekerasan apapun juga; mereka hanya pengarang, penulis atau ulama yang dengan kata-kata mereka telah menginspirasi rakyat Palestina untuk&lt;br /&gt;berjuang membebaskan bangsa dan negaranya. PM Israel sebelum Ariel Sharon adalah Ehud Barak. Pada tahun 1972, selama masa perdamaian &lt;br /&gt;antara Israel dan Lebanon, ia memimpin sebuah skuad pasukan komando pencabut nyawa ke kota Beirut, Lebanon dimana dia secara pribadi &lt;br /&gt;membunuh penulis Palestina Kamal Edwan. Di tengah malam itu, dengan mempergunakan senjata-senjata semi-mesin otomatis dengan peredam suara,&lt;br /&gt;dia dan timnya, membunuh Edwan ketika korban sedang tidur pulas. Ketika PM Israel yang baru terpilih, Ehud Barak, berkunjung ke New York &lt;br /&gt;dan Washington, media massa yang dikontrol Yahudi memperlakukan pembunuh ini, seolah-olah sebagai seorang pahlawan perang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan standar ganda ini agaknya tidak pernah berakhir. Ketika seorang pejabat kabinet Israel, Rechavam Zeevi, dibunuh warga Palestina &lt;br /&gt;pada bulan Oktober 2001, Sharon dan sejumlah pejabat Amerika Serikat menyatakan tindakan ini sebagai “terorisme.” Apabila penembakan Zeevi&lt;br /&gt;memang tindakan terorisme, maka apa yang seharusnya kita ingat bertahun-tahun tindakan pembunuhan Israel atas ratusan pemimpin politik, &lt;br /&gt;akademisi, ulama dan pengarang Palestina? Mengapa media massa tidak mengungkapkan bahwa Zeevi sendiri seorang pendukung Supremasi Bangsa &lt;br /&gt;Yahudi yang menyebut warga Palestina yang tinggal dan bekerja secara ilegal di Israel sebagai "kuman" dan "kanker di tengah-tengah bangsa&lt;br /&gt;Yahudi.(14)” Zeevi sendiri seorang teroris yang menyerukan pengusiran paksa seluruh warga Palestina dari wilayah pendudukan dan pembunuhan&lt;br /&gt;seluruh mereka yang menentang pendudukan Israel. Dia bahkan secara terbuka menyerukan pembunuhan Yassir Arafat. Namun, media massa yang &lt;br /&gt;sama yang menyebutkan pembunuhannya “terorisme” tidak pernah menyebutkan Zeevi pro-pembunuhan seorang teroris atau bahkan seorang pendukung&lt;br /&gt;Supremasi Bangsa Yahudi. Pembunuhan Zeevi sendiri merupakan respons langsung terhadap pembunuhan rejim Israel atas seorang pemimpin &lt;br /&gt;Palestina beberapa minggu sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, di sebuah pertemuan kabinet Israel, Zeevi berkata bahwa Presiden George Bush, dengan menekan Israel untuk masuk dalam &lt;br /&gt;pembicaraan perdamaian, adalah "musuh Israel" dan "Amerika sedang memplot Holocaust Kedua bagi bangsa Yahudi.(15)” Dengan sebuah &lt;br /&gt;"negara sekutu seperti ini", apakah Amerika harus menghadapi begitu banyak musuh-musuhnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan bangsa Yahudi di media dunia telah menutup-nutupi ratusan teror dan pembantaian yang dilakukan oleh rejim Israel. &lt;br /&gt;Sebenarnya bahkan sebelum serangan teror WTC di bulan September, BBC menginstruksikan para reporternya untuk melaporkan pembantaian &lt;br /&gt;musuh-musuh Israel sebagai "target pembunuhan" daripada sebenarya apa yang mereka lakukan: pembantaian. (16) Akan tetapi, BBC (seorang &lt;br /&gt;staf eksekutifnya pro-Yahudi) menyebutkan pembunuhan Zeevi sebagai pembantaian (assassination) dan bukan sebuah "target pembunuhan." &lt;br /&gt;Fenomena Israel yang berkembang di masyarakat telah didistorsi oleh media massa selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, hanya segelintir &lt;br /&gt;orang Inggris dan bahkan lebih sedikit lagi orang Amerika menyadari catatan terorisme Israel. Oleh karena itu, saya tidak dapat mengutuk &lt;br /&gt;sebagian besar pemerintah Amerika atas pengabaian terorisme Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror Penyiksaan Israel: Jatuh Korban Sekitar 150.000 Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiksaan brutal atas ribuan musuh-musuh sebuah negara harus diklasifikasikan sebagai bentuk terorisme yang paling kejam. Puluhan ribu &lt;br /&gt;rakyat Palestina telah disiksa di penjara-penjara Israel. Sebuah kelompok pejuang HAM di Israel dalam laporan setebal 60 halaman &lt;br /&gt;melaporkan sekitar 85% tahanan Palestina mengalami penyiksaan.(17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak salah lagi; banyak penyiksaan yang dialami oleh korban Palestina ini lebih dari mimpi paling buruk. Penyiksaan Israel mencakup &lt;br /&gt;dari menyumbat para korban dengan air seni dan kotoran manusia di kantong-kantong yang di ikat di atas kepalanya hingga mempergunakan alat &lt;br /&gt;cemeti listrik untuk perkosaan anal dan pemotongan bagian-bagian tubuh. Israel juga tidak pernah mengakui siapa yang ditahannya hingga &lt;br /&gt;tindakan pembunuhan atau penyiksaan seorang warga Palestina yang menyebabkan kematian korban, maka jasadnya tidak pernah ditemukan atau &lt;br /&gt;diklaim mati dalam pertempuran dengan pihak polisi Israel sebelum ditangkap. Puluhan ribu warga Palestina dan Lebanon meninggal ketika &lt;br /&gt;dalam tahanan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel feature yang ditulis Joel Greenburg di harian pro-Israel New York Times mengungkapkan rejim Israel menyiksa 500 hingga &lt;br /&gt;600 warga Palestina setiap bulan.(18) Angka yang kemungkinan besar begitu rendah itu karena berasal dari harian pro-Israel New York &lt;br /&gt;berarti bahwa setiap tahun dari sebenarnya paling sedikit 6000 orang Palestina disiksa Israel. Penyiksaan ini telah berlangsung sejak &lt;br /&gt;tahun 1948 (53 tahun terakhir). Apabila angka ini setengah dari pengakuan Greenburg dan berlangsung setiap tahun – maka sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;150.000 jiwa telah disiksa di penjara-penjara Israel sejak berdirinya negara Yahudi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi berbagai masalah humas Israel karena legalisasi penyiksaan negeri Yahudi ini, pada tahun 1999 Mahkamah Agung Israel &lt;br /&gt;menetapkan sebuah undang-undang dengan niat yang kabur dimana kebijakan penyiksaan Israel ini kadang-kadang suatu bentuk kebijakan &lt;br /&gt;ilegal, tetapi kelompok HAM Israel dan Palestina memberikan banyak bukti bahwa undang-undang itu hanyalah suatu gincu hubungan &lt;br /&gt;kemasyarakatan. Mereka memberikan bukti bahwa kebijakan penyiksaan terus menerus dilakukan seperti sebelum undang-undang itu ditetapkan. &lt;br /&gt;(19) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang kebijakan penyiksaan Israel ini, sekarang para wartawan Yahudi mulai menyerukan penggunaan penyiksaan di Amerika! Sebuah &lt;br /&gt;artikel di Newsweek berjudul ‘Time to think about torture' dan para tahanan yang selamat perlu merasakan teknik lama yang agaknya sudah &lt;br /&gt;tidak dipertanyakan lagi." (20) Bahkan pembela kebebasan hak-hak sipil pendukung Yahudi, Alan Dershowitz, sekarang ini menyerukan &lt;br /&gt;penggunaan penyiksaan. (21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor Ostrovsky, mantan agen Mossad Israel, menulis dua buku mengenai teror Israel terhadap musuh-musuhnya. Pada salah satu bukunya,&lt;br /&gt;dia membahas nasib warga Palestina yang secara ilegal menyeberangi tapal batas untuk mencari pekerjaan di Israel. Puluhan ribu orang-orang&lt;br /&gt;muda ini hampir sama sekali tidak terdengar lagi setelah ditangkap oleh tentara Israel. Sebagian mereka yang tertangkap dibawa ke &lt;br /&gt;fasilitas penelitian ABC dimana mereka akan mengalami tindakan teror kimia, nuklir atau perang biologi yang sangat kejam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…fasilitas ABC didirikan untuk penelitian atom, bakteriologi dan kimia. Para ahli epidemologi Israel mengembangkan berbagai mesin perang &lt;br /&gt;paling modern ini … seharusnya untuk sebuah perang total dimana jenis senjata ini sangat dibutuhkan; tidak ada celah untuk kesalahan &lt;br /&gt;sedikitpun. Para infiltrator Palestina akan menjadi kelinci percobaan mesin ini. Sebagai guinea pigs manusia, mereka dapat memastikan &lt;br /&gt;senjata yang sedang dikembangkan para ahli bekerja dengan baik dan dapat memverifikasi seberapa cepat dan jauh lebih efisien mesin perang &lt;br /&gt;ini berfungsi. (22) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror atas Rakyat Lebanon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama invasi dan pendudukan Israel di Lebanon (1978-2000), sekitar 15.000 warga sipil meninggal. Contoh teror itu adalah pembomanan &lt;br /&gt;secara sengaja PBB center di Qana, Lebanon yang terjadi hanya lima tahun lalu. Artikel berikut ini tidak ditulis oleh seorang Palestina, &lt;br /&gt;Arab atau bahkan seorang Muslim, tetapi seorang warga Inggris, Robert Fisk, salah seorang wartawan Inggris yang paling dihormati dimana &lt;br /&gt;bekerja di Timur Tengah. Dia menulis untuk harian London, The Independent. Apabila seorang warga Amerika mau memahami kebencian yang &lt;br /&gt;dilakukan Israel terhadap bangsa Amerika, maka dia harus berani membaca laporan ini dan berani untuk melihat secara mendalam gambaran &lt;br /&gt;yang memperlihatkan realitas teror Israel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qana, Lebanon Selatan – Ini sebuah pembunuhan massal. Tidak hanya sejak pembunuhan massal di kamp pengungsi Sabra dan Chatila saya &lt;br /&gt;melihat warga sipil yang dibantai seperti ini. Wanita, anak-anak dan pria pengungsi Lebanon tergeletak tidak bernyawa dalam tumpukan-&lt;br /&gt;tumpukan dengan telapan tangan, lengan atau kaki korban-korban hilang, dipotong atau disayat. Ada lebih dari ratusan jumlahnya. Seorang &lt;br /&gt;bayi tergeletak di tanah tanpa kepala. Rudal-rudal Israel telah mencabik-cabik mereka ketika berlindung di bunker PBB, yang dipercaya &lt;br /&gt;aman di bawah perlindungan dunia. Seperti umat muslim di Srebrenica, anggapan umat muslim di Qana juga tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan sebuah gedung yang terbakar dimana menjadi markas besar batalion PBB asal Fiji, seorang anak perempuan menggotong tubuh di &lt;br /&gt;kedua tangannya, tubuh seorang pria yang rambutnya sudah beruban dimana kedua matanya menerawang ke anak perempuan itu, dan dia mengunjang-&lt;br /&gt;gunjangkan tubuh pria itu ke depan dan ke belakang, bersimpuh, menangis dan berteriak dengan kata yang sama berulang-ulang: "Ayah saya, &lt;br /&gt;ayah saya." Seorang tentara PBB asal Fiji berdiri di tengah lautan tubuh-tubuh yang sudah tidak bernyawa dan tanpa dapat berkata apa-apa, &lt;br /&gt;mengangkat tubuh seorang anak tanpa kepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Ketika saya berjalan ke arah tubuh-tubuh yang tidak bernyawa itu, saya terjatuh di atas potongan lengan manusia... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian massal Israel atas warga sipil dalam serangan ofensif selama 10 hari yang kejam – 206 orang tewas sekitar malam terakhir – &lt;br /&gt;dengan begitu biadab dan kejam, tidak satupun seorang rakyat Lebanon akan melupakan pembunuhan massal ini. Sebuah mobil ambulans diserang &lt;br /&gt;pada hari Sabtu, kakak beradik yang terbunuh di Yohmor hari sebelumnya, seorang anak berusia dua tahun hancur kepalanya oleh sebuah rudal &lt;br /&gt;Israel empat hari kemudian. Dan kemarin pagi, tentara Israel membantai sebuah keluarga yang terdiri dari 12 jiwa – paling muda bayi &lt;br /&gt;berusia empat hari – ketika pilot-pilot Israel menembakkan rudal ke dalam rumah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, tiga jet Israel menjatuhkan bom-bom hanya 250 meter dari sebuah konvoi PBB dimana saya sedang melaju di atas sebuah &lt;br /&gt;kendaraan, menghancurkan sebuah rumah dan kepingan rumah itu terbang hingga 30 kaki di depan mata saya. Ketika pulang ke Beirut untuk &lt;br /&gt;menulis laporan saya tentang pembunuhan Qana untuk harian Independent malam itu, saya melihat dua kapal bersenjata Israel menembaki mobil-&lt;br /&gt;mobil warga sipil di jembatan sungai di utara kota Sidon … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tentara PBB asal Perancis menggumamkan janji kepada dirinya ketika dia membuka sebuah tas dimana dia menjatuhkan kaki-kaki, jari-&lt;br /&gt;jari, potongan lengan-lengan manusia … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba-tiba bukan menjadi tentara PBB maupun wartawan tetapi orang-orang Barat, sekutu Israel, sasaran kebencian dan kemarahan. Seorang &lt;br /&gt;pria bercambang dengan kedua matanya berkaca-kaca memandang kepada kami, wajahnya kelam karena kemarahan yang mendalam. "Anda orang &lt;br /&gt;Amerika ", dia berteriak kepada kami. " Amerika itu anjing. Anda lakukan ini. Amerika itu anjing." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bill Clinton telah menjadikan dirinya sekutu Israel dalam perang terhadap "terorisme" dan bangsa Lebanon dalam kesedihan yang &lt;br /&gt;mendalam tidak melupakan kenyataan ini. Ekspresi duka Israel secara resmi menumpahkan garam di atas luka mereka. "Saya ingin menjadi &lt;br /&gt;bom hidup dan meledakkan diri saya di tengah tentara Israel", kata seorang pria tua … (23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila setiap orang Amerika membaca artikel Robert Fisk di atas, maka laporan ini dapat membantu mereka memahami mengapa Amerika &lt;br /&gt;dibenci dan mengapa sekarang kita menghadapi kamikaze teroris. Apabila Anda ingin mengetahui motivasi riil para teroris seperti &lt;br /&gt;Osama bin Laden, maka majalah The Nation, ketika melakukan sebuah wawancara dengannya pada 12 September 1998. Hal ini menjelaskan &lt;br /&gt;reaksinya terhadap pembunuhan massal Israel di Qana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada akhirnya saya melihat bin Laden, dia masih terobsesi dengan pembunuhan massal Israel atas 107 pengungsi Lebanon yang &lt;br /&gt;berlindung di bawah kamp PBB di Qana pada bulan April 1996. Israel mengklaim hal ini sebagai 'kesalahan,' PBB mengakui sebaliknya &lt;br /&gt;dan Presiden Clinton menyebut ini hanya sebuah 'tragedi'—seolah-olah sebuah bencana alam. Hal ini, kata bin Laden, sebuah tindakan &lt;br /&gt;'terorisme internasional.' Oleh karena itu, harus ada keadilan, katanya dan persidangan bagi para pelaku kejahatan Israel. Clinton &lt;br /&gt;mempergunakan hampir pernyataan yang sama tentang bin Laden dan para pendukungnya pada bulan Agustus. Akan tetapi, orang tuli biasanya &lt;br /&gt;berbicara dengan orang tuli." (24) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang Amerika tidak pernah akan melihat laporan seperti Laporan Robert Fisk tentang pembantaian massal di Qana. Kontrol &lt;br /&gt;Israel atas media massa dan pemerintahan Amerika Serikat berhasil mengaburkan sebagian besar cerita yang berkembang tentang terorisme &lt;br /&gt;Israel terhadap rakyat Palestina. Sekarang ini saya akan mengungkap bahwa mereka juga mampu menutupi tindakan perang dan terorisme yang &lt;br /&gt;berlumuran darah terhadap Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme Israel terhadap Amerika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1954, pemerintah Israel menggelar sebuah operasi teror rahasia terhadap Amerika Serikat dengan sandi Operation Suzannah. &lt;br /&gt;Operasi ini memplot membunuh warga Amerika dan meledakkan berbagai instalasi Amerika di Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Israel adalah meninggalkan barang bukti yang keliru bahwa rejim Mesir melakukan sabotase ini sehingga Amerika di belakang Israel &lt;br /&gt;berperang dengan Mesir. Agen-agen Yahudi berhasil meledakkan sejumlah kantor pos dan perpustakaan Amerika di Kairo dan Alexandria. &lt;br /&gt;Ketika akan meledakkan bioskop Amerika, Metro-Goldwyn-Mayer Theater, bom agen Israel meledak premature. Oleh karena itu, baik Mesir dan &lt;br /&gt;Amerika berhasil mengungkap dan menghentikan plot ini pada tahap-tahap awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penangkapan agen-agen Israel itu, dunia tahu tentang tindakan subversi Israel dan Menlu Israel, Pinhas Lavon, kemudian dipaksa &lt;br /&gt;untuk mengundurkan diri. Seluruh episode ini menjadi terkenal sebagai Lavon Affair. Pada saat ini, media massa dan penerbitan Amerika &lt;br /&gt;yang didominasi Yahudi secara jitu membungkus tindakan subvesi Israel ini terhadap bangsa Amerika. Sebagian besar orang Amerika tidak &lt;br /&gt;mengetahui sama sekali kasus ini. Misalnya, hanya sedikit sebutan Lavon Affair ditemukan dalam Encarta Encyclopedia popular. Hal ini &lt;br /&gt;berada dalam sebuah artikel tentang Ben Gurion yang ditulis oleh Bernard Reich yang pro-Yahudi. Dengan cara ini, penulis artikel ini &lt;br /&gt;mengilustrasikan sebuah pola media yang khas. Walaupun warga Amerika menganggap mereka sedang membaca laporan Encyclopedia atau majalah &lt;br /&gt;berita yang berpandangan jenih, tetapi lebih sering lagi mereka membaca laporan yang distorsif yang ditulis oleh para pendukung Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben-Gurion kembali ke panggung politik pada tahun 1955 untuk menggantikan Menhankam Israel, Pinhas Lavon—yang mengundurkan diri setelah &lt;br /&gt;suatu upaya yang gagal untuk mensabotase hubungan Mesir dengan Barat. (25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat di sini adalah bagaimana artikel ini secara halus menulis, 'sebuah percobaan yang gagal untuk mensabotase hubungan &lt;br /&gt;Mesir dengan Barat." Apa artinya? “Mensabotase hubungan“ berarti seolah-olah Israel mengatakan ada kebusukan di balik hubungan bilateral &lt;br /&gt;Mesir dan Amerika Serikat. Pemutarbalikan fakta secara sengaja yang digunakan dalam artikel ini oleh penulis Yahudi ini merupakan ciri &lt;br /&gt;khas distorsi pemberitaan media massa yang berlangsung terus menerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu alinea dalam Encarta Encyclopedia popular itu seharusnya dibaca: &lt;br /&gt;“-- orang yang dipaksa untuk mengundurkan diri setelah Israel tertangkap basah melakukan pengeboman teroris terhadap Amerika Serikat &lt;br /&gt;untuk memicu dengan cara memfitnah Amerika berperang melawan musuh Israel." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis yakin sembilan puluh persen mereka yang membaca artikel ini tidak pernah mendengar kasus ini. Sebagian pembaca mungkin berpikir &lt;br /&gt;saya mengarang semua cerita ini. Baiklah, bila Anda masih ragu bahwa Israel telah melakukan tindakan teroris ini terhadap Amerika di Mesir,&lt;br /&gt;maka di bawah ini ada sebuah kutipan dari artikel terbaru yang terbit di majalah Yahudi, Moment, yang ditulis oleh Samuel Katz dan &lt;br /&gt;berarti ditujukan kepada sejumlah kecil sidang pembaca Yahudi. Artikel ini lebih maju walaupun tidak mempergunakan kata provokatif, &lt;br /&gt;terorisme, sebuah kata yang digunakan pihak Israel bila para pejuang Palestina meledakkan perpustakaan-perpustakaan dan biosko-bioskop. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kegagalan sama lazimnya dengan keberhasilan spektakuler. Pada pertengahan tahun 1950-an, A'man (Badan Pertahanan Yahudi) mengalami &lt;br /&gt;kemunduran yang serius selama "Operation Suzannah" yang terkenal itu ketika agen-agen Israel memprovokasi orang-orang Yahudi di Mesir &lt;br /&gt;untuk menyerang target-target Amerika dan Mesir dan membangkitkan sentimen anti-Barat. Banyak orang Yahudi ditangkap dan sebagian di &lt;br /&gt;antaranya dieksekusi. Operasi yang gagal ini suatu tamparan berat bagi pemerintahan PM David Ben-Gurion dan Menhankam Pinhas Lavon(26) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam Lavon Affair ini kita belajar bagaimana "teman baik" Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah," Israel, membalas &lt;br /&gt;dukungan militer dan moneter yang tanpa syarat kepada Amerika Serikat: dengan melakukan terorisme terhadap bangsa Amerika! Perlu Anda &lt;br /&gt;ketahui sebagian besar rakyat Amerika tidak pernah mendengar mengenai serangan teroris Israel ini terhadap bangsa Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah Mesir berada di balik teror terhadap Amerika, maka kita berhak menganggap serangan ini sebagai sebuah isyarat perang &lt;br /&gt;dan kita mungkin sudah menyerang balik Mesir, seperti yang kita telah lakukan terhadap bangsa Afghanistan. Dan media massa; corong Yahudi &lt;br /&gt;ini pasti akan mendesak serangan ini seperti tuntutan mereka dengan serangan terhadap bangsa Afghanistan. Sebenarnya kita menyerang &lt;br /&gt;Afghanistan dengan alasan yang jauh lebih tidak dapat diterima daripada yang kita alami dari serangan Israel tersebut. Belum ada bukti &lt;br /&gt;pasti bahwa Afghanistan terbukti atau bahkan mengetahui segala sesuatu tentang serangan terhadap gedung kembar World Trade Center; &lt;br /&gt;tetapi dalam kasus Lavon Affair, pemerintah Israel melakukan sebuah tindakan perang langsung terhadap bangsa Amerika Serikat. Tentu, &lt;br /&gt;kita tidak membom Tel Aviv sebagai tindakan pembalasan. Kita tidak memutuskan hubungan diplomatis. Bahkan kita tidak mengakhiri bantuan &lt;br /&gt;militer dan moneter yang bernilai milyaran dolar tersebut! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pejabat pemerintah Amerika Serikat yang telah memberikan bantuan kepada bangsa Jepang setelah serangan terhadap Pearl Harbor akan &lt;br /&gt;dihukum sebagai seorang pengkhianat terhadap bangsa Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sama sekali saya tidak mengerti. Orang-orang Amerika di jajaran pemerintahanan yang terus menerus memberikan dukungan terhadap &lt;br /&gt;Israel setelah negara Yahudi itu melakukan tindakan teroris terhadap rakyat Amerika – jelas melakukan pengkhianatan terhadap bangsa kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila para pemimpin Amerika, setelah serangan teroris Israel terhadap bangsa Amerika dalam kasus Lavon Affair, akan menghentikan &lt;br /&gt;bantuan pengkhianatan mereka terhadap Israel, maka tidak akan ada tindakan teror berikutnya terhadap bangsa Amerika, seperti serangan &lt;br /&gt;terhadap World Trade Center dan Pentagon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Teroris Israel terhadap USS Liberty &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel juga melakukan tindakan teroris yang serius terhadap Amerika Serikat. Pada tanggal 8 Juni,&lt;br /&gt;Israel mempergunakan pesawat tempur dan kapal-kapal torpedo tanpa identitas untuk melancarakan serangan satu setengah jam terhadap kapal &lt;br /&gt;AL Amerika Serikat, USS Liberty yang mengakibatkan tewas 34 orang dan 171 lainnya luka-luka.(27) Israel pertama-tama menyerang tower radio &lt;br /&gt;USS Liberty agar Armada Keenam Amerika Serikat tidak mengetahui bahwa pihak Israel adalah pelaku penyerangan ini. Setelah pesawat-pesawat &lt;br /&gt;tempur Israel yang tanpa identitas itu dengan gencar membom dan menyerang USS Liberty, kemudian Israel mengirim kapal-kapal torpedo untuk &lt;br /&gt;menuntaskan misi ini. Mereka bahkan menembaki dengan senjata mesin perahu-perahu penyelamat yang sudah diturunkan dalam upaya untuk &lt;br /&gt;memastikan tidak satupun yang selamat (para saksi) yang dapat mengungkapkan pelaku serangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena heroisme dan kemampuan kapten dan kru kapal USS Liberty membuat rencana Israel itu gagal total. Mereka mampu mempertahankan &lt;br /&gt;kapal itu tetap mengapung dan juga mengkontak dan memberi tahu Armada Keenam bahwa pihak Israel daripada Mesir yang telah menyerang kapal &lt;br /&gt;tersebut. Mengetahui rencanannya telah terungkap, Israel menarik mundur dan dengan diam-diam mengklaim serangan itu merupakan kasus salah &lt;br /&gt;identifikasi. Pihak Israel menyatakan mereka salah mengira USS Liberty adalah sebuah kapal perang Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menlu Amerika Serikat pada waktu itu, Dean Rusk, dan Kepala Staf Gabungan AS, Laksamana Thomas Moorer, keduanya menyatakan serangan itu &lt;br /&gt;bukanlah kecelakaan, Israel secara sengaja menyerang USS Liberty. Misalnya, hari itu langit sangat cerah dan kecepatan angin normal serta &lt;br /&gt;USS Liberty memasang bendara Amerika yang berukuran besar dan nomor identitas internasional yang ditulis dalam ukuran besar di lambung &lt;br /&gt;kapal tersebut. Pesawat-pesawat tempur Israel melintas di atas kapal USS Liberty lama sebelum serangan itu dilakukan, terbang sangat dekat &lt;br /&gt;sehingga anggota kru USS Liberty bahkan dapat melihat lambaian tangan-tangan mereka ketika melintas. Seperti dalam kasus Lavon Affair, &lt;br /&gt;Israel berharap menyalahkan tindakan perang ini kepada musuhnya, Mesir. Pada kesempatan ini, hanya keberanian dan kemampuan kru USS &lt;br /&gt;Liberty mencegah serangan siluman berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa Amerika yang didominasi Amerika tidak mengungkapkan kemarahan atas serangan itu dan secara tersamar menerima alasan Israel &lt;br /&gt;atas kasus ini. Walaupun menteri luar negeri dan kepala staf gabungan Amerika Serikat keduanya menyatakan serangan Israel itu disengaja, &lt;br /&gt;tetapi lobi Yahudi dapat mencegah penyelidikan formal Kongres atas serangan itu. Sebaliknya, kapal perang se-tipe USS Liberty, yaitu USS &lt;br /&gt;Pueblo, ditangkap oleh Korea Utara pada tahun berikutnya (1968) dengan korban hanya satu orang, tetapi dalam waktu satu tahun Kongres &lt;br /&gt;Amerika Serikat melakukan penyelidikan formal atas serangan itu. Komandan USS Liberty, Kapten William McGonagle, menerima medali America’s &lt;br /&gt;highest honor, medali kehormatan kongres karena keberaniannya selama serangan Israel tersebut. Tetapi, pemberian medali itu diselenggarakan&lt;br /&gt;dalam sebuah upacara tersembunyi di US Navy Yard dan bukan di Gedung Putih (sebagaimana biasanya), agar tidak mencoreng citra musuh &lt;br /&gt;utamanya yang membunuh 34 tentara Amerika dan melukai 174 lainnya di atas USS Liberty! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana para pemimpin politik Amerika Serikat merespons tindakan perang Israel ini terhadap bangsa Amerika? Apakah Amerika membom &lt;br /&gt;Israel sebagaimana yang dilakukannya atas Kabul, Afghanistan? Tidak, pemerintah Amerika yang dikontrol Israel bersama dengan media masa &lt;br /&gt;yang dikontrol Yahudi melakukan tindakan subversi terhadap bangsa Amerika dengan menutup-nutupi serangan teroris yang jahat itu dan terus &lt;br /&gt;menerus mengirimkan milyaran dolar pajak Amerika dalam bentuk bantuan moneter dan militer ke Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingat kasus Pearl Harbor. Setiap pejabat pemerintah Amerika yang memberikan bantuan atau bersimpati kepada Jepang setelah &lt;br /&gt;serangan pada tahun 1941 akan dihukum sebagai seorang pengkhianat bangsa Amerika Serikat. Saya menuding bahwa para pejabat pemerintah &lt;br /&gt;Amerika yang berkolaborasi dengan lobi dan media Yahudi dengan terus menerus mendukung Israel setelah serangan negeri Yahudi ini terhadap &lt;br /&gt;kapal perang Amerika USS Liberty – adalah para pengkhianat bangsa Amerika Serikat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila, setelah serangan subversif Israel terhadap kapal perang Amerika, kita dapat menghentikan secara subversi dukungan negara teroris &lt;br /&gt;Israel; dengan demikian, kita pasti tidak akan mengalami tindakan terorisme 11 September 2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel: Bangsa yang Memata-matai Amerika dan Menjual Informasi Rahasia Kita kepada Musuh-musuh Amerika Serikat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1980-an, Israel merekrut seorang Yahudi Amerika, Jonathan Pollard, untuk memata-matai bangsa Amerika Serikat. Setelah Pollard &lt;br /&gt;ditahan, para pejabat Israel pertama-tama mengklaimnya sebagai "agen rahasia yang tidak dapat dipercaya,” tetapi kemudian mengakui Pollard &lt;br /&gt;itu bekerja untuk negara Israel sejak awal. Walaupun mata-mata Yahudi, Ethel dan Julius Rosenberg menyerahkan informasi rahasia bom atom &lt;br /&gt;Amerika kepada Uni Soviet, tetapi tidak satupun mata-mata yang telah menyebabkan kerusakan lebih besar kepada negara ini daripada yang &lt;br /&gt;dilakukan oleh mata-mata Israel: Jonathan Pollard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;informasi Pollard yang digunakan oleh Israel tidak hanya menghancurkan kegiatan operasi intelijen Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah; &lt;br /&gt;informasi ini di lapangan menghancurkan perangkat intelijen Amerika di Uni Soviet dan Blok Timur.(28) Banyak agen terbaik Amerika Serikat &lt;br /&gt;dan begitu loyal di dunia komunis dieksekusi karena Israel menjual atau membarter informasi ke pihak Uni Soviet.(29) Sebagaimana artikel &lt;br /&gt;di bawah ini yang ditulis oleh Eric Margolis, “sekutu dan teman dekat Amerika Serikat ini” Israel bahkan tidak akan mengizinkan pihak &lt;br /&gt;Amerika Serikat menginterogasi agen-agen Mossad yang menangani kegiatan mata-mata Pollard agar dapat menentukan kerusakan yang diderita &lt;br /&gt;Amerika Serikat dan bahaya yang mungkin dialami agen-agen Amerika di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian rahasia paling sensitif yang dicuri oleh Pollard mungkin telah dijual atau dibarter oleh pihak Israel ke Uni Soviet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah agen kunci CIA di Blok Timur diduga dieksekusi sebagai akibat kegiatan mata-mata Pollard. KGB kemungkinan besar mendapatkan akses &lt;br /&gt;ke kode-kode Amerika Serikat yang sangat rahasia – baik secara langsung dari Israel atau melalui kegiatan mata-mata dalam pemerintahan &lt;br /&gt;Israel. Dengan kata lain, tindakan subversi Pollard menyebabkan salah satu bencana keamanan paling buruk dalam sejarah modern Amerika &lt;br /&gt;Serikat … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Israel yang menerima milyaran dolar bantuan Amerika, secara subversif telah memata-matai dan membahayakan keamanan &lt;br /&gt;Amerika Serikat. Untuk memperlihatkan lebih lanjut kebencian mereka kepada bangsa Amerika, mereka bahkan membarter informasi yang sangat &lt;br /&gt;rahasia dimana mereka telah curi dari kita – kepada musuh Amerika. Bahkan setelah public relations Israel meminta maaf atas kasus kegiatan &lt;br /&gt;mata-mata Pollard, negeri Yahudi ini terus menerus melakukan kegiatan mata-mata atas Amerika Serikat. Harian Los Angeles Times pada tahun &lt;br /&gt;1997 melaporkan bahwa seorang Yahudi Amerika bernama David A. Tenenbaum “mengakui menyerahkan informasi rahasia kepada Israel.”(30) &lt;br /&gt;Mengutip artikel harian Los Angeles Times itu, “Seorang insinyur sipil yang bekerja di fasilitas komando Angkatan Bersenjata Amerika &lt;br /&gt;Serikat dekat Detroit telah mengakui menyerahkan informasi militer rahasia kepada para pejabat Israel selama 10 tahun terakhir.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setelah Israel terbukti keinginannya untuk memata-mata kita dan secara kritis merusak kegiatan operasi intelijen Amerika, Presiden &lt;br /&gt;Clinton menunjuk seorang Yahudi Zionis yang penuh dedikasi untuk menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional, posisi intelijen &lt;br /&gt;tertinggi di Gedung Putih. Bahkan harian Israeli, Maariv, menyebut Berger sebagai seorang “Yahudi yang bersahabat,” berarti dia mengabdi &lt;br /&gt;pertama-tama kepada Israel.(31) Dengan menunjuk Berger sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional setelah Kasus Mata-mata Pollard merupakan &lt;br /&gt;kegilaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan Israel dapat melakukan tindakan kekerasan ini terhadap Amerika Serikat tanpa mengalami serangan media massa atau bahkan &lt;br /&gt;pengakhiran bantuan kepada Israel, menunjukkan kekuatan Israel yang begitu besar terhadap negara dan bangsa Amerika dan tindakan subversif &lt;br /&gt;yang telah menancap dalam hingga eselon paling tinggi dalam birokrasi pemerintahan Amerika Serikat. Oleh karena itu, dapat dipastikan &lt;br /&gt;Ariel Sharon dapat mengeluarkan pernyataan berikut ini kepada Simon Peres yang menyatakan Israeldapat kehilangan bantuan Amerika bila &lt;br /&gt;negeri ini tidak menghentikan berbagai serangan terakhirnya. Sharon menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap waktu kita melakukan sesuatu Anda mengatakan kepada saya Amerika akan melakukan ini dan itu . . . Saya tegaskan kepada Anda: &lt;br /&gt;Jangan kuatir dengan tekanan Amerika kepada Israel. Kita, bangsa Yahudi, mengontrol Amerika dan bangsa Amerika tahu hal ini” --- Ariel &lt;br /&gt;Sharon, 3 Oktober 2001 (32) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Jonathan Pollard melakukan pengkhianatan terhadap bangsa Amerika. Seluruh mereka yang berada di dalam pemerintahan Amerika &lt;br /&gt;yang akan terus menerus memberikan dukungan secara militer dan moneter kepada sebuah bangsa asing yang memata-matai kita dan melakukan &lt;br /&gt;kerusakan secara parah terhadap operasi intelijen kita (dan menyebabkan kematian agen-agen Amerika) telah melakukan pengkhianatan kepada &lt;br /&gt;bangsa Amerika Serikat. Merespons terhadap tindakan subversi yang terus menerus terhadap Amerika Serikat, sebuah Pemerintahan Amerika yang &lt;br /&gt;patriotis akan (paling minimal) mengakhiri dukungan kita kepada Israel. Mendukung sebuah bangsa asing setelah negara tersebut dengan &lt;br /&gt;sengaja melakukan tindakan subversi terhadap bangsa Amerika adalah bentuk pengkhianatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, catatan ini sudah jelas. Israel adalah negara teroris yang paling buruk di muka bumi. Israel dan para pemimpin &lt;br /&gt;terorisnya seperti Begin, Shamir dan Sharon telah melakukan pembersihan etnik, pemboman, penembakan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap &lt;br /&gt;rakyat Palestina selama setengah abad terakhir. Israel juga telah melakukan berbagai tindakan subversi dan terorisme terhadap Amerika &lt;br /&gt;Serikat seperti kasus Lavon Affair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel juga telah melakukan berbagai tindakan subversi dan terorisme terhadap bangsa Amerika Serikat sebagaimana saya dengan jelas &lt;br /&gt;mengungkapkan dalam dokumentasi kasus Lavon Affair, Skandal Mata-mata Pollard dan Serangan terhadap kapal perang USS Liberty. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuatan Israel yang begitu besar di media massa dan pemerintahan, para pengkhianat terhadap negara Amerika Serikat terus menerus &lt;br /&gt;mendukung, dengan sedikit rasa takut untuk dihukum, bangsa teroris yang paling kejam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya para pengkhianat terhadap negara Amerika Serikat mensuplai Israel dengan berbagai senjata canggih yang digunakan untuk &lt;br /&gt;melakukan serangan teroris atas Kebebasan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berbagai upaya Yahudi dan para pengkhianat lainnya terhadap Amerika Serikat, pemerintah Amerika telah mengungkapkan kebijakan &lt;br /&gt;luar negeri yang berulang-ulang mengkhianati kepentingan dasar bangsa Amerika. Dukungan moneter dan militer Amerika telah memungkinkan &lt;br /&gt;Israel melanjutkan serangan terorisme yang terus menerus terhadap warga Palestina. Dukungan pengkhianat Amerika atas teror Israel &lt;br /&gt;menyebabkan kebencian yang mendalam atas Amerika Serikat, terutama kepentingan strategis dan ekonomi Amerika dan termasuk benih terorisme &lt;br /&gt;yang sekarang ini berkembang biak terhadap negara Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengkhianat yang menjual Amerika kepada Israel sama salahnya dengan menyebabkan melayangnya 5000 nyawa orang Amerika pada 11 &lt;br /&gt;September seperti mereka yang membajak dan menabrakkan pesawat-pesawatnya ke gedung kembar World Trade Center dan Pentagon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel menginginkan tindakan terorisme Arab melawan bangsa-bangsa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun terakhir, Israel mengalami bencana hubungan masyarakat yang paling buruk dalam sejarahnya. Terpilihnya pelaku &lt;br /&gt;pembunuhan massal, Ariel Sharon sebagai perdana menteri Israel merupakan upaya terakhir bagi jutaan orang yang berpikir lugu di &lt;br /&gt;seluruh dunia. Konferensi PBB tentang Rasisme, dimana menyebut Israel sebagai sebuah "Negara Apartheid," juga menandakan semakin &lt;br /&gt;tumbuhnya sikap berseberangan dengan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tiba-tiba serangan atas World Trade Center telah merubah sikap berseberangan dunia atas Israel. Apakah hal ini hanya suatu &lt;br /&gt;kebetulan bagi Israel? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana saya ungkapkan di artikel ini, para pemimpin Israel telah meluncurkan sejumlah serangan teroris terhadap bangsa Amerika &lt;br /&gt;dengan menuding sebagai serangan Arab, karena mereka tahu setiap serangan teroris Arab terhadap negara Amerika akan mengusung kepentingan &lt;br /&gt;Israel sendiri. Mereka sepenuhnya sadar bahwa lebih besar serangan terhadap Amerika; semakin banyak pembunuhan massal, maka lebih baik &lt;br /&gt;lagi bagi Israel. Ariel Sharon mempelajari sebuah pelajaran penting di Beirut. Agaknya lebih dari melakukan tindakan subversi secara &lt;br /&gt;langsung terhadap Amerika seperti kasus Lavon Affair dan serangan atas kapal perang USS Liberty, maka jauh lebih mudah dan lebih aman &lt;br /&gt;bagi Israel untuk terus melakukan tindakan subversif, seperti di kamp pengungsi Sabra dan Shatila atas rakyat Arab agar dapat mendorong &lt;br /&gt;musuh-musuh Islam mereka melakukan tindakan terorisme atas Barat. Apa yang terjadi dalam pemboman balas dendam atas Marinir Amerika dan &lt;br /&gt;Pasukan Para Perancis di Beirut, dan teror Israel yang telah memotivasi Serangan atas Gedung Kembar WTC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Peran Israel dalam Serangan WTC? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Washington Times menurunkan sebuah artikel pada 10 September 2001 mengenai kajian 68 halaman yang dikeluarkan oleh U.S. Army School &lt;br /&gt;for Advanced Military Studies (SAMS). Kajian ini yang dikeluarkan oleh sekolah pasukan khusus Amerika Serikat, menjelaskan secara terinci &lt;br /&gt;kemungkinan bahaya kekuatan pendudukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Di bawah ini komentar artikel tentang &lt;br /&gt;pandangan kajian ini atas Mossad Israel: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Mossad, dinas intelijen Israel, para perwira SAMS berkata: "Bengis, licik dan sukar ditebak. Dinas rahasia ini mempunyai kemampuan &lt;br /&gt;menyerang pasukan tempur Amerika Serikat dan menjadikan Amerika dan menjadikannya seperti tindakan mereka atas rakyat Palestina/Arab." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ironis, dalam waktu 24 jam dari penerbitan artikel itu, gedung kembar World Trade Center dan Pentagon diserang. Dapatkah “Mossad yang &lt;br /&gt;sukar ditebak dan licik itu,” seperti penjelasan para Perwira Angkatan Bersenjata Amerika itu, secara rahasia berada di belakang serangan &lt;br /&gt;itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mossad adalah organisasi teroris yang paling kejam di seluruh dunia. Dinas intelijen Israel ini juga salah satu organisasi intelijen yang &lt;br /&gt;paling besar dan canggih. Tidak satupun negara mendekati luas dan kekuatannya di wilayah Timur Tengah. Dinas rahasia ini membanggakan &lt;br /&gt;dirinya karena mampu menginfiltrasi setiap organisasi militan Arab dan Palestina di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, FBI dan CIA dengan jelas menyatakan serangan atas Gedung WTC dan Pentagon adalah operasi rahasia berskala besar dengan &lt;br /&gt;mempergunakan jaringan internasional sekurang-kurangnya seratus teroris lintas tiga benua. Dapatkah agen-agen Mossad di Al-Qaida maupun &lt;br /&gt;jaringan ribuan infiltrator dan informan Mossad tidak mengetahui tentang operasi teroris Arab yang paling luas dan ambisius ini dalam &lt;br /&gt;sejarah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sangat sulit untuk membuktikan peranan yang tepat dari sebuah organisasi luar negeri dan rahasia itu, seperti Mossad, dalam &lt;br /&gt;sebuah tindakan teroris; mereka tidak mau mengungkapkan seluk-beluk ini di Internet. Tetapi, bukti-bukti yang kuat terlihat bahwa pihak &lt;br /&gt;Israel telah mengetahui sebelum serangan 11 September atas Amerika itu. Dan apabila mereka sebelumnya mengetahui tindakan terorisme ini – &lt;br /&gt;dan kemudian dengan mentalitas berdarah dingin tidak memperingatkan Amerika Serikat karena mereka melihat pembunuhan massal ribuan warga &lt;br /&gt;Amrika sebagai hal yang baik bagi Israel – oleh karena itu, mereka tidak merasa punya tekanan sebenarnya menghasut dan secara tersamar &lt;br /&gt;membantu rencana teroris ini melalui agent provocateurs negara Zionis ini. Coba lihat berbagai bukti kuat yang mengindikasikan Mossad &lt;br /&gt;mengetahui sebelumnya serangan 11 September tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti Tindakan Subversif Mossad dalam Serangan WTC &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari setelah serangan atas Gedung World Trade Center, harian Israel Jerusalem Post, melaporkan 4000 orang Israel hilang dalam serangan di &lt;br /&gt;WTC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Luar Negeri Israel mengumpulkan jumlah korban itu dari para keluarga Israel yang dalam beberapa jam pertama setelah serangan &lt;br /&gt;itu, mengontak Kementerian Luar Negeri Israel dan memberikan nama-nama teman dan saudara yang bekerja di Gedung Kembar WTC atau yang &lt;br /&gt;mempunyai kegiatan bisnis yang dijadwalkan di gedung tersebut atau gedung-gedung sekitarnya. Bahkan tanpa membaca artikel ini di &lt;br /&gt;Jerusalem Post itu, akal sehat kita dapat mengungkapkan bahwa akan ada ratusan, bila tidak ribuan orang Israel di gedung WTC pada waktu &lt;br /&gt;serangan itu berlangsung. Keterlibatan Yahudi internasionall dalam bidang perbankan dan keuangan sudah menjadi legenda. Misalnya, dua &lt;br /&gt;firma terkaya di New York adalah Goldman-Sachs dan Solomon Brothers; dan keduanya berkantor di Gedung Kembar WTC itu. Banyak eksekutif &lt;br /&gt;di kedua firma itu secara regular pulang pergi Israel. New York adalah pusat kekuatan keuangan Yahudi yang terbesar di dunia dan Gedung &lt;br /&gt;World Trade Center berada di pusat kekuatan Yahudi itu. Dapat diduga jumlah kematian orang Israel akan begitu besar. Harian Jerusalem Post &lt;br /&gt;dengan pasti memperkirakan pada 12 September 2001. Di bawah ini permulaan dari artikel tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Warga Israel Hilang dekat Gedung Kembar WTC, Pentagon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Luar Negeri Israel di Jerusalem sejauh ini telah menerima nama-nama 4000 warga Israel yang diyakini berada di area &lt;br /&gt;Gedung Kembar World Trade Center dan Pentagon pada waktu serangan itu terjadi. (Headline dan kalimat pertama pada artikel yang terbit &lt;br /&gt;di harian Jerusalem Post) (33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika George Bush membuat pernyataannya di depan Kongres, dia membuat kesalahan yang mendalam selain menyatakan bahwa para penyerang &lt;br /&gt;WTC melakukan hal ini "karena membenci kebebasan". Bush juga membuat pernyataan selain ribuan warga Amerika, 130 Israel meninggal di &lt;br /&gt;WTC. Mendengar jumlah 130 warga Israel yang meninggal, terlihat begitu rendah bagi penulis. Apabila 4000 warga Israel berada di &lt;br /&gt;WTC dan jumlah korban WTC sekitar 4500 (sekitar 10 persen dari 45.000 orang yang umumnya bekerja di gedung ini pada waktu itu), maka &lt;br /&gt;jumlah korban warga Israel secara statistik seharusnya sekitar 400 dan bukan 130 jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pusat kegiatan bisnis dan gedung perkantoran, Gedung Kembar World Trade Center bukanlah jenis gedung semacam MacDonald atau &lt;br /&gt;gedung bagi para pekerja ber-upah rendah; gedung ini ditempati para pegawai eksekutif dan jenis pekerjaan berlevel tinggi dan teknologi &lt;br /&gt;tinggi serta bergaji tinggi, terutama dalam bidang keuangan, perbankan dan saham. Saya bertanya pada diri sendiri bagaimana hanya dapat &lt;br /&gt;ada 130 warga Israel yang meninggal, sedangkan 199 warga Kolombia dan 428 warga Filipina meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada berbagai artikel penulis lainnya tentang teror 11 September, penulis tidak mengungkapkan kecurigaan ini karena saya selalu berupaya &lt;br /&gt;tidak menulis segala sesuatu yang saya tidak dapat dengan tegas meyakininya. Tetapi, ketika meneliti artikel tentang terorisme Israel &lt;br /&gt;terhadap Palestina dan Amerika, saya menemukan fakta yang sangat mencengangkan dari yang saya telah lihat selama bertahun-tahun melakukan&lt;br /&gt;penelitian dan penulisan. Saya menemukan fakta sederhana dengan implikasi yang begitu mendalam berkenaan dengan serangan teror September &lt;br /&gt;tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian atas ratusan artikel yang mencoba melacak jumlah sebenarnya warga Israel yang meninggal itu, saya menemukan sebuah berita di &lt;br /&gt;harian New York Times yang mengklarifikasi bahwa jumlah yang tepat warga Israel yang meninggal dalam serangan atas Gedung World Trade &lt;br /&gt;Center. Artikel ini mengungkapkan bahwa di antara 130 warga Israel yang diklaim Presiden Bush mati di Gedung World Trade Center, sekitar &lt;br /&gt;129 di antaranya masih hidup. Hanya satu warga Israel sebenarnya meninggal. Saya tidak percaya. “Tuhan Yang Maha Baik,” kata saya dalam &lt;br /&gt;hati, “hanya satu orang Israel meninggal!" Berikut ini cuplikan dari artikel di harian di New York Times tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi berbagai wawancara dengan banyak pejabat konsulat Israel, hari Jum'at lalu, mengungkapkan daftar orang-orang yang sudah dikumpulkan &lt;br /&gt;dari berbagai pihak. Misalnya, kota ini telah menerima berbagai laporan tentang banyak warga Israel yang diperkirakan hilang di tempat &lt;br /&gt;kejadian dan Presiden Bush dalam pidato kenegaraannya ke seluruh negeri pada hari Kamis malam menyebutkan sekitar 130 warga Israel mati &lt;br /&gt;dalam serangan WTC tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hari Jum'at lalu, Alon Pinkas, konsul general Israel di sini, mengatakan daftar orang-orang yang hilang mencakup laporan dari &lt;br /&gt;orang-orang yang telah menelepon ke konsultan ini karena, misalnya, saudara-saudaranya di New York tidak menjawab sambungan telepon dari &lt;br /&gt;Israel. Namun, pada kenyataan hanya ada tiga orang Israel yang diyakini mati: dua orang di pesawat terbang yang ditabrakan dan satu yang &lt;br /&gt;sedang mengunjungi Gedung Kembar WTC ini untuk urusan bisnis dan sudah diidentifikasi dan dikuburkan. (New York Times, 22 September) (34) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total tewas 130 jiwa yang begitu rendah mengungkapkan sejumlah orang Israel di Gedung Kembar WTC telah diberi peringatan sebelum serangan &lt;br /&gt;berlangsung. Ketika saya menemukan kebenaran hanya satu warga Israel mati, maka dapat dipastikan ada peringatan sebelumnya bagi banyak &lt;br /&gt;warga Israel. Dengan hanya korban satu warga Israel di antara 4500 orang yang tewas di WTC suatu ketidaklaziman secara statistik. &lt;br /&gt;Bahkan apabila kementerian luar negeri Israel dan harian Israel Jerusalem Post memperkirakan jumlah warga Israel di Gedung Kembar WTC, &lt;br /&gt;misalnya, 3000 orang (400 persen), maka seharusnya ada sekitar 1000 warga Israel pada waktu serangan itu berlangsung. Kemudian, apabila &lt;br /&gt;hanya beberapa ratus warga Israel ada pada waktu serangan itu, hanya satu warga Israel yang mati, maka secara statistik realitas itu suatu &lt;br /&gt;yang sangat tidak masuk akal. Tanggal 11 September mesti merupakan sebuah hari libur bagi kaum Yahudi atau sejumlah warga Israel telah &lt;br /&gt;diberi peringatan terlebih dahulu tentang serangan yang akan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;555555555555555555555&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Dini bagi Warga Israel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin berikutnya yang penulis teliti adalah melihat apabila ada konfirmasi peringatan dini terhadap warga Israel sebelum serangan &lt;br /&gt;11 September itu. Penulis menemukan sebuah artikel di Newsbytes, sebuah layanan berita dari harian Washington Post, berjudul &lt;br /&gt;“Instant Messages To Israel Warned of WTC attack.”(35) Harian Israel, Ha'aretz, juga mengkonfirmasi peringatan dini bagi Israel dan &lt;br /&gt;menegaskan FBI sedang menginvestigasi berbagai peringatan dini tersebut.(36) Artikel ini menjelaskan bahwa sebuah firma jasa pemberi &lt;br /&gt;kabar Israel, Odigo, dengan kantor di Gedung Kembar WTC dan Israel, menerima sejumlah peringatan dini ini tepat dua jam sebelum serangan &lt;br /&gt;tersebut terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instant Messages To Israel Warned Of WTC Attack &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah direktur perusahaan Yahudi Odigo, firma jasa pemberi kabar, mengkonfirmasi hari ini bahwa dua pegawainya menerima telegram &lt;br /&gt;peringatan tentang sebuah serangan di Gedung Kembar World Trade Center dua jam sebelum para teroris menabrakkan pesawat-pesawat terbang &lt;br /&gt;komersial ke gedung cirri khas kota New York itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Alex Diamandis, wakil presiden pemasaran dan penjualan, mengkonfirmasi bahwa para pegawai di kantor litbang dan penjualan &lt;br /&gt;internasional perusahaan Odigo di Israel menerima sebuah peringatan dari seorang pelanggan Odigo sekitar dua jam sebelum serangan &lt;br /&gt;pertama terjadi. (Dari Newsbytes harian Washington Post) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sekarang kita mempunyai bukti yang sangat jelas dan meyakinkan dari sumber-sumber yang tidak diragukan bahwa Israel &lt;br /&gt;sudah mengetahui sebelumnya tentang serangan ini. Pertama, tanpa peringatan dini, tidak mungkin hanya jatuh korban satu orang Israel &lt;br /&gt;di Gedung Kembar World Trade Center. Kedua, ada konfirmasi yang jelas bahwa sebuah perusahaan dengan kantor-kantor baik di Israel dan &lt;br /&gt;WTC menerima berbagai peringantan tepat sebelum serangan itu berlangsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mungkin telah memberikan peringatan dini kepada warga Israel tentang serangan yang akan berlangsung, mungkinkah bukan Mossad &lt;br /&gt;Israel? Kenyataan menunjukkan pemerintah Israel telah mendapatkan informasi sebelumnya tentang serangan ini dan telah memperingatkan warga &lt;br /&gt;Israel yang kemungkinan besar menjadi korban, tetapi kemudian secara sadar membiarkan ribuan warga Amerika meninggal – membuat warga &lt;br /&gt;Israel sama bertanggungjawabnya dalam tindakan pembunuhan ini seperti para penyerang Arab terhadap gedung WTC tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang baik bagi Israel buruk bagi Amerika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat pastikan tumbuh berkembang rasa suka cita dalam hati-hati seluruh teroris Israel ketika menyaksikan keluarnya awan putih dari &lt;br /&gt;gedung kembar tersebut. FBI bahkan menahan lima warga Israel di sebuah atap gedung dekat gedung jangkung tersebut ketika men-videotape-kan &lt;br /&gt;dan bergembira ria dengan seluruh peristiwa tersebut.(37) Mereka tahu bahwa bangsa perlawanan dunia dan Amerika terhadap Supremasisme dan &lt;br /&gt;terorisme Israel itu keliru dengan runtuhnya gedung kembar tersebut. Agaknya, pernyataan yang paling tepat adalah ketika seorang reporter &lt;br /&gt;harian NY Times mengajukan pertanyaan kepada mantan PM Israel, Benjamin Netanyahu, seorang pemimpin yang sama radikalnya dengan Ariel &lt;br /&gt;Sharon. Berikut ini pernyataan yang mengejutkan dari mantan PM Israel tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya malam itu tentang apakah serangan itu punya makna dalam hubungan antara Amerika dan Israel, Benjamin Netanyahu, mantan &lt;br /&gt;perdana menteri itu, menjawab "Sangat baik sekali." Kemudian dia meralat sendiri pernyataannya itu: "Baik, tidak sangat baik, &lt;br /&gt;tetapi peristiwa ini akan menumbuhkan rasa simpati. (38) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Kembar World Trade Center Attack jelas sangat baik bagi Israel; sebenarnya Israel itu satu-satunya bangsa yang mendapatkan manfaat &lt;br /&gt;dari peristiwa tragis ini. Catatan tindakan terorisme Israel yang terus menerus selama lima puluh tahun terakhir menjadi sama sekali &lt;br /&gt;terselubungi dan tertutupi oleh horor dan gambaran visual serangan teroris yang luar biasa ini. Ketika media massa Amerika yang didominasi &lt;br /&gt;Yahudi berulang-ulang mengungkapkan beberapa warga Palestina yang lama menderita serangan ini merayakan serangan itu, rakyat Palestina &lt;br /&gt;digambarkan secara kurang adil di balik teror gedung WTC ini, walaupun setiap organisasi Palestina mengutuk serangan tersebut dan tidak &lt;br /&gt;satupun warga Palestina terbukti terkait dengan peristiwa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya bangsa Amerika Serikat yang paling menderita dari semua hal ini, dengan korban hampir mencapai 5000 jiwa, kehancuran ekonomi &lt;br /&gt;dan reaksi paling buruk terhadap kebebasan Konstitusi dalam sejarah Amerika. Kasus Lavon Affair, Serangan terhadap kapal perang USS &lt;br /&gt;Liberty dan kegiatan mata-mata Jonathon Pollard serta pembunuhan 5000 warga Amerika dalam serangan 11 September – seluruhnya baik bagi &lt;br /&gt;Israel, tetapi begitu buruk bagi Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Amerika Serikat akan sepenuhnya memahami apa yang baik bagi negara teroris Israel suatu yang destruktif dan bahkan mematikan bagi &lt;br /&gt;bangsa dan negara Amerika Serikat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita akan menghentikan sama sekali agen mata-mata Israel dan para pengkhianat Amerika yang telah mendukung selama 50 tahun tindakan &lt;br /&gt;terorisme Israel dan 50 tahun tindakan subversi terhadap bangsa dan negaranya sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedikasi hidup saya dipersembahkan bagi sebuah bangsa dan negara Amerika yang bebas, aman dan berdaulat, seorang anak bangsa Amerika yang &lt;br /&gt;berdedikasi kepada rakyat dan kepentingan Amerika sendiri; bukan untuk berbagai tujuan kriminal dari sebuah bangsa teroris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapapun biaya yang akan ditanggung oleh saya secara pribadi, saya akan terus berjuang di jalan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap Anda akan bergabung dengan saya. Saya berharap Anda tidak membeli keamanan Anda dengan mengorbankan kebebasan dan kehormatan &lt;br /&gt;Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah dengan berani menyebarkan informasi artikel ini kepada orang-orang Amerika lainnya dan bagian dunia lainnya. Berikanlah informasi &lt;br /&gt;tentang sebuah bangsa teroris yang paling buruk di atas permukaan bumi ini: Israel. Dengan demikian, Anda akan membantu menyelamatkan &lt;br /&gt;tidak hanya rakyat Palestina, tetapi juga jiwa dan kebebasan rakyat Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Duke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Anggota DPR Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat -&gt; www.davidduke.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Singkat David Duke &lt;br /&gt;Mendapat gelar BA dalam bidang Sejarah tahun 1974 dari LSU. &lt;br /&gt;Mendapat ROTC Outstanding Basic Cadet Award di LSU mengalahkan 3000 saingan lainnya. Mencapai nilai tertinggi untuk setiap mata &lt;br /&gt;pelajaran dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di Deplu Amerika Serikat di Laos selama Perang Vietnam Dimana dia menginstruksikan para perwira militer anti komunis Laos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendapat "Most Respected Instructor Award." Juga sukarelawan pada misi Air America untuk mensuplai pasukan anti-komunis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan beasiswa belajar di Goethe Institute di Salzburg, Austria. &lt;br /&gt;Mengajar di berbagai universitas di Amerika dan luar negeri, termasuk Oxford dan Cambridge di England, Harvard, USC, Vanderbilt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terpilih baru-baru ini sebagai Ketua Republican Parish Executive Committee di Louisiana. (St. Tammany RPEC, At-Large Representative, &lt;br /&gt;masa bakti 1996-2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-4397188462691573566?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/4397188462691573566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/siapakah-yang-namanya-terorist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/4397188462691573566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/4397188462691573566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/siapakah-yang-namanya-terorist.html' title='Siapakah yang Namanya Terorist'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-8712040066757261020</id><published>2008-10-14T15:59:00.002+07:00</published><updated>2008-10-14T16:03:15.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ghozwul Fikr'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>(The True Story) Mengenang Bom Bali</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/bali%20bom.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/bali%20bom.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Oktober 2002, sebuah bomb berkekuatan tinggi (High Explosive Bomb) meledak di depan Sari Club dan Peddie’s Cafe. Sebanyak 202 orang tewas seketika dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar adalah warga asing yang sedang berada di sekitar area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa 6 tahun lalu yang menggegerkan dunia, karena korban tewas maupun luka sebagian besar adalah warga asing. Hampir setiap tahunnya mereka baik keluarga korban maupun para aktivis HAM mengenang para korban.&lt;br /&gt;- Apa yang sesungguhnya yang terjadi? &lt;br /&gt;- Benarkah Al-Qaeda ada dibalik itu semua?&lt;br /&gt;- Apa benar yang melakukan itu adalah jaringan teroris dunia?&lt;br /&gt;- Mungkinkan rakyat sipil dapat membuat bomb dengan daya ledak yang sekuat itu? &lt;br /&gt;- Dari mana mereka mendapatkan bahan peledak itu?&lt;br /&gt;Sejuta pertanyaan terlontar dari banyak masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. Mau tahu kebenaran yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BOM LEGIAN, BALI: "TRICK" CIA-MOSSAD? AL-QAEDA LAGI DIDAKWA -- TANPA BUKTI! [1]&lt;br /&gt;Oleh Yusuf bin Jussac MR (Eks Diplomat RI (mengundurkan diri 1 Oktober 1997), penulis Draft buku:&lt;br /&gt;TEXMACOGATE: DIRTY TRICKS "R" US. The Deception Continues -- Aided By The PRESS-Whores, the Crooked &amp; Greedy Government Officials And Politicos. )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEGIAN, KUTA, BALI BOMBING: ARMAGEDON IN PARADISE -- MOSSAD ET CIA's TRICK?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagi, NKRI diguncang bencana; kali ini Bom Legian, Bali. Catatan terakhir, s/d 23.00 WIB, lebih 200 korban - mayoritas warga asing dan terutama Australia - tewas mengenaskan, badan jadi arang dan tercerai berai! Siapakah yang diuntungkan teror bom macam itu? Demikian pertanyaan yang  diajukan oleh beberapa "independent analysts", utamanya para  jurnalis independen dan pihak kritis lain di A.S., dalam analisis tajam mereka tentang bencana WTC 9-11 setahun lebih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;who benefits? Tentu bukan para keluarga korban (data resmi, korban WTC tidak lebih 3000 orang, buka www.rense.com), melainkan para "Cabals" Penguasa Bayangan di A.S., kelompok super rakus haus kekuasaan otak New U.S. Imperialism.  Mereka yang kini dijuluki "the Military – Industrial - Congressional Establishment/Complex".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam bentuk apa keuntungan itu? &lt;br /&gt;(1) Kekuasaan yang bertambah terhadap publik, melalui pemberlakuan  "PATRIOT ACT" (Undang Undang Anti Teror, silahkan baca analisis para pakar hukum di A.S., tentang ancaman Undang Undang tsb atas demokrasi); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kucuran dana segar bagi angkatan bersenjata, USD 100 Milyar, memberikan nafas baru bagi kalangan industri canggih (hi-tech) militer A.S., dan para Senator serta Wakil Rakyat - yang Negara Bagiannya dan Distriknya menjadi lokasi industri industri perang itu. Contoh, proyek GAGAL Osprey (pesawat terbang "rigid wings" berbaling baling besar, dapat berfungsi seperti heilkopter/vertikal take off) dibuat di 42 negara bagian dan distrik di seluruh A.S.; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Bahan industri hi-tech di New York Stock Exchange, yang diamati mulai anjlog dua bulan sebelum WTC 9-11, kembali menggeliat setelah bencana itu (sebelum skandal 3M &amp; Enron Gate). Terlalu banyak dibahas di sini, kaitan bencana WTC 9-11 itu dan the aftermath, utamanya kampanye Bush, Jr. dan kroninya para War-mongers- di PENTAGON seperti Paul Wolfowitz, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, para analis independen di atas, didukung pakar seismologi &amp; "controlled demolition" (pakar di perusahaan jasa peroboh gedung tinggi), mendapat bukti BARU terkini: WTC ambruk BUKAN akibat terjangan pesawat Boeing "pembajak"!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukti dan FAKTA di "ground zero", utamanya di basement gedung WTC, menunjukkan bahwa SEBELUM gedung kembar  itu ambles ke bumi terjadi ledakan di bawah lokasi WTC! Baja pelapis fondasi beton WTC, setebal lebih dua inci, lumer akibat panas api yang melebihi titik bakar avtur bahan bakar jet pesawat penabrak! Seismolog di New York mencatat "spike"/lonjakan seismik secara drastis, beberapa detik, SEBELUM gedung ditabrak pesawat "pembajak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paspor "Pilot" Penabrak WTC di New York; KTP orang Indonesia di TKP Bom Legian!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di bawah, penulis kutipkan beberapa judul analisis tentang hal hal aneh di atas, agar para pembaca yang berakal jernih mampu mengurai misteri WTC 9-11 dan Bom Bali. Misalnya,  aneh bin ajaib, paspor pilot pesawat "pembajak" ujug ujug ditemukan UTUH tidak terbakar - di lokasi dekat ambruknya WTC. &lt;br /&gt;Penemunya? Salah satu Agen Dinas FBI! Fakta lain, komputer jinjing/Laptop,  yang diduga keras milik orang Al- Qaeda, ternyata TIDAK  berisi rencana serangan terhadap WTC dan PENTAGON!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, Polisi menemukan KTP orang Indonesia di lokasi bom di Legian Bali! Tentu, tidak lama lagi, akan diumumkan KTP itu milik seorang Muslim Indonesia. Lebih hebat lagi, etnis Arab-Solo, dsb! Maka lengkap sudah kampanye Bush, Jr. dan Tonny Blair, dalam rangka mengintensifkan stigmatisasi terhadap Islam. Islam diidentikkan dengan terorisme! Maka HARUS dilibas bersama A.S., Inggris, dan Australia! Menlu Australia, bahkan meyakini Bom Bali itu juga diotaki unsur Islam "keras" (di mata kaum Munafikin dan Anti- Islam!) di Solo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat peristiwa, seorang remaja Amerika di Florida menerbangkan pesawat Cessna dan menabrakkan diri di salah satu gedung tingkat milik sebuah bank terkemuka di sana? Disebarluaskan oleh kalangan pers pelacur budak Zionists dan antidemokrasi di USA, bahwa anak muda itu pemuja Osamah bin Laden! Untuk mendramatisasi anti-pati kaum Muslim (Al Qaeda) terhadap simbul kekuasaan finansial A.S., persis seperti WTC sebagai sentra finansial A.S.; maka dalam kasus di Florida itu pun yang ditabrak gedung bank terkemuka A.S. (CHASE)!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Silahkan baca sendiri, analisis Joe Vialls di salah satu judul judul di bawah. Temukan pada analisisnya, disokong bukti bukti di lapangan dan kesaksian pilot serta navigator helikopter Coast Guard A.S. (yang mencoba menghalau pilot remaja itu) -  bahwa anak muda na'as itu sudah mati SEBELUM menabrakkan  diri ke gedung tersebut! Hanya orang orang gebleg, yang mau  termakan disinformasi intelijens A.S. dan kalangan media yang telah disusupinya (baca: "Mockingbird").&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu peristiwa kedua serupa, yang berhasil diurai Joe Vialls sebagai akal-akalan pihak dinas intelijens sinting (termasuk CIA) di Amerika. Baca di artikelnya yang sama, "serangan" seorang pria dengan pesawat Cessna juga, atas Gedung Putih pada tahun 1995! Pilot Cessna itu juga sudah mati, sebelum pesawatnya menghunjam di halaman belakang Gedung Putih! Kesimpulannya? Dalam dua insiden itu, kedua pesawat Cessna itu dikendalikan secara "remote"! Sebuah teknologi bukan baru, yang telah dikuasai dan DIUJI-COBA kalangan intelijens Amerika! Baca, "HOMERUN".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, di kawasan McLean Virginia dan seputar Washington, D.C., terjadi "teror" penembakan gelap! Sekali lagi, kelompok sinting di seputar Bush, Jr. sedang kebingungan, akibat memudarnya "ke-terhipnotis-an" masyarakat awam; dari ketakutan massal paska bencana WTC 9- 11. Maka, logis, dosisnya  harus ditambah dengan serangkaian TEROR anyar. Peledakan kapal tanker BBM salah satu negara Eropa, di perairan Yaman, adalah salah satunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu belum cukup, maka Bali pun dihajar pula! WHY BALI? Why Cafe yang eksklusif untuk turis asing dan mayoritas bule Australia? Hitung lagi "death toll" Bom Legian itu; warga A.S. dapat dihitung dengan jari! Kaitkan pula FAKTA itu, dengan WARNING Kemlu A.S. agar seluruh warga A.S. menjauhi tempat "kongkow-kongkow" seperti itu - yaitu 1-2 hari sebelum Bom Legian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak pula, sebelum terjadi bencana WTC 9-11 dan serangan atas PENTAGON, warning terhadap seluruh warga Yahudi pekerja di gedung WTC (4000 orang), juga terhadap Walikota San Francisco, serta via "instant messages" di kantor ODIGO di A.S. yang berkantor pusat di Israel! Amati pula, WHY beberapa minggu SEBELUM bencana WTC 9-11 itu, Wapres A.S. menghindari seluruh penerbangan komersial di Amerika? Mengapa pula sebelum bencana itu, para elit sinting PENTAGON dan intelijens A.S. melakukan "simulasi  bencana skala nasional"? Anda tidak akan pernah membaca kronologi kejadian aneh PRA-WTC 911 itu, di "mainstream media" di A.S.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu, akhirnya diungkapkan di salah satu analisis dalam daftar di bawah (serial temuan bukti bukti dan "kebetulan kebetulan" tidak masuk akal, tapi mengarah pada kesimpulan yang sama bahwa Bush dan kroninya, termasuk kalangan media yang dikuasai "Pengendali"; telah mengetahui bakal terjadi bencana 9-11!). Sangat disayangkan, para petinggi NKRI, kini TERCEKOKI oleh HIPNOTIS MASSAL Bush cs di atas. Yaitu bahwa Bom Legian, Bali diotaki jaringan Al-Qaeda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis peledak (bukan bom!) C4 tidak dapat dimiliki sembarang orang, kecuali satuan khas super rahasia "Counter intelligence Unit". Tebak sendiri, unit khas mana di NKRI yang punya akses kepada peledak C4. Dikemas berbentuk cemilan cokelat atau permen karet, agen rahasia MOSSAD, M15 (Inggris), dan CIA di NKRI, dapat dengan sangat mudah membawa C4 masuk ke Bali!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 1987, ketika masih tugas di Washington, D.C., seorang kenalan baru (bertemu di resepsi HUT ABRI di KBRI) mencoba merekrut penulis. Orang itu, "RL", berpenampilan atletis, mengaku punya hubungan dengan salah satu dinas intelijens di A.S. bukan CIA. Ia meyakinkan penulis, bahwa ia dan organisasinya "We have our men in Indonesia". Orang itu berkantor di Virginia, tidak jauh dari markas dinas rahasia militer DIA (BIA-nya A.S.)!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cermati pula jaringan Narkoba (asing) di Bali. Sekitar dua bulan yang lalu, Imigrasi di Bali mendeportase seorang gembong narkoba dari Italia (?). Kalangan Mafia Italia pun mampu mendapat C4 di pasar gelap. You have the money, you get the C4! Piece of cake! Cermati pula DISERTIR  dari unit khas di TNI-AD. Mereka kini berkeliaran, di zona zona konflik dan rawan gegeran sospol - antara lain, Aceh, Poso, Ambon/Maluku, dan Papua. Bali adalah "flash point" Hindu - Islam!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pihak luar manapun (M15, MOSSAD, dan CIA) membutuhkan keahlian dan kecakapan khas para disertir yang highly-trained professionals (dalam "dirty ops") itu - untuk berteror-ria mengacaukan NKRI - no problem! Money talk, man! You pay, we play! Itulah pola pikir praktis (ruthless!) para disertir yang tidak bergaji lagi! Yang masih "active duty", jadi anggota pasukan khas saja, leluasa mencekik Theys! Apalagi para disertir! Ingat penembakan atas guru dari A.S., di seputar lokasi FREEPORT, Agustus/September 2002? Ulah OPM? Mbahmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eks Ketua Komisi 1 DPR (2000 - 2002 awal) Drs. Yasril Ananta Baharuddin (sorry, if I mispelled your name) pun mengindikasikan; kemungkinan bom Legian itu bagian dari permainan intelijens Barat tertentu (thank you, Bung Yasril; I know yang anda maksudkan, itu para elit sinting di kedua pinggiran Potomac River!).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Why BALI? Simple, folks. Pulau Dewata mayoritas berpenduduk Hindu Bali; Muslim minoritas. Bali juga mesin valas sangat liquid, berkat puluhan ribu turis asing perhari, utamanya dari Australia. Cermati Kashmir, dikepung kaum Hindu. Gejolak berdarah tanpa henti, yang berulangkali memaksa India an Pakistan nyaris berlaga dengan senjata nuklir! Dengan struktur masyarakat seperti itu, Hindu Bali sebagai mayoritas mutlak, maka Bali menjadi "easy target"; bagi sebuah rekayasa teror aspal untuk memojokkan Muslim NKRI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motive lain, memberi "pelajaran" bagi Australia, yang secara resmi BELUM committed mengirim pasukannya dalam serbuan A.S. terhadap Irak! Sebab ditentang sebagian warga Australia. Maka klop, logis kalau Bush cs. gusar. Bakal jadi next target teror aspal CIA; dimungkinkan Russia, Perancis, dan RRC. Sebab ketiga negara ini tidak menyetujui rencana serbuan A.S. atas Irak. Dari sikap menunggu O.K. Dewan Keamanan PBB (oleh Menlu RI), dua hari kemudian berobah menjadi sikap resmi Pemerintah RI  MENENTANG rencana serbuan A.S. itu - dan terjadilah Kiamat Bali! Sebuah rangkaian kebetulan? Tengok kembali, berbagai "faktor kebetulan" Pra-WTC 9-11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-8712040066757261020?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/8712040066757261020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/true-story-mengenang-bom-bali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/8712040066757261020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/8712040066757261020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/true-story-mengenang-bom-bali.html' title='(The True Story) Mengenang Bom Bali'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-1550604553912730247</id><published>2008-10-14T15:51:00.003+07:00</published><updated>2008-10-14T15:57:14.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>Intelijen AS Akui Sulitnya Situasi Perang di Afghanistan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/stories/taliban1-berkumpul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/taliban1-berkumpul.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KABUL (Arrahmah.com) - Pengakuan kekalahan  pasukan AS di Afghanistan  kali kini muncul dari badan koordinasi  intelijen AS yang tergabung dalam The National Intelligence Estimate (NIE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;NIE yang merupakan perkumpulan 16 badan intelijen AS, baru-baru ini, mengeluarkan  joint report  yang mengakui sulitnya situasi peperangan di Afghanistan&lt;br /&gt;Laporan itu juga meragukan kemampuan pasukan AS dan Pemerintah Afghanistan untuk membendung pengaruh kelompok jihad Taliban di Afghanistan. Ke-16 Badan intelijen AS itu mendesak perlunya dilakukan  perubahan mendasar dalam strategi  perang  yang diadopsi NATO dan AS selama ini, menyusul terus meningkatnya intensitas serangan mujahidin Taliban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Gubernur Helmand, Gulab Mangal, kelompok Taliban saat ini diperkirakan telah menguasai lebih dari separuh wilayah utara Afghanistan. Padahal di kawasan ini terdapat 8.000 pasukan Inggris. Bahkan sebuah laporan Scenelis Council, mensiyalir Taliban telah memiliki basis-basis permanent di hampir separuh wilayah Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan perkiraan keadaan yang dikeluarkan oleh NIE, sebenarnya akan dirilis setelah pelaksanaan pemilu Presiden, namun sengaja dibocorkan ke beberapa media. Pembocoran laporan tersebut, menurut beberapa sumber,  tampaknya ditujukan untuk menjadi perhatian kedua Capres AS, karena  baik Obama dan Maccain tidak menawarkan solusi lain, kecuali penambahan pasukan militernya di Afghanistan. Padahal penambahan pasukan dinilai masih belum efektif mengeliminasi pengaruh Taliban di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama sudah mengatakan dia akan mengirim sedikitnya dua brigade tambahan ke Afganistan. McCain juga menyuruh sedikitnya tiga lagi brigade tambahan ke negara itu. Satu Brigade terdiri dari 3.000 sampai 5.000 orang tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Gedung Putih telah memerintahkan untuk mereview ulang kebijakan dan strateginya di Afghanistan serta mengirimkan sebuah  tim ke Kabul yang dipimpin oleh Letnan Jendral Douglas Lute yang menjabat sebagai penasehat militer Presiden AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gen. David McKiernan, panglima tertinggi AS di Afganistan, sudah meminta empat lagi brigade pertempuran dan angkatan perang bantuan. Tetapi sampai sejauh ini, Pemerintah Gedung Putih karena  masih disibukan dengan perang di Irak, hanya berjanji menambah satu brigade  militer saja menjelang bulan Februari.&lt;br /&gt;Dokumen laporan NIE itu, menimpakan banyak kesalahan kepada pemerintah Afghanistan yang dinilai telah gagal  mengatasi pengaruh Taliban. Laporan tersebut juga menyebutkan kredibilitas rezim ini turun dratis karena merebaknya korupsi di kalangan pemerintahan. Presiden Afghanistan juga dinilai kurang mampu memberantas perdagangan narkoba yang kian marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak Berdialog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS di Afghanistan merasa tidak mampu mengalahkan Taliban dan bahkan menawarkan dialog. Tawaran dialog tersebut  disampaikan Komandan Pasukan Inggris di Afghanistan, Brigadir Jendral, Carleton Smith seperti dikutip Sunday Time beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Pemimpin militer Inggris itu menekankan dialog dengan Taliban sebagai hal yang sangat penting guna mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan.&lt;br /&gt;“kita harus mengubah cara penyelesaian konflik tidak lagi menggunakan senjata, tapi melalui proses dialog” ungkap Carleton Smith.&lt;br /&gt;Tapi ajakan dialog tersebut ditolak oleh Taliban. Kelompok Taliban mensyaratkan penarikan 70.000 pasukan AS dari Afghanistan terlebih dahulu sebelum dimulainya negosiasi. “syarat utamanya adalah seluruh pasukan penjajah harus keluar dari Afghanistan tanpa syarat apapun” tukas Jubir Taliban Qari Muhammad kepada Kantor Berita Afghanistan AIP. (Hanin Mazaya/SI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-1550604553912730247?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/1550604553912730247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/kabul-arrahmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1550604553912730247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1550604553912730247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/kabul-arrahmah.html' title='Intelijen AS Akui Sulitnya Situasi Perang di Afghanistan'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-1943882241123147768</id><published>2008-10-14T14:56:00.003+07:00</published><updated>2008-10-14T15:58:45.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesalahan Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Ziarah ke Kuburan Orang Sholeh</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sudirmandua.com/wp-content/uploads/2008/05/pix2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://sudirmandua.com/wp-content/uploads/2008/05/pix2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya adalah seorang wiraswasta dan waktu itu saya pernah ziarah ke salah satu makam yang ada dicirebon dan disana itu kata juru kunci makam, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita kirimkan doa buat yang dimakamkan disana setelah itu kita minta supaya yang dimakamkan itu meminta kepada allah swt supaya apa yang menjadi keinginan kita supaya di kabulkan yang saya ingin tanyakankan betul tidak seorang wali yang sudah meninggal itu dapat mendoakan kita....&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum ziarah ke kubur itu jelas dianjurkan dalam Islam. Karena didalamnya terkandung pesan agar kita ingat bahwa sebentar lagi kita pun akan ada di dalamnya. Dan semua orang pastilah akan menjadi penghuninya, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ziarah kubur ini dahulu pernah dilarang, namun Rasulullah SAW kemudian menasakh pelarangan itu dengan sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buraidah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang silahkan berziarah” (HR. Muslim 2/672)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam rangka berziarah kubur itu, kita disunnahkan untuk berdoa, yakni mendoakan mayit yang ada di kubur itu. Dan sebagai makhluq yang sudah mati, tentu doanya bukan minta fasilitas kehidupan seperti punya anak, istri cantik, duit banyak, lulus ujian, diterima pekerjaan, dagangan laku atau terpilih jadi anggota legislatif. Mereka sudah tidak butuh semua itu di alam barzakh. Yang mereka butuhkan adalah keringan dari siksa kubur dan pahala yang akan membuat mereka bisa masuk surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu maka Rasulullah SAW mengajarkan bila kita berziarah kubur untuk mendoakan mayat dengan lafaz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW : “Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, “Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya –insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:” Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:” mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya” (HR Abu Dawud) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keyakinan bahwa orang yang sudah mati itu lantas berdoa juga kepada Allah SWT untuk kebaikan kita, maka ada yang salah dalam memahaminya. Selain itu, menziarahi makam para wali itu harus dicermati dengan pemahaman akidah yang benar. Misalnya antar lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa orang yang sudah mati itu tidak bisa berdoa demi keselamatan dirinya sendiri, bahkan sibuk mengharapkan kiriman pahala bantuan dari orang yang masih hidup. Lalu bagaimana pula dia berdoa untuk keselamatan orang lain ? &lt;br /&gt;Bahwa kita dibolehkan meminta untuk didoakan oleh orang yang shaleh dan dekat hubungan dengan Allah SWT. Namun bila orang shalih itu sudah wafat, tentu saja sudah lain lagi urusannya. Sebab mereka yang sudah mati sudah tidak lagi berurusan dengan yang masih hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa meminta kepada mendoakan orang yang sudah wafat agar ruh orang mati itu mendoakan kita bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan pada prakteknya, justru hal itu sangat sulit dibedakan dengan meminta kepada ruh orang mati. Minta istri, lulus ujian, dagangan laku, naik jabatan, terpilih jadi wakil rakyat dan seterusnya. Tentu saja meminta kepada selain Allah SWT adalah syirik yang harus dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebenarnya, para wali yang diziarahi itu dulunya bukanlah tokoh sakti mandraguna yang punya sekian jenis ajian ghaib. Mereka itu adalah para pemimpin wilayah negeri Islam dalam sistem hukum negara Islam Demak. Istilah ‘wali’ yang disematkan kepada mereka bukanlah waliyullah yang umumnya dinisbatkan kepada orang ahli ibadat dan punya keistimewaan ini dan itu. Namun makna wali adalah pemimpin sebuah wilayah secara hukum dan administratif. Barangkali sekarang ini seperti gubernur. Hanya saja sistem hukumnya adalah hukum Islam. Itulah yang dikatakan para sejarawan tentang para wali songo itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cerita yang beredar di tengah masyarakat itu sebenarnya tidak pernah bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya secara ilmiyah. Dan alangkah naifnya bila sosok para pemimpin Islam dan penyebar Islam di tanah Jawa itu disamakan dengan tokoh dunia persilatan yang bisa terbang, menghilang, bisa membuat hal ghaib dan sejenisnya. Sungguh sebuah pemahaman keliru yang disengaja oleh pihak yang ingin mencoreng nama baik Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu cukuplah hadits Rasulullah SAW melarang kita melakukan praktek peribadatan di area makam orang shalih berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW telah melaknat orang-orang yang kerjanya ziarah kubur, orang yang menjadikan kuburan itu masjid dan meletakkan lampu di atasnya”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, Tirmizay, Ibnu Hibban dan lain-lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a`lam bishshowab. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-1943882241123147768?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/1943882241123147768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/ziarah-ke-kuburan-orang-sholeh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1943882241123147768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1943882241123147768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/ziarah-ke-kuburan-orang-sholeh.html' title='Ziarah ke Kuburan Orang Sholeh'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-6792514436340599181</id><published>2008-10-14T14:39:00.003+07:00</published><updated>2008-10-14T14:56:24.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa-fatwa terkini'/><title type='text'>Berpolitik Menurut Al-Qur'-an dan As-Sunnah</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://apps.berpolitik.com/data/buzz/berpolitik/files/images/mylensa/mylensa_691.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://apps.berpolitik.com/data/buzz/berpolitik/files/images/mylensa/mylensa_691.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari realita yang sekarang, banyak sekali partai yang mengatas namakan partai Islam.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, bagaimana sesungguhnya atau sebenarnya dilihat dari sudut pandang Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam hal berpolitik/ berpartai? Ada nggak contohnya dari Nabi dan para sahabat? Mohon penjelasan, jazakumulloh khoiron katsiron.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW dan para shahabatnya seumur-umur belum pernah ikut pemilu, apalagi membangun dan mengurusi partai politik. Realita seperti ini sudah disepakati oleh semua orang, termasuk para ahli sejarah, ulama dan juga semua umat Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan realita seperti ini, sebagian kalangan lalu mengharamkan pemilu dan mendirikan partai. Alasannya, karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW, juga tidak pernah dilakukan oleh para shahabat belia yang mulia, bahkan sampai sekian generasi berikutnya, tidak pernah ada pemilu dan pendirian partai politik dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan sebagian dari mereka sampai mengeluarkan statemen unik, yaitu bahwa ikut pemilu dan menjalankan partai merupakan sebuah bid'ah dhalalah, di mana pelakunya pasti akan masuk neraka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ditambah lagi pandangan sebagian mereka bahwa sistem pemilu, partai politik dan ide demokrasi merupakan hasil pemikiran orang-orang kafir. Sehingga semakin haram saja hukumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentu saja pendapat seperti ini bukan satu-satunya buah pikiran yang muncul di kalangan umat. Sebagian lain dari elemen umat ini punya pandangan berbeda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka tidak mempermasalahkan bahwa dahulu Rasulullah SAW dan para shahabat tidak pernah ikut pemilu dan berpartai. Sebab pemilu dan partai hanyalah sebuah fenomena zaman tertentu dan bukan esensi. Lagi pula, tidak ikutnya beliau SAW dan tidak mendirikan partai, bukanlah dalil yang sharih dari haramnya kedua hal itu. Bahwa asal usul pemilu, partai dan demokrasi yang konon dari orang kafir, tidak otomatis menjadikan hukumnya haram.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kalau mau jujur, memang tidak ada satu pun ayat Quran atau hadits nabi SAW yang secara zahir mengharamkan partai politik, pemilu atau demokrasi. Sebagaimana juga tidak ada dalil yang secara zahir membolehkannya. Kalau pun ada fatwa yang mengharamkan atau membolehkan, semuanya berangkat dari istimbath hukum yang panjang. Tidak berdasarkan dalil-dalil yang tegas dan langsung bisa dipahami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun tidak sedikit dari ulama yang punya pandangan jauh dan berupaya melihat realitas. Mereka memandang meski pemilu, partai politik serta demokrasi datang dari orang kafir, mereka tetap bisa melihat esensi dan kenyataan. Berikut ini kami petikkan beberapa pendapat sebagian ulama dunia tentang hal-hal yang anda tanyakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seruan Para Ulama untuk Mendukung Dakwah Lewat Parlemen &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa komentar para ulama tentang masuknya muslimin ke dalam parlemen? Dan apakah mereka membid'ahkannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata anggapan yang menyalahkan dakwah lewat parlemen itu keliru, sebab ada sekian banyak ulama Islam yang justru berkeyakinan bahwa dakwah lewat parlemen itu boleh dilakukan. Bahkansebagiannya memandang bahwa bila hal itu merupakan salah stu jalan sukses menuju kepada penegakan syariat Islam, maka hukumnya menjadi wajib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di antara para ulama yang memberikan pendapatnya tentang kebolehan atau keharusan dakwah lewat parlemen antara lain:&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Imam Al-'Izz Ibnu Abdis Salam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Muhammad Rasyid Ridha Syeikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa'di: Ulama Qasim Syeikh Ahmad Muhammad Syakir: Muhaddis Lembah Nil Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-AlBani Syeikh Dr. Shalih bin Fauzan Syeikh Abdullah bin Qu'ud Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-'Asyqar Syeikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, yang mengatakan demikian justru para ulama yang sering dianggap kurang peka pada masalah politik praktis. Ternyata gambaran itu tidak seperti yang kita kira sebelumnya. Siapakah yang tidak kenal Bin Baz, Utsaimin, Albani, Asy-Syinqithi, Shalih Fauzan dan lainnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a. Fatwa Pertama &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang dasar syariah mengajukan calon legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan hukum Islam atas kartu peserta pemilu dengan niat memilih untuk memilih para da'i dan aktifis sebagai anggota legislatif. Maka beliau menjawab:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal itu tergantung pada niatnya. Setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Oleh karena itu tidak ada masalah untuk masuk ke parlemen bila tujuannya memang membela kebenaran serta tidak menerima kebatilan. Karena hal itu memang membela kebenaran dan dakwah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu juga tidak ada masalah dengan kartu pemilu yang membantu terpilihnya para da'i yang shalih dan mendukung kebenaran dan para pembelanya, wallahul muwafiq.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Fatwa Kedua &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di lain waktu, sebuah pertanyaan diajukan kepada Syeikh Bin Baz: Apakah para ulama dan duat wajib melakukan amar makruf nahi munkar dalam bidang politik? Dan bagaimana aturannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beliau menjawab bahwa dakwah kepada Allah SWT itu mutlak wajibnya di setiap tempat. Amar makruf nahi munkar pun begitu juga. Namun harus dilakukan dengan himah, uslub yang baik, perkataan yang lembut, bukan dengan cara kasar dan arogan. Mengajak kepada Allah SWT di DPR, di masjid atau di masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebih jauh beliau menegaskan bahwa bila dia memiliki bashirah dan dengan cara yang baik tanpa berlaku kasar, arogan, mencela atau ta'yir melainkan dengan kata-kata yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan mengatakan wahai hamba Allah, ini tidak boleh semoga Allah SWT memberimu petunjuk. Wahai saudaraku, ini tidak boleh, karena Allah berfirman tentang masalah ini begini dan Rasulullah SAW bersabda dalam masalah itu begitu. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS An-Nahl: 125).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini adalah jalan Allah dan ini adalah taujih Rabb kita. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu? (QS Ali Imran: 159)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan tidak merubah dengan tangannya kecuali bila memang mampu. Seperti merubha isteri dan anak-anaknya, atau seperti pejabat yang berpengaruh pada sebuah lembaga. Tetapi bila tidak punya pengaruh, maka dia mengangkat masalah itu kepada yang punya kekuasaan dan memintanya untuk menolak kemungkaran dengan cara yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Fatwa Ketiga &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Majalah Al-Ishlah pernah juga bertanya kepada Syeikh yang pernah menjadi Mufti Kerajaan Saudi Arabia. Mereka bertanya tentang hukum masuknya para ulama dan duat ke DPR, parlemen serta ikut dalam pemilu pada sebuah negara yang tidak menjalankan syariat Islam. Bagaimana aturannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikh Bin Baz menjawab bahwa masuknya mereka berbahaya, yaitu masuk ke parlemen, DPR atau sejenisnya. Masuk ke dalam lembaga seperti itu berbahaya namun bila seseorang punya ilmu dan bashirah serta menginginkan kebenaran atau mengarahkan manusia kepada kebaikan, mengurangi kebatilan, tanpa rasa tamak pada dunia dan harta, maka dia telah masuk untuk membela agam Allah SWT, berjihad di jalan kebenaran dan meninggalkan kebatilan. Dengan niat yang baik seperti ini, saya memandang bahwa tidak ada masalah untuk masuk parlemen. Bahkan tidak selayaknya lembaga itu kosong dari kebaikan dan pendukungnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila dia masuk dengan niat seperti ini dengan berbekal bashirah hingga memberikan posisi pada kebenaran, membelanya dan menyeru untuk meninggalkan kebatilan, semoga Allah SWT memberikan manfaat dengan keberadaannya hingga tegaknya syariat dengan niat itu. Dan Allah SWT memberinya pahala atas kerjanya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun bila motivasinya untuk mendapatkan dunia atau haus kekuasaan, maka hal itu tidak diperbolehkan. Seharusnya masuknya untuk mencari ridha Allah, akhirat, membela kebenaran dan menegakkannya dengan argumen-argumennya, niscaya majelis ini memberinya ganjaran yang besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Fatwa Keempat &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pimpinan Jamaah Ansharus sunnah Al-Muhammadiyah di Sudan, Syaikh Muhammad Hasyim Al-Hadyah bertanya kepada Syaikh bin Baz pada tanggal 4 Rabi'ul Akhir 1415 H. Teks pertanyaan beliau adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Muhammad Hasyim Al-Hadyah, Pemimpin Umum Jamaah Ansharus-Sunnah Al-Muhammadiyah di Sudan kepada Samahah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mufti umum Kerajaan Saudi Arabia dan Ketua Hai'ah Kibar Ulama wa Idarat Al-buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb. Saya mohon fatwa atas masalah berikut: &lt;br /&gt;Bolehkah seseorang menjabat jabatan politik atau adminstratif pada pemerintahan Islam atau kafir bila dia seorang yang shalih dan niatnya mengurangi kejahatan dan menambah kebaikan? Apakah dia diharuskan untuk menghilangkan semua bentuk kemungkaran meski tidak memungkinkan baginya? Namun dia tetap mantap dalam aiqdahnya, kuat dalam hujjahnya, menjaga agar jabatan itu menjadi sarana dakwah. Demikian, terima kasih wassalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawaban Seikh Bin Baz:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wa 'alaikumussalam wr wb. Bila kondisinya seperti yang Anda katakan, maka tidak ada masalah dalam hal itu. Allah SWT berfirman,"Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan." Namun janganlah dia membantu kebatilan atau ikut di dalamnya, karena Allah SWT berfirman,"Dan janganlah saling tolong dalam dosa dan permusuhan." Waffaqallahul jami' lima yurdhihi, wassalam wr. Wb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bin Baz&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Wawancara dengan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada bulan Oktober 1993 edisi 42, Majalah Al-Furqan Kuwait mewawancarai Syaikh Muhammad bin shalih Al-'Utsaimin, seorang ulama besar di Saudi Arabia yang menjadi banyak rujukan umat Islam di berbagai negara. Berikut ini adalah petikan wawancaranya seputar masalah hukum masuk ke dalam parlemen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Majalah Al-Furqan :. Fadhilatus Syaikh Hafizakumullah, tentang hukm masuk ke dalam majelis niyabah (DPR) padahal negara tersebut tidak menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, apa komentar Anda dalam masalah ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikh Al-'Utsaimin : Kami punya jawaban sebelumnya yaitu harus masuk dan bermusyarakah di dalam pemerintahan. Dan seseorang harus meniatkan masuknya itu untuk melakukan ishlah (perbaikan), bukan untuk menyetujui atas semua yang ditetapkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hal ini bila dia mendapatkan hal yang bertentangan dengan syariah, harus ditolak. Meskipun penolakannya itu mungkin belum diikuti dan didukung oleh orang banyak pada pertama kali, kedua kali, bulan pertama, kedua, ketiga, tahun pertama atau tahun kedua, namun ke depan pasti akan memiliki pengaruh yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan membiarkan kesempatan itu dan meninggalkan kursi itu untuk orang-orang yang jauh dari tahkim syariah merupakan tafrit yang dahsyat. Tidak selayaknya bersikap seperti itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Majalah Al-Furqan : Sekarang ini di Majelis Umah di Kuwait ada Lembaga Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Ada yang mendukungnya tapi ada juga yang menolaknya dan hingga kini masih menjadi perdebatan. Apa komentar Anda dalam hal ini, juga peran lembaga ini. Apa taujih Anda bagi mereka yang menolak lembaga ini dan yang mendukungnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikh Al-Utsaimin: Pendapat kami adalah bermohon kepada Allah SWT agar membantu para ikhwan kita di Kuwait kepada apa yang membuat baik dien dan dunia mereka. Tidak diragukan lagi bahwa adanya Lembaga Amar Makmur Nahi Munkar menjadikan simbol atas syariah dan memiliki hikmah dalam muamalah hamba Allah SWT. Jelas bahwa lembaga ini merupakan kebaikan bagi negeri dan rakyat. Semoga Allah SWT menyukseskannya buat ikhwan di Kuwait.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada bulan Zul-Hijjah 1411 H bertepatan dengan bulan Mei 1996 Majalah Al-Furqan melakukan wawancara kembali dengan Syaikh Utsaimin:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Majalah Al-Furqan: Apa hukum masuk ke dalam parlemen?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikh Al-'Utsaimin: Saya memandang bahwa masuk ke dalam majelis perwakilan (DPR) itu boleh. Bila seseorang bertujuan untuk mashlahat baik mencegah kejahatan atau memasukkan kebaikan. Sebab semakin banyak orang-orang shalih di dalam lembaga ini, maka akan menjadi lebih dekat kepada keselamatan dan semakin jauh dari bala'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan masalah sumpah untuk menghormati undang-undang, maka hendaknya dia bersumpah unutk menghormati undang-undang selama tidak bertentangan dengan syariat. Dan semua amal itu tergantung pada niatnya di mana setiap orang akan mendapat sesuai yang diniatkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun tindakan meninggalkan majelis ini buat orang-orang bodoh, fasik dan sekuler adalah perbuatan ghalat (rancu) yang tidak menyelesaikan masalah. Demi Allah, seandainya ada kebaikan untuk meninggalkan majelis ini, pastilah kami akan katakan wajib menjauhinya dan tidak memasukinya. Namun keadaannya adalah sebaliknya. Mungkin saja Allah SWT menjadikan kebaikan yang besar di hadapan seorang anggota parlemen. Dan dia barangkali memang benar-benar mengausai masalah, memahami kondisi masyarakat, hasil-hasil kerjanya, bahkan mungkin dia punya kemampuan yang baik dalam berargumentasi, berdiplomasi dan persuasi, hingga membuat anggota parlemen lainnya tidak berkutik. Dan menghasilkan kebaikan yang banyak. (lihat majalah Al-Furqan - Kuwait hal. 18-19)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi kita memang perlu memperjuangkan Islam di segala lini termasuk di dalam parlemen. Asal tujuannya murni untuk menegakkan Islam. Dan kami masih punya 13 ulama lainnya yang juga meminta kita untuk berjuang menegakkan Islam lewat parlemen. Insya Allah SWT pada kesempatan lain kami akan menyampaikan pula. Sebab bila semua dicantumkan di sini, maka pastilah akan memenuhi ruang ini. Mungkin kami akan menerbitkannya saja sebagai sebuah buku tersendiri bila Allah SWT menghendaki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Pendapat Imam Al-'Izz Ibnu Abdis Salam &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kitab Qawa'idul Ahkam karya Al-'Izz bin Abdus Salam tercantum: Bila orang kafir berkuasa pada sebuah wilayah yang luas, lalu mereka menyerahkan masalah hukum kepada orang yang mendahulukan kemaslahatan umat Islam secara umum, maka yang benar adalah merealisasikan hal tersebut. Hal ini mendapatkan kemaslahatan umum dan menolak mafsadah. Karena menunda masalahat umum dan menanggung mafsadat bukanlah hal yang layak dalam paradigma syariah yang bersifat kasih. Hanya lantaran tidak terdapatnya orang yang sempurna untuk memangku jabatan tersebut hingga ada orang yang memang memenuhi syarat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas dapat dipahami menurut pandangan imam rahimahullah, bahwa memangku jabatan di bawah pemerintahan kafir itu adalah hal yang diperlukan. Untuk merealisasikan kemaslahatan yang sesuai dengan syariat Islam dan menolakmafsadah jika diserahkan kepada orang kafir. Jika dengan hal itu maslahat bisa dijalankan, maka tidak ada larangan secara sya'ri untuk memangku jabatan meski di bawah pemerintahan kafir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasus ini mirip dengan yang terjadi di masa sekarang ini di mana seseorang menjabat sebagai anggota parlemen pada sebuah pemeritahan non Islam. Jika melihat pendpat beliau di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menjadi anggota parlemen diperbolehkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kitab Thuruq Al-Hikmah, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah (691- 751 H) dalam kitabnya At-Turuq al-Hukmiyah menulis:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masalah ini cukup pelik dan rawan, juga sempit dan sulit. terkadang sekelompok orang melewati batas, meng hilangkan hak-hak,dfan mendorong berlaku kejahatan kepada kerusakan serta menjadikasn syariat itu sempi sehingga tidak mampu memberikan jawaban kepada pemeluknya. dan menghalangi diri mereka dari jalan yang benar, yaitu jalan untuk mengetahui kebenaran dan menerapkannya. Sehingga mereka menolak hal tersebut, pada hal mereka dan yang lainnya tahu secara pasti bahwa hal itu adalah hal yang wajib diterapkan namun mereka menyangkal bahwa hal itu bertentangan dengan qowaid syariah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka mengatakan bahwa hal itu tidak sesuai yang dibawa rosulullah, yang menjadikan mereka berpikir seperti itu kurang nya mereka dalam memahami syariah dan pengenalan kondisi lapangan atau keduanya, sehingga begitu mereka melihat hal tersebut dan melihat orang-orang melakukan halyang tidak sesuai yang dipahaminya, mereka melakukan kejahatan yang panjang, kerusakan yang besar.mka permasalahannya jadi terbalik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sisi lain ada kelompok yang berlawanan pendapatnya dan menafikan hukum allah dan rosulnya. Kedua kelompok di atas sama-sama kurang memahami risalah yang dibawa rosulnya dan diturunkan dalam kitabnya, padahal Allah swt. telah mengutus rasulnya dan menurunkan kitabnya agar manusia menjalankan keadilan yang dengan keadilan itu bumi dan langit di tegakkan. Bila ciri-ciri keadilan itu mulai nampak dan wajahnya tampil dengan beragam cara mak itulah syariat allah dan agamanya. Allah swt maha tahu dan maha hakim untuk memilih jalan menuju keadilan dan memberinya ciri dan tanda. maka apapun jalan yang bisa membawa tegaknya keadilan maka itu adalah bagian dari agama, dan tidak bertentangan dengan agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka tidak boleh dikatakan bahwa politik yang adil itu berbeda dengan syariat, tetapi sebaliknya justru sesuai dengan syariat, bahkan bagian dari syariat itru sendiri. kami menamakannya sebagai politik sekedar mengikuti istilah yang Anda buat tetapi pada hakikatnya merupakan keadilan allah dan rosulnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Imam yang muhaqqiq ini mengatakan apapun cara untuk melahirkan keadilan maka itu adakah bagian dari agama dan tidak bertentangan dengannya. Jelasnya bab ini menegaskan bahwa apapun yang bisa melahirkan keadilan boleh dilakukan dan dia bagian dari politik yang sesuai dengan syariah. Dan tidak ada keraguan bahwa siapa yang menjabat sebuah kekuasaan maka ia harus menegakkan keadilan yang sesuai dengan syariat. Dan berlaku ihsan bekerja untuk kepentingan syariat meskipun di bawah pemerintahan kafir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syekh Shaleh Alfauzan ditanya tentang hukum memasuki parlemen. Syekh Fauzan balik bertanya, "Apa itu parlemen?" Salah seorang peserta menjawab "Dewan legislatif atau yang lainnya" Syekh, "Masuk untuk berdakwah di dalamnya?" Salah seorang peserta menjawab, "Ikut berperan serta di dalamnya" Syekh, "Maksudnya menjadi anggota di dalamnya?" Peserta, "Iya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syeikh: "Apakah dengan keanggotaan di dalamnya akan menghasilkan kemaslahatan bagi kaum muslimin? Jika memang ada kemaslahatan yang dihasilkan bagi kaum muslimin dan memiliki tujuan untuk memperbaiki parlemen ini agar berubah kepada Islam, maka ini adalah suatu yang baik, atau paling tidak bertujuan untuk mengurangi kejahatan terhadap kaum muslimin dan menghasilkan sebagian kemaslahatan, jika tidak memungkinkan kemaslahatan seluruhnya meskipun hanya sedikit."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah seorang peserta, "Terkadang didalamnya terjadi tanazul (pelepasan) dari sejumlah perkara dari manusia."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syeikh: "Tanazul yang dimaksud adalah kufur kepada Allah atau apa?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah seorang peserta, "Mengakui."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syeikh: "Tidak boleh. adanya pengakuan tersebut. Jika dengan pengakuan tersebut ia meninggalkan agamanya dengan alasan berdakwah kepada Allah, ini tidak dibenarkan. Tetapi jika mereka tidak mensyaratkan adanya pengakuan terhadap hal-hal ini dan ia tetap berada dalam keIslaman akidah dan agamanya, dan ketika memasukinya ada kemaslahatan bagi kaum muslimin dan apa bila mereka tidak menerimanya ia meninggalkannya, apa mungkin ia bekerja untuk memaksa mereka?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak mungkin kan untuk melakukan hal tersebut. Yusuf as ketika memasuki kementrian kerajaan, apa hasil yang ia peroleh? atau kalian tidak tahu hasil apa yang di peroleh Nabi Yusuf as?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau kalian tidak tahu tentang hal ini, apa yang diperoleh Nabi Yusuf ketika ia masuk, ketika raja berkata kepadanya, "Sesungguhnya kamu hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya dis isi kami" Nabi Yusuf saat itu menjawab, "Jadikan aku bendaharawan negara karena aku amanah dan pandai." Maka beliau masuk dan hukum berada di tangannya. Dan sekarang dia menjadi raja Mesir, sekaligus nabi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi bila masuknya itu melahirkan sesuatu yang baik, silahkan masuk saja. Tapi kalau hanya sekedar menyerahkan diri dan ridho terhadap hukum yang ada maka tidak boleh. Demikian juga bila tidak mendatangkan maslahat bagi umat Islam, maka masuknya tidak dibenarkan. Para ulama berkata, "Mendatangkan manfaat dan menyempurnakannya, meski tidak seluruh manfaat, tidak boleh diiringi dengan mafsadat yang lebih besar."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para ulama mengatakan bahwa Islam itu datang dengan visi menarik maslahat dan menyempurnakannya serta menolak mafsadah dan menguranginya. maksudnya bila tidak bisa menghilangkan semua mafsadat maka dikurangi, mendapatkan yang terkecil dari dua dhoror, itu yang diperintahkan. Jadi tergantung dari niat dan maksud seseorang dan hasil yang diperolehnya. Bila masuknya lantaran haus kekuasaan dan uang lalu diam atas segala penyelewengan yang ada, maka tidak boleh. Tapi kalau masuknya demi kemaslahatan kaum muslimin dan dakwah kepada jalan Allah, maka itulah yang dituntut. Tapi kalau dia harus mengakui hukum kafir maka tidak boleh, meski tujuannya mulia. seseorang tidak boleh menjadi kafir dan berkata "Tujuan saya mulia, saya berdakwah kepada Allah," tidak tidak boleh itu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah seorang peserta, "Apa yang menjadi jalan keluarnya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jalan keluarnya adalah jika memang di dalamnya ada maslahat bagi kaum muslimin dan tidak menghasilkan madharat bagi dirinya, maka hal tersebut tidak bertentangan. Adapun jika tidak ada kemaslahatan di dalamnya bagi kaum muslimin atau hal tersebut mengakibatkan adanya kemadorotan yaitu pengakuan yaitu pengakuan akan kekufuran, maka hal tersebut tidak diperbolehkan" (Rekaman suara)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Syaikh Abdullah bin Qu'ud &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian orang-orang meremehkan partai-partai politik Islam yang terdapat di sejumlah negara-negara Islam seperti Aljazair, Yaman, Sudan dan yang lainnya. Mereka yang ikut didalamnya dituduh dengan tuduhan sekuler dan lain-lainnya. Apa pendapat Anda tentang hal tersebut? Sikap atau peran apa yang harusnya dilakukan oleh kaum muslimin untuk menyikapi kondisi tersebut?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawaban : Akar persoalan dari semua itu adalah adanya dominasi sebagian para dai terhadap yang lainnya. Dan saya berpendapat bahwa seorang muslim yang diselamatkan Allah dari malapetaka untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya serta berdoa untuk saudara-saudaranya di Sudan, Aljazair, Tunisia dan negara-negara lainnya, ataupun bagi kaum muslimin yang berada di negeri-negeri yang jelas-jelas kafir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan jika hal tersebut tidak memberikan manfaat kepada mereka, aku berpendapat minimal jangan memadhorotkan mereka. Karena sampai sekarang tidak ada bentuk solidaritas yang nyata kepada para dai tersebut padahal mereka telah mengalami berbagai ujian dan siksaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kita wajib mendoakan kaum msulimin dan manaruh simpati kepada mereka di setiap tempat. Karena seorang mokmin adalah saudara bagi muklmin yang lainnya, jika mendengar kabar yang baik mengenai saudaranya di Sudan, Aljazair, Tunisia atau dinegeri mana saja maka hendaknya ia merespon positif dan seakan-akan ia berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar" (QS. An-Nisaa: 73).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan apa bila mendengar malapetaka yang menimpa mereka, maka hendaklah ia mendoakan untuk saudarnya-saudaranya yang sedang diuji di negeri mana saja, supaya Allah melepaskan mereka dari orang-orang yang sesat dan menjadikan kekuasaan bagi kaum muslimin dan hendaklah ia memuji Allah karena telah menjaga dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan sampai ada seseorang yang bersandar dengan punggungnya di negeri yang aman lalu mencela orang-orang atau para dai yang berjuang demi Islam di bawah kedholiman dan keseweng-wenangan dan intimidasi. Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan tindakan yang tidak fair. boleh jadi engkau akan mendapat ujian jika Anda tidak merespon dengan perasaan Anda apa yang dirasakan oleh kaum muslimin yang sedang mengalami ujian dari Allah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian petikan beberapa pendapat para ulama tentang dakwah lewat pemilu, partai politik, parlemen dan sejenisnya. Semoga ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bi shawab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-6792514436340599181?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/6792514436340599181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/berpolitik-menurut-al-qur-dan-as-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/6792514436340599181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/6792514436340599181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/10/berpolitik-menurut-al-qur-dan-as-sunnah.html' title='Berpolitik Menurut Al-Qur&apos;-an dan As-Sunnah'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-135967706886962447</id><published>2008-09-26T14:08:00.002+07:00</published><updated>2008-09-26T14:12:11.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.knootchyblog.com/uploads/08_15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.knootchyblog.com/uploads/08_15.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karunia Allah Ta’ala terbesar yang dilimpahkan kepada kita adalah Kalam-Nya yang mulia Al-Qur’an. Terkandung di dalamnya petunjuk menuju jalan yang lurus dan benar. Dengannya Allah memandu hamba-hamba-Nya kepada jalan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Seorang nashrani pun ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an dengan hati yang jernih maka hidayah Allah pun masuk kedalam relung hatinya tanpa bisa dibendung.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya berhenti disitu, ia pun mencucurkan air mata demi mendengarkan kalam Ilahi yang mulia ini. Raja Najasyi adalah contoh yang indah untuk membenarkan klaim tersebut. Ketika beliau mendengarkan Al Qur’an yang dibacakan oleh Ja’far bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya manusia, jin pun terkesima tatkala mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an yang dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka terdiam mendengarkan dengan penuh perhatian. Begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai membacakannya, spontan mereka langsung beriman dan menyeru kaumnya untuk beriman. Allah Ta’ala berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Kami hadap-kan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peri-ngatan. Mereka berkata: “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan sesudah Musa, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. Al Ahqaaf:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an adalah nikmat Allah yang sangat besar. Kitab yang sarat dengan keberkahan. Akan tetapi nikmat dan barokah itu tidak akan dapat kita rasakan kecuali jika kita mau membaca, mempelajari dan merenungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merupakan suatu kerugian yang sangat besar, jika hari demi hari kita lewatkan begitu saja tanpa dihiasi oleh bacaan Al-Qur’an. Bagaimana mungkin seorang muslim tidak tertarik untuk membacanya, padahal di dalamnya terdapat berbagai informasi yang sangat ia butuhkan. Informasi dan petunjuk penting yang tak akan bisa didapat pada selain Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita hidup di zaman yang penuh fitnah seperti sekarang ini, maka kebutuhan terhadap Al-Qur’an menjadi lebih besar lagi. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata; “Sesungguhnya nanti akan terjadi berbagai fitnah (cobaan)”. Maka ditanyakan kepadanya: “Lalu apakah jalan keluarnya?”. Beliau menjawab; “Kitabullah (Al-Qur’an), di dalamnya terdapat berita (riwayat) orang-orang sebelum kalian, khabar-khabar (peristiwa) yang terjadi setelah kalian dan hukum-hukum (yang mengatur) urusan kalian. Ia adalah pemisah antara yang hak dan yang bathil. Sekali-kali ia bukanlah senda gurau, siapa saja orang sombong yang meninggalkannya pasti akan dibinasakan oleh Allah. Siapa yang mencari petunjuk selain padanya, maka ia akan disesatkan oleh Allah. Ia adalah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijak dan ia adalah jalan yang lurus. Dengannya hawa nafsu tidak akan menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengannya lisan tidak akan rancu (keliru). Keajaiban-keajaibannya tidak akan pernah habis. Para ulama tidak akan pernah kenyang darinya. Barang siapa yang bicara dengan berhujjah dengannya maka ia akan benar. Barang siapa yang mengamalkannya maka ia akan memperoleh pahala. Barang siapa yang berhukum dengannya maka ia akan adil. Barang siapa yang menyeru kepadanya maka ia akan terbimbing ke jalan yang lurus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an bagaikan air yang menyirami tanaman iman. Iman yang selalu dirawat dan disirami dengan bacaan Al-Qur’an, niscaya akan tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, hati yang jauh dari bacaan Al-Qur’an, niscaya akan gersang. Tanaman iman menjadi layu. Tidak ada musibah yang lebih besar daripada hati yang beku dan iman yang layu. Sungguh itu merupakan musibah besar bagi agama seorang hamba Allah. Rasulullah senantiasa berdo’a,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah Engkau jadikan musibah kami menimpa pada agama kami” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkan kita menjadikan membaca al Qur’an sebagai sebuah kebutuhan? Tahukah anda, bahwa al Qur’an adalah sekumpulan surat yang dikirim oleh Tuhan penguasa sekalian alam kepada kita sebagai hamba-hamba-Nya? Seorang yang gemar membaca Al-Qur’an akan bercahaya haitnya, lapang dadanya, rahmat Allah melimpah kepadanya, dan setiap huruf yang dibacanya akan dibalas dengan sepululuh kali lipat pahala yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkkah Rusulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi shahabatnya” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabat kita, niscaya syafa’atnya kan kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : bacagerimis.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-135967706886962447?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/135967706886962447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/jadikanlah-al-quran-sebagai-sahabat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/135967706886962447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/135967706886962447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/jadikanlah-al-quran-sebagai-sahabat.html' title='Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-1725021579709928621</id><published>2008-09-26T13:29:00.005+07:00</published><updated>2008-09-26T14:12:30.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Renungan Ramadhan (Untukmu Saudaraku)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://duniawali.files.wordpress.com/2008/02/renungan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://duniawali.files.wordpress.com/2008/02/renungan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahuwata'ala yang telah memberikan kita berbagai macam ribu nikmat diantaranya adalah nikmat usia dan kesehatan sehingga saat ini kita masih bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan sesaat ini kita akan bertemu dengan Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Salallahu'alaihi wassalam beserta para tabi'in, tabiut-tabi'in dan kepada kita yang selalu berusaha mengikuti sunnah-sunnah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwahfillah rahimaniallahu wa'iyakum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sadarkah kita bahwa sesaat lagi kita akan berpisah dengan bulah yang penuh berkah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang didalamnya Alqur'an diturunkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahkan kita memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahkan kita sadar akan seluruh perbuatan kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Suci Ramadhan segera berakhir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih merasuk dalam diri ini yang akan berpisah dengan Bulan Berkah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak terasa air mata mulai keluar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda penyesalan pada diri ini yang masih melalaikan Bulan Penuh Berkah ini dengan melakukan perbuatan yang sama sekali tidak bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa ini yang masih melalaikan kasih sayang Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang bulan itu tinggal beberapa hari saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak kuasa menahan sedih yang sangat mendalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah kita di beri usia agar dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun depan,&lt;br /&gt;ataukan ini adalah Ramadhan terakhir kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak dapat kita manfaatkan dengan maksimal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwahfillah, manfaatkalah sisa hari di bulan ini dengan mengharap ampunan-Nya, Kasih Sayang-Nya, dan berharap melihat Wajah Indah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa... Allah berikanlah waktumu kepada kami agar kami dapat menemui Bulan Suci tahun depan, Jadikanlah Puasa kami selama ini sebagai mana Puasanya orang-orang yang benar-benar berpuasa, jadikanlah shalat malam kami sebagai mana shalat malamnya orang-orang yang khusyu, jadikanlah setiap amalan kami sebagai mana amalan orang-orang yang Ikhlas, &lt;br /&gt;Ya... Allah jadikanlah kami sebagai penghuni Surga-Mu dan Jauhkanlah kami dari Siksa api Neraka-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-1725021579709928621?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/1725021579709928621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/alhamdulillah-segala-puji-hanya-milik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1725021579709928621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1725021579709928621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/alhamdulillah-segala-puji-hanya-milik.html' title='Renungan Ramadhan (Untukmu Saudaraku)'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-473360606862480867</id><published>2008-09-23T14:04:00.000+07:00</published><updated>2008-09-23T14:05:54.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa-fatwa terkini'/><title type='text'>MENGERASKAN BACAAN AL-QUR'AN PADA MAYAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Ketika seseorang meninggal, orang-orang membacakan Al-Qur'an dengan pengeras suara di rumah duka, dan ketika mayat itu dibawa oleh mobil jenazah, mereka memasangkan pengeras suara, dengan demikian orang yang mendengar bacaan Al-Qur'an itu mengetahui bahwa di sana ada kematian, akibatnya seolah merasa sial karena mendengar bacaan Al-Qur'an, dan akibat lain-nya, Al-Qur'an itu tidak dibuka kecuali ketika ada seseorang yang meninggal. Apa hukum perbuatan ini, dan bagaimana menyampaikan nasehat kepada orang-orang yang semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan ini bid'ah, karena tidak pernah dilakukan pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak pula pada masa para sahabat beliau. Sesungguhnya Al-Qur'an itu bisa menawar kedukaan jika dibaca seperti biasa, tidak dengan menggunakan pengeras suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari itu, berkumpulnya keluarga si mayat untuk menyambut orang-orang yang mengucapkan bela sungkawa, tidak pernah dikenal. Bahkan sebagian ulama menyatakannya sebagai perbuatan bid'ah. Karena itu kami tidak menganjurkan keluarga si mayat berkumpul untuk menerima ucapan bela sungkawa, tapi hendaknya menutup pintu mereka. Tapi jika ada seseorang yang berjumpa di pasar, umpamanya, atau kebetulan ada seorang kenalan yang datang berkunjung lalu mengucapkan bela sungkawa, maka hal ini tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sengaja menyambut orang-orang, hal ini tidak pernah dikenal pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan para sahabat menganggap bahwa berkumpulnya keluarga si mayat dan membuat makanan termasuk meratapi kematian, padahal meratapi kematian itu termasuk perbuatan berdosa besar, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang orang yang meratapi mayat dan memperdengarkan ratapannya, beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanita yang meratapi kematian, jika ia tidak bertaubat sebelum kematiannya, maka pada Hari Kiamat nanti ia akan diberdirikan sementara di atasnya besi panas dan baju koreng."[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah akan dijauhkan dari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat saya untuk saudara-saudara saya, hendaknya meninggalkan perkara-perkara baru ini, karena meninggalkannya lebih utama di sisi Allah dan lebih utama bagi si mayat itu sendiri, sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan, bahwa mayat itu disiksa karena tangisan dan ratapan keluarganya terhadap kematiannya. Maksudnya disiksa ini adalah menderita kesakitan akibat tangisan dan ratapan tersebut, tapi tidak disiksa seperti siksaan bagi pelakunya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." [Fathir : 18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan yang dimaksud dalam hadits tadi bukan balasan, dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perjalanan (safar) adalah bagian dari adzab."[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni bahwa penderitaan, kedukaan dan sejenisnya dikatagorikan adzab. Contoh kalimat yang biasa dilontarkan, 'Aku di adzab oleh perasaanku sendiri.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, saya nasehatkan kepada saudara-saudaraku, untuk menjauhi kebiasaan-kebiasaan tersebut yang hanya menambah jauhnya diri dari Allah dan menambah penderitaan bagi yang meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Al-Fauzan, Nur ‘Ala Ad-Darb, juz 2, disusun oleh Fayiz Musa Abu Syaikhah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[1]. Bagian dari hadits yang dlkeluarkan oleh Imam Muslim dalam Al-Masajid (nomor 934).&lt;br /&gt;[2]. Bagian dari hadits yang keluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Al-'Umrah (nomor 1804). Muslim dalam Al-Imarah (nomor 1927).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-473360606862480867?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/473360606862480867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/mengeraskan-bacaan-al-quran-pada-mayat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/473360606862480867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/473360606862480867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/mengeraskan-bacaan-al-quran-pada-mayat.html' title='MENGERASKAN BACAAN AL-QUR&apos;AN PADA MAYAT'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-4380077965179649654</id><published>2008-09-23T13:44:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T13:55:19.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa-fatwa terkini'/><title type='text'>HUKUM MEMBACAKAN AL-QUR’AN KEPADA ORANG MATI DI DALAM RUMAHNYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana hukumnya membacakan Al-Qur’an untuk mayit, caranya : Dengan meletakkan beberapa buah mushaf dalam rumah, lalu datang para tetangga atau kenalan, masing-masing membaca satu juz misanya, kemudian kembali bekerja seperti biasa, tanpa diberi upah sedikitpun. Usai membaca Al-Qur’an, masing-masing berdo’a untuk si mayit, dan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an tersebut kepadanya. Apakah bacaan dan do’a tersebut akan sampai kepada mayit dan dia diberi pahala karenanya atau tidak? Kami ingin penjelasan, Terima kasih. Perlu diketahui, bahwa kami pernah mendengar sebagian ulama menyatakan keharamannya secara mutlak, sementara sebagian yang lain menyatakan makruh, bahkan sebagian lain memperbolehkan&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Perbuatan tersebut dan yang sejenisnya tidak memiliki dasar sama sekali, dan tidak pernah diriwayatkan secara sah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dari para sahabat beliau bahwa mereka membacakan Al-Qur’an untuk orang yang sudah meninggal dunia. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melakukan suatu amal ibadah tanpa perintah dari kami, maka amalannya tersebut tertolak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq dalam Shahih-nya, namun dengan pernyataan tegas (jazm). Sementara dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membuat-buat suatu amalan dalam agama kami ini yang bukan termasuk bagian dari agama tersebut, maka amalannya itu tertolak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Shahih Muslim, dari Jabir diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan dalam khutbah jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba’du.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ucapan terbaik adalah Kitabullah dan petunjuk terbaik adalah petunjuk Muhammad. Hal terburuk adalah yang dibuat-buat (bid’ah), dan setiap bid’ah adalah sesat” An-Nasa-i menambahkan dengan sanad shahih : “Dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sedekah untuk orang mati dan mendo’akan mereka, niscaya dapat bermanfaat dan pahalanya dapat sampai kepada mereka berdasarkan ijma kaum muslimin. Hanya Allah yang dapat memberikan taufiq dan menjadi sandaran bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Eidisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah, Penerbit At-Tibyan – Solo]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-4380077965179649654?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/4380077965179649654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/hukum-membacakan-al-quran-kepada-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/4380077965179649654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/4380077965179649654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/hukum-membacakan-al-quran-kepada-orang.html' title='HUKUM MEMBACAKAN AL-QUR’AN KEPADA ORANG MATI DI DALAM RUMAHNYA'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-641273382129224634</id><published>2008-09-16T14:07:00.004+07:00</published><updated>2008-09-16T14:24:47.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><title type='text'>Al-Ansar Media Center: “Sniper of Islam”</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img255.imageshack.us/img255/9608/74908149bu0.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://img255.imageshack.us/img255/9608/74908149bu0.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ألا إن القوة الرمي , ألا إن القوة الرمي , ألا إن القوة الرمي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إخوتنا الأحبة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;في ظلمات ليلً بهيم , غشى أمتنا و طال بيضتنا, و ظننّا إنا فيه أبدا , إلتمعت فجأةً رصاصات الحق تضيئ عتمته , و تنخر أعمدته , و تصطاد هوامه الواحد تلو الآخر .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسط الدياجير التي أرُاد بها قتل أمتنا جاء جند الحق كملائكة الموت يتدثرون بها و يكمنون فيها مترقبين و مترصدين لوطاويط الكفر و الظلم ليبعثوا إليهم بقبلة موتٍ ترميهم في سقر .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هم قناصة المجاهدين , كنانـتنا التي لا تنضب , و كابوس الأعداء الذي لا ينام … بأيديهم و سلاحهم , سطروا للمجد قصة يرويها للعالمين .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يتشرف مركز أنصار الإعلام بتقديم إصداره الجديد ((قناص الإسلام)) لعرض عمليات إخوتنا المجاهدين في كتيبة “درع الإسلام” من حملتهم المباركة (صعقة الحق) التي كانت إسم على مسمى بارك الله فيهم من رجال كانوا و الله درعٌ لأمتنا .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و يأتي إصدارنا هذا ضمن أسبوع “نصرة درع الإسلام” بإذن الله .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((قناص الإسلام))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الثمن / طلقة قناص فى صدر كافر&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/Uplo...o/Qanaas23.wmv"&gt;Video Sniper WMV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ia311228.us.archive.org/3/items/anasq/anasq.rmvb"&gt;Video Sniper RMBV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ia311243.us.archive.org/0/items/m-ansar_209/rtty4.3gp"&gt;VIDEO SNIPER 3GP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تنسونا و المجاهدين من صالح دعائكم&lt;br /&gt;اخوانكم فى مركز انصار الإعلام&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img66.imageshack.us/img66/7550/15907300wj2.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://img66.imageshack.us/img66/7550/15907300wj2.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;رمضان 1429 هـ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-641273382129224634?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/641273382129224634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/al-ansar-media-center-sniper-of-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/641273382129224634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/641273382129224634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/al-ansar-media-center-sniper-of-islam.html' title='Al-Ansar Media Center: “Sniper of Islam”'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-296541190117861935</id><published>2008-09-13T07:51:00.004+07:00</published><updated>2008-09-16T15:47:33.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>PACARAN.....??? (Part 4 habis) Solusi</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.persetankan.com/wp-content/uploads/2006/08/cinta-35.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.persetankan.com/wp-content/uploads/2006/08/cinta-35.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eh Ntar Dulu deh..!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukankah banyak kejadian, orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ya emang sih! So,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja. Bener apa bener????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kayak yang ada di Cerpen tadi yach...???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hadist rasulullah Salallahu’alaihi wasalam&lt;br /&gt;“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;000 gitu yach....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki/perempuan yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trus ngobrol gitu juga gak boleh yach...????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, klo untuk ngobrol sich masih diperbolehkan dengan syarat:&lt;br /&gt;Apabila anda adalah seorang perempuan maka anda harus ditemani oleh kakak laki-laki ataupun mahram laki-lakinya, dan anda harus berjilbab dengan jilbab yang syar’i agar tidak timbul fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang laki-laki gimana...???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya harus menyesuaikan dong, berarti lawan bicaranya harus mengikuti syarat diatas kalo gak ya gak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gimana klo ada urusan????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah klo urusan itu urgen maka diperbolehkan kok, tapi kita harus tahu diri. Kerjakanlah urusan itu secepat mungkin jangan berlarut-larut dengan obrolan yang tidak penting. Apalagi bila berduaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tambahan, dan jangan mengeluarkan kata-kata yang dapat menimbulkan fitnah seperti “Fulanah dah makan belom?”, atau “Gimana tidurnya semalam, nyenyak gak?” nah itu sebagian contoh dari kata-kata yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trus gimana cara kita tahu sifat calon pasangan kita dong?? Pacaran kan bwat ngetahuin itu!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, memang kita harus tahu latar belakang calon pendamping kita nantinya. Tapi tetap dilakukan dengan cara yang syar’i yaitu dengan cara bisa tanya secara langsung tapi dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari, tetapi juga jangan kita pandangi terus. Mentang-mentang dah mau di khitbah terus memandangnya terus, ya sebelum ijab qabul di ucapkan syariat tetap membatasi. Sebagai mana sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR Abu Daud). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tambahan nih bwat kamu-kamu yang dah kebelet, dari pada pacaran mending langsung nikah azaaaaaaaa.....!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pernikmuslim.com/gudang/view/Walimah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.pernikmuslim.com/gudang/view/Walimah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.&lt;br /&gt;1. Memilih calon pasangan yang tepat.&lt;br /&gt;2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.&lt;br /&gt;3. Melakukan salat istikharah.&lt;br /&gt;4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.&lt;br /&gt;5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.&lt;br /&gt;6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.&lt;br /&gt;7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.&lt;br /&gt;8. Melakukan khitbah/pinangan.&lt;br /&gt;9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.&lt;br /&gt;10. Mempersiapkan walimah. (semoga bermanfaat)&lt;br /&gt;Wallahu’alam bi shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH BOLEH TUH....!!!!    [^_^]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon tanggapan antum bwat smua tulisan di atas&lt;br /&gt;(Created By: Mujahideen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-296541190117861935?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/296541190117861935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bismillah-eh-ntar-dulu-deh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/296541190117861935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/296541190117861935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bismillah-eh-ntar-dulu-deh.html' title='PACARAN.....??? (Part 4 habis) Solusi'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-840289515243039953</id><published>2008-09-13T07:43:00.003+07:00</published><updated>2008-09-16T15:11:51.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>PACARAN.....??? (Part 3 + Cerpen)..</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://theloebizz.files.wordpress.com/2008/04/love-wallpaper262.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://theloebizz.files.wordpress.com/2008/04/love-wallpaper262.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Bro! Jadi kalo kalian dah tahu lebih jauh, mendingan tiggalin tuh yang namanya pacaran. Kalian semua harus punya prinsip n’ komitmen biar gak kejerumus ama yang begituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUSAH .......!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Eit, jangan bilang susah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bro! Tahu gak kinerja otak kita itu 85%-nya diatur oleh alam bawah sadar kita dan hanya 15% yang dilakukan dalam keadaan sadar. So, kita harus bisa memberi sugesti positif pada alam bawah sadar kita biar yang dikeluarkan oleh alam bawah sadar kita itu selalu yang positif bukan yang negatif. Kita harus punya komitmen, bilang pada diri kita bahwa kita BISA so kita pasti bisa ngerubah itu semua. Btul gak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Klo tetap gak bisa trus gimana ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(klo kata bang Roma “TERLALU”)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk bisa ngerubah suatu hal pasti harus dengan disertai NIAT yang kuat. Ingat hadist Rasulullah SAW  dari amirul mu’minin Abi Hafs bin Al-Khattab r.a. berkata “Bahwasanya segala amal perbuatan tergantung pada NIAT, dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrah karena menuju (ridho) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kearah yang ditujunya.” (HR Bukhari – Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo niat kita sudah kuat, Insyaallah, Allah akan memberikan jalan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys! Coba kalian baca kisah temen kita yang insyaallah bisa diambil ibrohnya. &lt;br /&gt;biar lebih dramatis lagi saya bikin namanya mirip dengan tokoh novel “Ayat-ayat Cinta”. (he....he.....he) Kang ABIK maaf nih nama tokohnya dipake dulu! Gak apa-apa khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saat itu Fahri dan Aisyah masih duduk di bangku kelas 1 SMA, keduanya saling berkenalan pada masa orientasi siswa SMA. Memang masa-masa SMA adalah masa-masanya peralihan untuk setiap orang baik laki-laki maupun perempuan. Fahri adalah seorang siswa kelas 1-5, ia dikenal pintar dan berwajah rupawan, banyak teman-temannya satu sekolah mengaguminya salah satunya adalah Aisyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Aisyah adalah seorang siswi kelas 1-3, ia merupakan siswi yang paling berpengaruh di SMAnya, wajar saja Aisyah kan seorang ketua OSIS disana. Hampir dua semester Aisyah mengenal Fahri, mereka berdua sering ngobrol bareng saat jam istirahat. Pada akhirnya Fahri-pun membuka perasaannya pada Aisyah, tanpa pikir panjang Aisyah pun menerima Cinta Fahri. Mereka berdua semakin terlihat serius dengan hubungan mereka, mulai dari pulang bareng + gandengan tangan, ngobrol berduaan, dll. Sehingga akhirnya prestasi merekapun turun baik Fahri maupun Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Melihat banyaknya fenomena tersebut, tergeraklah hati para aktivis di SMA tersebut untuk menyadarkan para kawula muda khususnya siswa dan siswi di SMA tersebut. mereka gencar mengadakan seminar-seminar tentang Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran) dan dampak yang ditimbulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Awalnya Fahri dan Aisyah tidak mau mendatangi seminar-seminar tersebut mereka berfikir bahwa itu semua tidak ada gunanya. Tetapi dengan kesabaran, doa, dan tarbiyah (pendidikan) yang terus dilakukan oleh para aktivis disana, Akhirnya membuahkan hasil. Banyak siswa dan siswi yang mulai berubah, mereka semakin tertarik dengan kajian-kajian yang diselenggarakan oleh para aktivis, bahkan tidak sedikit juga yang mau dan mulai mengikuti pertemuan-pertemuan (Liqo/Halaqoh) yang diadakan tiap pekannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Begitu juga dengan Fahri dan Aisyah, setelah mereka mengikuti beberapa seminar dan acara motivasi (Motivation Training). mereka mulai menunjukan adanya perubahan, mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini “SALAH”. Fahri dan Aisyah akhirnya intensif mengikuti kajian-kajian dan Liqo tiap pekannya. Mereka berdua-pun bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Fahri yang tadinya selalu cuek dengan sikapnya, kini bisa berubah. Ia adalah seorang pemuda yang teguh dengan pendiriannya dan kini komitmen yang ia pegang adalah komitmen kepada Islam sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Begitu juga dengan Aisyah ia yang tadinya hanya memakai kerudung gaul (kerudung yang hanya sampai ke leher dan baju serta celana panjang yang ketat) kini berubah, Ia menjadi Aisyah yang baru dengan Jilbab panjang ( Jilbab Syar’i ), dan juga penampilannya berubah yang tadinya ia gemar bersolek, menggunakan wewangian. Kini mulai ia tinggalkan, Ia menyadari kesuciannya yang harus ia jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka,  saat mereka bertemu di sebuah acara seminar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aisyah, saya sadar bahwa selama ini yang kita lakukan itu salah, semoga Allah azzawajalla mengampuni dosa kita berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, benar lebih baik kita mengakhiri hubungan ini, apa yang kita dapat dari perbuatan kita selama ini bukanlah kebaikan tetapi dosa Astaghfurullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila Allah menghendaki kita bersatu, pasti Allah akan memberikan jalan pada kita dan mempertemukan kita kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka berdua-pun akhirnya mulai menjauhkan diri, selama mereka belajar di SMA. Mereka hanya bertemu pada saat ada seminar-seminar saja. Fahri dan Aisyah telah menemukan kehidupan barunya, kehidupan yang sesunguhnya yang lebih nikmat dibandingkan kehidupan duniawi semata, kehidupan yang berlandaskan Allah atas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tiga tahun mereka mengenyam pendidikan di SMA, dan berhasil lulus dengan predikat yang memuaskan. Sebenarnya Aisyah dan Fahri masih saling mengharapakan untuk bersatu, terlebih lagi saat mereka berdua sudah berkomitmen pada Islam yang sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Aisyah melihat Fahri merupakan sosok yang soleh, semua perilakunya berubah dan itu semakin menambah rasa cintanya pada Fahri. Begitu juga Fahri, ia melihat Aisyah merupakan sosok yang begitu menawan apalagi saat pertama ia melihat Aisyah memakai jilbab dan melihat sifat-sifatnya yang berubah, “Subhanallah” begitu cantik dan menawan. Tetapi mereka hanya bisa berdo’a &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, apabila ia adalah yang terbaik bagiku maka persatukanlah kami. Tetapi apabila ia bukanlah yang terbaik bagiku maka berikanlah ganti yang lebih baik. Engkau yang berkuasa pada hambamu yang lemah ini dan Engkau pula yang paling tahu apa yang terbaik bagiku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aisyah melanjutkan kuliahnya di sebuah Universitas di Padang, sedangkan Fahri melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Mereka berdua sangat teguh pada komitmennya mereka terus mengamalkan dan berda’wah di universitasnya masing-masing. Fahri menjadi ketua KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) di yogyakarta. Sedangkan Aisyah menjadi ketua komite muslimah di universitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tidak terasa 4 tahun berlalu dan mereka berdua dapat lulus S1 dengan prestasi memuaskan. Setelah lulus Aisyah pulang kerumahnya di Bogor, sedangkan Fahri masih tetap berada di Yogyakarta untuk melanjutkan S2. sebelum ia melanjutkan kuliahnya, ia berencana untuk menikah terlebih dahulu. Fahri lalu menemui Murrabbinya ustadz Usman untuk membicarakan maksud mulianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ustadz, saya rasa saya sudah sangat siap untuk membina rumah tangga. Saya berencana untuk menikah sebelum saya melanjutkan kuliah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kamu sudah siap baik Ruhiyah dan Lahiriyah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insyaallah Ustadz, saya  sudah siap dengan semuanya dan sudah saya pikirkan masak-masak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu, kemarin juga saya baru mendapat informasi dari adik saya di Bogor, kalau ada seorang akhwat binaannya yang sedang mencari pendamping hidup. Bagaimana apa kamu mau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insyaallah, Ustadz.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya sudah kalau begitu, tiga hari lagi kita berangkat ke Bogor untuk Ta’aruf ke rumah akhwat tersebut. insyaallah, nanti saya kabari adik saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari berlalu, Fahri dan ustadz Usman berangkat ke Bogor dengan menggunakan bus malam. Mereka berangkat pukul 17:00 WIB dan sampai di bogor sekitar pukul 7:00 WIB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sesampainya di terminal Baranang Siang Bogor. Fahri dan Murabbinya melanjutkan perjalanan kerumah adik perempuannya di daerah Cibinong, mereka naik bus tiga perempat jurusan Depok – Bogor. Sekitar pukul 8:10 mereka tiba di Cibinong dan melanjutkan perjalanan ke rumah Nurul adik perempuannya ustadz Usman untuk beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah beristirahat sejenak, Fahri berpamitan untuk pulang ke rumah orang tuanya di daerah Cikaret. Fahri disambut dengan bahagia oleh kedua orang tuanya dan kedua adiknya di rumah. Memang sudah satu tahun Fahri tidak pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Malam harinya, Fahri dan orang tuanya pergi kerumah Nurul, untuk bersama-sama pergi ke tempat akhwat yang akan dikhitbah oleh Fahri. Sampai di rumah Nurul, mereka langsung bertolak kerumah akhwat tersebut. Dalam perjalanan Fahri tidak menduga kalau rumah yang dimaksud adalah rumah Aisyah, akhwat yang pernah menjadi kenangan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setibanya disana Fahri teringat akan kenangan lamanya. Dalam hati ia bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah ini rumah Aisyah?, Ah Bukan, Aisyah kan sudah pindah ke Padang.”&lt;br /&gt;Tetapi ia malu untuk bertanya dengan Nurul, dirumah akhwat tersebut mereka semua disambut dengan hangat. Kebetulan Fahri memang belum pernah bertemu dengan kedua orang tua Aisyah, sehingga saat mereka bertemu Fahri tidak merasa mengenal mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah berbincang-bincang agak lama, Aisyah disuruh membawakan teh hangat untuk para tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Is tolong bantu bik Inah mengeluarkan minuman untuk para tamu, lalu duduklah bersama kami ada yang mau bertemu dengan mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa saat kemudian bik Inah datang membawakan teh hangat, dan disusul Aisyah. Di depan pintu Aisyah terkejut melihat Fahri, begitu juga dengan Fahri mereka saling berpandangan untuk beberapa saat. Aisyah tidak menduga kalau yang akan meminang dia adalah Fahri. Dalam hati Aisyah mengucapkan tasbih berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah, Subhanallah, Alhamdulillah, maha besar engkau yang telah mempertemukan kami kembali pada pertemuan yang penuh dengan berkah ini Insyaallah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Fahri yang tertegun oleh seorang akhwat yang sudah lama tidak ia jumpai, tidak henti-hentinya memuji Allah. Fahri tertegun akan kecantikan dan pesona Aisyah, Ia tidak menyangka bahwa Aisyah benar-benar anggun dengan jilbab panjangnya dan kelembutannya, benar-benar berbeda dengan yang pernah ia kenal saat kelas satu SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Astagfirullah,”  ucap Fahri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sesaat fahri sadar bahwa akhwat yang ia pandang belumlah menjadi istrinya dan syariat masih membatasi. Ia tidak memiliki hak untuk memandangi wajah rupawan Aisyah.&lt;br /&gt;     Setelah terjadi perbincangan yang agak lama, akhirnya mereka (fahri dan yang lainnya) memberitahukan maksud mereka datang ke rumah Aisyah.&lt;br /&gt;“maaf pak, bu, kedatangan kami kemari adalah untuk mengkhitbah Aisyah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, untuk siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini Saudara saya, Fahri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang Allah maha tahu, kebetulan semalam baru saja saya ngobrol dengan Aisyah dan mendesak ia untuk segera menikah tapi katanya belum ada calonnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perbincangan berakhir mereka pun pamit untuk pulang kembali ke rumah. Sepanjang jalan Fahri hanya terdiam membisu, di saat itulah Ustadz Usman menegur Fahri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akh, apa yang antum pikirkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Afwan Ustadz tidak ada apa-apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana? Apa antum sudah bertekad mau lanjut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarlah saya Shalat Istikhoroh dulu Ustadz, Inshaallah, agar lebih yakin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah pertemuan itu, kedua insan  itu akhirnya melangsungkan walimahan (Menikah). Mereka hidup bahagia sampai saat ini dan dikaruniai 2 orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaahailallah, Wallahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Tanggapannya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-840289515243039953?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/840289515243039953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran-part-3-cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/840289515243039953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/840289515243039953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran-part-3-cerpen.html' title='PACARAN.....??? (Part 3 + Cerpen)..'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-2483221956971462370</id><published>2008-09-13T07:40:00.002+07:00</published><updated>2008-09-16T15:09:01.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>PACARAN.....?? (Part 2)</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei Guys coba dech renungin uraian dibawah ini!&lt;br /&gt;Firman Allah SWT surat Al-Isra: 32,  &lt;br /&gt;“dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS: Al-Isra, 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat"."&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS Annur: 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku sekalian, yang dimaksud menundukkan pandangan(Ghadhul Basyar) yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya. &lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi). &lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan. &lt;br /&gt;Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.” &lt;br /&gt;Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.&lt;br /&gt;“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (Isi hadis tersebut sudah diringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma busuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NA’UDZUBILLAHIMINDZALIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-2483221956971462370?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/2483221956971462370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/2483221956971462370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/2483221956971462370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran-part-2.html' title='PACARAN.....?? (Part 2)'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-3767898912018342907</id><published>2008-09-13T07:34:00.003+07:00</published><updated>2008-09-16T15:05:59.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>PACARAN.....???</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Love_heart_uidaodjsdsew.gif/743px-Love_heart_uidaodjsdsew.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Love_heart_uidaodjsdsew.gif/743px-Love_heart_uidaodjsdsew.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;APA SICH PACARAN ITU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      PACARAN merupakan sebuah nama atau sebutan bagi dua insan manusia yang saling berinteraksi dengan ikatan suka sama suka diantara kedua insan tersebut. Cie.....Cie.......&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INTERAKSI YANG TERJADI APA AJA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Wah, buanyaaaaaaaak banget dech! Mulai dari saling memandang, terus saling senyum, saling menyapa, kenalan, ngobrol, telpon-telponan, SMS-an, Eh Akhirnya Jadian, terus Jalan Bareng + Gandengan tangan, Berdua-dua-an, Ngobrol + Curhat, Saling Memandang, Pegang sana pegang sini, dan masih banyak lagi deh. Nah Klo dah gitu ujung-ujungnya(Puncaknya) nanti DUARRR...!!! kecelakaan, dan harus masuk ke UGD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAW Sereeeeeeem......!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NAH TRUS BAGAIMANA HUKUMNYA DALAM ISLAM?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro! Dalam islam, hubungan antara pria dan wanita itu terbagi menjadi 2, yang pertama adalah hubungan mahram dan hubungan non-mahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[281] Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. So, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.&lt;br /&gt;Aturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya lho!), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan. &lt;br /&gt;Nah kalo Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-3767898912018342907?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/3767898912018342907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3767898912018342907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3767898912018342907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/bahaya-virus-pacaran.html' title='PACARAN.....???'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-2660403347322420535</id><published>2008-09-10T14:23:00.003+07:00</published><updated>2008-09-23T14:18:13.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>Daulah Islam Irak Inginkan Kematian Pemimpin Partai Politik Islam Irak</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/stories/shaheedan1..jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/shaheedan1..jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIYALA – Pemimpin Daulah Islam Irak menginginkan kematian semua anggota partai politik Islam Irak, hal ini disampaikan dalam sebuah rekaman yang disebarkan di website-website kelompok jihad.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Umar Al-Baghdadi, pemimpin Daulah Islam Irak mengatakan para pemimpin partai politik Islam Irak mempunyai waktu 15 hari untuk bertaubat, atau akan segera dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan ini saya umumkan kepada partai-partai Islam di Irak, baik pemimpin atau anggotanya yang telah memusuhi Allah Swt dan Muhammad Saw, kalian telah melakukan pemurtadan dan kalian halal dibunuh di mana saja jika kami menemukan kalian.”  Ujar Al-Baghdadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baghdadi mengumumkan lima pemimpin Irak yang harus dibunuh secepatnya termasuk Wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashemi.  Ia menjanjikan penghargaan yang sangat tinggi untuk kematian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan al-Baghdadi ditujukan untuk partai-partai politik Islam Irak, terutama Fraksi Sunni di Parlemen, yang kini memerangi mujahidin Daulah Islam Irak di Provinsi Anbar dan wilayah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini AS menganggap al-Baghdadi hanyalah karakter fiktif yang diciptakan oleh pejuang-pejuang Daulah Islam Irak (al-Qaeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesannya, Al-Baghdadi juga menghimbau masyarakat muslim di Provinsi Diyala untuk terus memerangi pemerintah --yang telah jelas kekafirannya-- dan pasukan kafir AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadilah manusia yang setia dan meneruskan perlawanan,” ujar al-Baghdadi. “Kami berjanji, suatu hari kami akan menduduki Irak dan kini kami telah berada di ambang kemenangan.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Arrahmah.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-2660403347322420535?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/2660403347322420535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/daulah-islam-irak-inginkan-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/2660403347322420535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/2660403347322420535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/daulah-islam-irak-inginkan-kematian.html' title='Daulah Islam Irak Inginkan Kematian Pemimpin Partai Politik Islam Irak'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-6356745102541301968</id><published>2008-09-10T13:59:00.003+07:00</published><updated>2008-09-23T14:19:18.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhti Muslimah'/><title type='text'>JADILAH TRENSENTER SYAR’I</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hijabworld.com/images/Scribble-Ends-Abstract-Hijab-Black.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://hijabworld.com/images/Scribble-Ends-Abstract-Hijab-Black.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan gaya berpakaianmu ukhti muslimah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.Menutup dan Melindungi seluruh tubuh, Selain yang Dikecualikan.&lt;br /&gt;“Hai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah sampai ke tanda kedewasaan (haidh), tidak boleh terlinat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini---beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya—“ (HR abu dawud, Al albani meng-hasan-kannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus lima puluh centimeter, seratus dua puluhlima, dan minimal seratus lima belas centimeter. Itulah ukuran kain (jilbab) yang seharusnya engkau pilih wahai ukhti…(dikutip dari majalah Annida).  Ya… menutup bahu lah! Biar kalau ada angin rambutmu terlindungi, dan kalau ketarik, bayangan(……..)mu ga keliahatan! Hayoo….yang ini sering ga kamu sadari yaaa…?&lt;br /&gt;2.Bukan Tabarrujj&lt;br /&gt;“… Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu…” (Al Ahzab 33)&lt;br /&gt;Menor, berlebihan, boros, artificial, dan fisik semata. Itulah yang tidak diinginkan Allah SWT. Ia ingin agar mereka cantik, mulia, dan mempesona dengan dandanan iman. Cantik kartena akhlaqnya. Mulia karena ia bukan pameran berjalan yang dipelototi dan diamati. Dan mempesona karena setiap langkahnya adalah pahala, pahala, pahala.&lt;br /&gt;3.Kainnya Tebal&lt;br /&gt;“Akan muncul di akhir umatku, wanita-wanita yang&lt;br /&gt; berpakaian namun pada hakekatnya bertelanjang. &lt;br /&gt;Di atas kepala mereka tedapat sesuatu penaka punuk unta. &lt;br /&gt;Mereka tidak akan memasuki surga, dan tidak juga akan mencium aroma surga.&lt;br /&gt;Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Ibnu ‘Abdil Barr menjelaskan, bahwa yang dimaksud berpakaian tapi telanjang adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, belum menutup atau menyembunyikan tubuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;4.Kainnya longgar, Tidak Sempit, dan Tidak “jatuh”&lt;br /&gt;Kisah riwayat Usmah bin Zaid: “rasulullah saw memberiku pakaian Qibthiyah (gaya Mesir) yang tebal, hadiah dari Dihyah Al Kalbiy.” &lt;br /&gt;5.Tidak Diberi wangi Haruman&lt;br /&gt;6.Tidak Menyerupai Pakaian laki-laki&lt;br /&gt;7.tidak menyerupai PakaianOrang Kafir&lt;br /&gt;8.Bukan Merupakan Libasusy Syuhrah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-6356745102541301968?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/6356745102541301968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/jadilah-trensenter-syari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/6356745102541301968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/6356745102541301968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/jadilah-trensenter-syari.html' title='JADILAH TRENSENTER SYAR’I'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-7152400905207430481</id><published>2008-09-10T13:52:00.004+07:00</published><updated>2008-10-24T16:50:24.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesalahan Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>KESALAHAN PENGGUNAAN AL FATIHAH</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sabah.gov.my/jheains/INFO%20AL-QURAN/surah%20al-fatihah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.sabah.gov.my/jheains/INFO%20AL-QURAN/surah%20al-fatihah.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri bahwa al-Fatihah adalah sebuah surat yang agung. Secara makna, surat ini ringkas tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Bahkan bisa dikatakan, semua kandungan al-Qur’an telah termuat di dalam surat ini secara global. Sehingga surat ini dinamakan pula dengan Ummul Kitab atau Ummul Qur’an (induk al-Qur’an).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain keagungan dari segi makna, ada pula keagungan lain yang ditunjukkan di dalam hadis nabi, di antarany adalah;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Ibnul Mu’alla ra, beliau mengatakan: Suatu ketika aku sedang shalat sunnah, Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku, maka aku tidak menjawabnya sampai aku menyelesaikan shalatku. Lalu aku mendatangi beliau -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam-,” Beliau bertanya, “Mengapa Engkau tadi tidak menjawab seruanku ?” Aku menjawab, “wahai utusan Allah, aku tadi sedang shalat.” Beliau berkata, “Bukankah Allah telah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu?” Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bertanya kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al-Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid?” Abu Said berkata, “Lalu beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al-Qur’an?” Maka beliau bersabda, “Benar. (surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al-Qur’an Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR al-bukhari, Abu Dawud dan Ahmad, teks hadis ini mengikuti riwayat Imam Ahmad)&lt;br /&gt;Tentang keagungan ini, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama’, baik khalaf maupun salaf.&lt;br /&gt;Namun saat ini, muncul berbagai tindakan aneh yang dilakukan oleh umat muslim terhadap surat al-Fatihah. Di antara tindakan aneh tersebut, menjadikan al-Fatihah sebagai bacaan untuk membuka suatu majelis atau kegiatan, hadiah bagi orang mati dan hadiah untuk Rasulullah ataupun orang-orang shalih. &lt;br /&gt;Pertama; Al-Fatihah sebagai pembuka kegiatan&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah menghadiri suatu majelis, lalu MC memulai dengan mengatakan, “Marilah kita buka acara ini dengan bacaan ummul Qur’an, Al-Fatihah!” Di beberapa tempat di Indonesia hal ini cukup mentradisi. Bahkan boleh dikatakan telah mendarah daging. Tetapi sesungguhnya hal ini tidak sesuai dengan tuntunan Syari’ah. &lt;br /&gt;Memang bacaan al-Fatihah itu baik, tetapi jika dikaitkan dengan suatu peristiwa tertentu, menjadi tidak baik. Kalau kita baca sewaktu-waktu tidak masalah, tetapi ketika dikhususkan membacanya untuk membuka suatu kegiatan, namanya menadi bid’ah.&lt;br /&gt;Tidak ada sepotong dalil pun yang mejelaskan pembukaan kegiatan dengan bacaan al-Fatihah. Yang diterangkan di dalam ayat dan hadis-hadis nabi, untuk memulai kegiatan adalah dengan membaca basmalah. Anjuran agar memulai sesuatu dengan basmalah cukup banyak, meskipun dengan bacaan yang bermacam-macam. Di antaranya adalah; &lt;br /&gt;Membaca basmalah ketika akan wudlu’.&lt;br /&gt;لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ &lt;br /&gt;“Tidak ada (sah) shalat bagi yang tidak berwudlu, dan tidak ada wudlu bagi yang tidak menyebut nama Allah untuk wudlu’nya.” (HR Ahmad) &lt;br /&gt;Ketika menyembelih &lt;br /&gt;وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ &lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.”&lt;br /&gt;Ketika hendak memulai makan dan minum.&lt;br /&gt;يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ &lt;br /&gt;“wahai pemuda, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat denganmu.” (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Ketika keluar dan masuk rumah.&lt;br /&gt;“Apabila seseorang keluar dari rumah dengan membaca Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula walaa quwwata illa billah, dikatakan kepadanya ketika itu, engkau diberi petunjuk, dicukupi, dijaga, maka syetan pun menjauh darinya. (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;Ketika naik mobil, pesawat, kapal dan sebagainya.&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- apabila menaiki binatang tunggangannya ia berkata, &lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ ، الْحَمْدُ للهِ ، سُبْحانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ.&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya, Maha Suci Rabb yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.”&lt;br /&gt;Maka dalam memulai suatu kegiatan cukuplah dengan basmalah, yaitu membaca bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;Kedua: Al-Fatihah dibaca untuk orang yang mati&lt;br /&gt;Ada juga di antara masyarakat muslim yang suka mengirimkan bacaan al-fatihah kepada orang mati, baik dari kalangan kaum shalihin atau keluarga mereka. Biasanya mereka membaca dengan di awali kata, “Ila ruhi…., al-Fatihah!”.&lt;br /&gt;Selain itu, tentu masih segar dalam ingatan kita, ketika Pak harto wafat tak ketinggalan presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono memberikan sambutan. Di akhir sambutannya beliau mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk mendo’akannya. Setelah itu, beliau memberi komando sengan mengatakan, “al-Fatihah….!!”&lt;br /&gt;Tindakan ini adalah tindakan yang tidak sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Ada beberapa alasan untuk menegaskan ketidaksesuaian tersebut dengan tuntunan Islam, antara lain;&lt;br /&gt;1. Karena al-Qur’an diturunkan Allah untuk mereka yang hidup agar di amalkan, dan tidak diturunkan kepada yang mati. Allah berfirman tentang al-Qur’an, &lt;br /&gt;لِيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا&lt;br /&gt;“Supaya dia memberi peringatan kepada orang orang yang hidup.” &lt;br /&gt;dan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, &lt;br /&gt;إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ&lt;br /&gt;“Jika seorang mati maka putuslah amalnya kecuali 3 hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya.(HR Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad)&lt;br /&gt;2. Ibnu katsir menyebutkan ketika menerangkan firman Allah, &lt;br /&gt;وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى&lt;br /&gt;“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh kecuali apa yang ia usahakan”, &lt;br /&gt;Sebagaimana ia tidak menanggung dosa orang lain, maka ia juga tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang ia usahakan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Dari ayat yang mulia ini Imam syafii menyimpulkan bahwa membaca al-Fatihah untuk dikirimkan pahalanya kepada si mayit, maka pahala tersebut tidak akan sampai kepadanya, karena bukan dari amal perbuatannya ataupun usahanya. Dan karenanya Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- tidak menyunnahkan (menganjurkan) umatnya untuk melakukannya, memerintahkannya, ataupun membimbingnya dengan suatu Nash. Hal seperti itu tidak didapati dari para sahabat. Seandainya itu merupakan kebaikan, tentulah mereka akan mendahului kita dalam mengerjakannya.&lt;br /&gt;Adapun do’a, maka ulama sepakat bahwa keduanya akan sampai, dan ada nash yang mensyariatkannya.&lt;br /&gt;3. Tidak ada riwayat dari Nabi -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- dan sahabatnya bahwa mereka membaca al-Fatihah surat lain untuk mayit, bahkan Rasul -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepada para sahabatnya ketika selesai mengubur mayit;&lt;br /&gt;اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ قَالَ أَبُو دَاوُد بَحِيرٌ ابْنُ رَيْسَانَ&lt;br /&gt;“Mohonlah ampun bagi saudaramu, dan mintakanlah ketetapan atasnya, karena sekarang ia sedang ditanya.” (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;Demikian juga Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- tidak mengajari para sahabat untuk membaca al-Fatihah ketika memasuki kuburan, akan tetapi mengajarkan kepada mereka untuk mengatakan, &lt;br /&gt;السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ &lt;br /&gt;“Keselamatan bagimu wahai ahli kubur dari kaum mukminin, dan kita insya Allah akan bertemu dengan kalian, aku memohon (afiyat) keselamatan dari adzab dari Allah bagikami dan kalian semua.”(HR Muslim, an-Nasa’i Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;Hadits ini menyuruh kita untuk memohon afiyat bagi mayit bukan untuk berdoa kepada mereka atau meminta pertolongan dengan mereka.&lt;br /&gt;Ketiga: Membaca al-Fatihah untuk Nabi -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- &lt;br /&gt;Meskipun mengucap al-Fatihah kepada nabi bisa dimasukkan ke dalam mengucapkan al-Fatihah untuk orang mati, hal ini sengaja dipisahkan karena nabi memiliki hak-hak khusus. Namun bagaimana pun juga tidak ada dasar untuk melakukan tindakan ini, baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah. Para sahabat pun juga tidak pernah melakukannya. Adapun dalil tentang kewajiban terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ada yaitu perintah untuk mengucapkan shalawat atas beliau -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.&lt;br /&gt;1. Allah Ta’ala berfirman, &lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” &lt;br /&gt;Ayat ini memerintahkan kita untuk membaca shalawat atas Nabi -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, bukan untuk membacakan al-Fatihah untuknya atau untuk memohon kepadanya agar kesulitan kita berakhir.&lt;br /&gt;2. Nabi -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga telah bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا&lt;br /&gt;“Barang siapa membaca shalawat untukku sekali, maka Allah membalasnya sepuluh kali karenanya.” (HR Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-7152400905207430481?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/7152400905207430481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/kesalahan-penggunaan-al-fatihah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/7152400905207430481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/7152400905207430481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/kesalahan-penggunaan-al-fatihah.html' title='KESALAHAN PENGGUNAAN AL FATIHAH'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-216263907708734293</id><published>2008-09-10T13:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T13:46:14.600+07:00</updated><title type='text'>TAWADHU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tn3-2.deviantart.com/fs16/300W/f/2007/141/6/c/The_Art_of_Loving_by_latentxbullet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://tn3-2.deviantart.com/fs16/300W/f/2007/141/6/c/The_Art_of_Loving_by_latentxbullet.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadhu’lah engkau seperti bintang, engkau dapat melihatnya di permukaan air walaupun ia berada tinggi di angkasa. Janganlah engkau seperti asap. Ia terbang tinggi ke angkasa, tetapi pada hakikatnya ia tiada berharga. (syair)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Tawadhu&lt;br /&gt;Tawadhu adalah menjaga hati dengan rendah diri (merendah) dengan tanpa menghinakan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para Ulama Tawadhu’ adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fudha’il bin iyadh: “Anda tunduk dan patuh kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun yang mengucapkannya.” &lt;br /&gt;2. Ibnul qayim al jauyiah: “tawadhu’ adalah mengakui kekuasaan Allah dengan merendahkan diri, tunduk, dan patuh kepadaNya serta menghambakan diri kepadaNya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat diambil kesimpulan Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran yang datang dari Allah dengan selalu menyandarkan pada Tauhid dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merendahkan diri (tawadhu’) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah merupakan contoh paling utama dalam segala hal, begitu juga dengan Tawadhu’ beliau, dalam beberapa riwayat dijelaskan ketawadu’an beliau, dikatakan : Rasulullah suka membetulkan sandalnya sendiri, menambal bajunya yang sobek, senang duduk bersama orang-orang miskin, berjalan dengan janda-janda dan anak-anak yatim, memenuhi undangan yang sajiannya sangat sederhana, menerima pendapat orang lain meskipun itu dari seorang budak, dll.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan para sahabat Rasulullah, mereka sangat terkenal ke-Tawadhu’an-nya, seperti:&lt;br /&gt;1. Abu Bakar saat menjadi khalifah (Pemimpin Negara) selalu memerah susu untuk keluarganya dan rakyatnya.&lt;br /&gt;2. Ali bin Abi Tholib yang memakai pakaian yang betambal disana sini.&lt;br /&gt;3. Umar bin Khatab yang selalu memanggul air sendiri.&lt;br /&gt;4. Usman bin Affan yang selalu tidur di dalam masjid tanpa ada yang menemani.&lt;br /&gt;Beberapa contoh dari Sahabat Rasulullah tersebut merupakan sesuatu yang sangat susah ditemui saat ini. Padahal mereka (Sahabat) adalah seorang khalifah yang tidak hanya memimpin satu negeri, tetapi memimpin hampir setengah negara yang ada di dunia ini, tetapi mereka tidak menjadikan tahta dan harta sebagai tujuanya hidup mereka, mereka lebih memilih Allah dan Rasulnya.&lt;br /&gt;Kebaikannya, pada saat ini belum ada pemimpin khusunya di Indonesia tercinta ini yang dapat dijadikan sebagai contoh baik bagi rakyatnya. Kebanyakan dari mereka bertolak belakang dengan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Tabi’in, Tabiut-tabi’in dan generasi Salafush Shaleh.&lt;br /&gt;Kebanyakan pemimpin saat ini, meskipun mereka mengaku adalah seorang muslim tetapi sama sekali tidak tampak kemuslimannya. Mereka sangat angkuh dan sombong dengan jabatan yang telah diraihnya dan melupakan amanah utama mereka yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakannya. Tampak dalam diri mereka tidak ada rasa takut kepada Allah, mungkin karena mereka yakin bahwa mereka akan masuk Surganya Allah SWT, padahal Rasulullah Telah bersabda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maukah aku beritahu tentang Ahlinnar (Ahli Neraka) mereka adalha orang yang tinggi hati, congkak, dan Sombong.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barang siapa yang mengulurkan bajunya dengan perasaan sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat kelak.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang belum dikatakan tawadhu’ kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhu’annya dan begitu juga sebaliknya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (QS. 7: 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadhu’ adalah salah satu akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barang siapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya.Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi” (HR. Al Baihaqi)&lt;br /&gt;Mengukur ketawadhu’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’id Hawwa dalam bukunya Al Mustakhlash fi Tazkiyatun Nafs, menyebutkan ada beberapa percobaan yang dapat dilakukan untuk mengukur apakah di dalam jiwa seseorang terdapat kesombongan atau ketawadhu’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaknya ia berdiskusi dengan orang lain dalam suatu masalah. Apabila ia keberatan mengakui kebenaran dari perkataan lawan diskusinya dan tidak berterima kasih atas bantuan lawannya untuk mengetahui hal tersebut, maka di dalam hatinya masih terdapat kesombongan. Sebaliknya, bila ia mengakui dan menerima kebenaran lawannya tersebut, berterima kasih kepadanya dan lisannya mengakui kelemahan dirinya dengan tulus, misalnya dengan mengatakan, Alangkah bagusnya perkataanmu terhadap sesuatu yang belum aku ketahui. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas ilmu yang dibukakan oleh Allah untukku melalui kamu!, maka jika hal itu dilakukan berulang-ulang, sehingga manjadi tabiat dirinya berarti ia telah memiliki sifat tawadhu’ dan terbebas dari kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan tatkala Umar bin Khatab ra selesai menyampaikan pidato untuk membatasi mahar wanita, seorang wanita berdiri seraya berkata, “Wahai Umar, apa urusanmu dengan mahar kami, padahal Allah saw berfirman, “…sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak…” (QS. 4 : 20). Menanggapi hal itu Umar berkata, “Benarlah wanita itu dan salahlah Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaklah berkumpul bersama teman-teman sebaya dalam berbagai pertemuan, lalu mendahulukan mereka atas dirinya, tidak menonjolkan diri di tengah-tengah mereka, dan berjalan di belakang atau di tengah, bukan di depan. Bila hal itu terasa berat, berarti masih ada kesombongan di dalam dirinya. Sebaliknya, jika hal itu terasa ringan baginya, berarti sifat ketawadhu’an telah ada dalam dirinya. Abu Darda ra berkata: “Seseorang akan bertambah jauh dari Allah selama (ia menyukai) orang yang berjalan di belakangnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaklah memenuhi undangan orang miskin atau yang lebih rendah statusnya dari dirinya. Apabila ia merasa berat melakukannya berati masih ada kesombongan dalam hatinya. Dalam suatu riwayat dikisahkan, Rasulullah saw melihat ada orang kaya yang duduk di sebelah orang miskin lantas ia menjauh dari si miskin dan melipat pakiannya, maka Rasulullah berkata kepadanya, “Apakah kamu takut kefakirannya menular padamu?” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hendaklah membawa barang-barangnya atau barang yang dibutuhkan keluarganya sendiri, tanpa dibawakan orang lain. Apabila ia merasa berat untuk melakukan hal tersebut, meski tidak ada orang yang melihatnya maka itu adalah kesombongan dan apabila ia tidak merasa berat kecuali bila dilihat oleh orang banyak, maka ia termasuk riya’ (ingin diperhatikan orang lain). Keduanya merupakan penyakit jiwa dan lawan dari sifat tawadhu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hendaklah memakai pakaian yang sangat sederhana. Apabila ia merasa berat melakukannya di hadapan orang banyak, maka ia riya’ dan bila ia tidak mau melakukannya saat tidak dilihat orang banyak, maka itu adalah kesombongan. Zaid bin Wahab berkata, “Saya meilhat Umar bin Khatab ra menuju pasar dengan membawa susu dan mengenakan pakaian yang padanya terdapat empat belas tambalan, sebagiannya tertambal dengan kulit binatang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperoleh ketawadhu’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat tawadhu’ tidak dapat diperoleh secara spontan, tetapi harus diupayakan secara bertahap, serius dan berkesinambungan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh sifat tawadhu’ adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kata mutiara disebutkan, “Setiap manusia akan bersikap tawadhu’ seukuran dengan pengenalannya kepada Tuhannya”. Orang yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya pengenalan akan menyadari bahwa Allah Yang Maha Kuasa, Maha Kaya dan Maha Perkasa yang tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. Karenanya, bila mendapatkan kebaikan maka ia memuji Allah SWT dan bersyukur kepadanya, sebab pada hakekatnya ia tidak mampu mendatangkan kebaikan kepada dirinya kecuali atas izin-Nya. Orang yang mengenal Allah akan mengakui dirinya kecil dan lemah, sehingga ia akan tawadhu’ dan merasa tidak pantas untuk berlaku sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengenal Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari asal usulnya, manusia berasal dari sperma yang hina yang selalu dibasuh jika terkena pakaian atau badan. Kemudian manusia lahir ke dunia dalam keadaan tanpa daya dan tidak mengetahui apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. 16 : 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, manusia tidak berhak sombong. Ia harus bersikap tawadhu’, sebab ia lemah dan tidak mempunyai banyak pengetahuan. Bahkan ia tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk menyelamatkan makanan yang telah direbut oleh seekor lalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengenal Aib Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dapat terjebak kepada kesombongan bila ia tidak menyadari kekurang dan aib yang ada pada dirinya. Boleh jadi seseorang mengira bahwa dirinya telah banyak melakukan kebaikan padahal ia justru melakukan kerusakan dan kezaliman. “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang–orang yang mengadakan perbaikan” (QS. 2 : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap muslim harus selalu melakukan instropeksi diri sebelum melakukan, saat melakukan dan setelah melakukan sesuatu sebelum ia dihisab oleh Allah SWT kelak. Hal itu juga agar ia menyadari kekurangan dan aib dirinya sejak dini, sehingga ia akan bersikap tawadhu’ dan tidak akan sombong kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merenungkan nikmat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, seluruh nikmat yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya adalah ujian untuk mengetahui siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur. Namun banyak di antara manusia yang tidak menyadari hal tersebut, sehingga membanggakan, bahkan menyombongkan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Sebagian ulama berkata; “Kekaguman pada diri sendiri (ujub) adalah pangkal kesombongan”. Karena itu, agar dapat menghilangkan sifat sombong dan memiliki akhlaq tawadhu’, setiap muslim harus sering merenungkan nikmat yang Allah berikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain yang telah disebutkan di atas, ada banyak lagi cara untuk menumbuhkan akhlaq tawadhu’, antara lain dengan merenungkan manfaat tawadhu’ dan kerugian sombong, mencontoh akhlaq orang-orang sholeh terdahulu yang tawadhu’, banyak berteman dengan orang-orang yang tawadhu’, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia yang saat ini mengalami berbagai krisis sesungguhnya terjadi karena kesombongan pemimpin dan rakyatnya. Fenomena kesombongan, berupa pengagungan kepada diri sendiri, harta, ilmu, keturunan, dan lain-lain terjadi dimana-mana. Orang yang bersikap tawadhu’ sekarang menjadi langka dan malah dikucilkan. Padahal pertolongan dan petunjuk Allah hanya diberikan kepada orang yang tawadhu’, bukan kepada mereka yang sombong. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (QS. 7 : 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-216263907708734293?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/216263907708734293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/tawadhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/216263907708734293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/216263907708734293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/tawadhu.html' title='TAWADHU'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-342333194073575218</id><published>2008-09-10T11:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T14:24:39.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhti Muslimah'/><title type='text'>Setetes Parfum yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img.alibaba.com/photo/100073515/De_cya_Lure_Eau_De_Parfum.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://img.alibaba.com/photo/100073515/De_cya_Lure_Eau_De_Parfum.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)&lt;br /&gt;   2. Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)&lt;br /&gt;   3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hadits diatas menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 dan 2 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M&lt;br /&gt;   2. 30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun’im,Pustaka Azzam,2000M&lt;br /&gt;   3. Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-342333194073575218?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/342333194073575218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/342333194073575218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/342333194073575218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada.html' title='Setetes Parfum yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-1749117753889546337</id><published>2008-09-02T09:20:00.004+07:00</published><updated>2008-09-23T14:30:29.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>J I H A D ANTARA DEFINISI SYAR’I DAN USAHA DISTORSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cdnl3.liveleak.com/thumbs/2008/May/21/610377_222_avatar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://cdnl3.liveleak.com/thumbs/2008/May/21/610377_222_avatar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disebutkan kata jihad fi sabilillah maka maknanya adalah berperang melawan orang-orang kafir untuk menegakkan kalimatulloh. Inilah definisi yang disebutkan oleh para ulama salaf, berdasar ayat-ayat dan sunah-sunah Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun inilah salah satu Ibadah yang berusaha di kaburkan oleh orang-orang kafir. Mereka mengganti kata Jihad dengan nama-nama yang buruk seeprti TERORRIST, Fundamentalis, Extrimis Dll. Inilah yang selalu mereka gembar-gemborkan, bahkan banyak dikalangan umat islam sendiri dan negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim juga ikut memerangi JIHAD.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I. DEFINISI SECARA BAHASA&lt;br /&gt;Kata jahada–yajhadu-al juhdu wa al jahdu جهد-يجهد-الجهد-الحهد) ) mempunyai lebih dari 20 makna, semuanya berkisar pada makna kemampuan (الطاقة ) , kesulitan (المشقة ) , keluasan (الوسع) (kemampuan dan kesempatan), (القتال) perang dan ( (المبالغة bersungguh-sungguh. Karena itu para ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih dan ahli bahasa selalu mengartikan jihad secara bahasa dengan makna mencurahkan segenap kemampuan atau (bersungguh-sungguh menundukkan) kesulitan. [1]&lt;br /&gt;Syaikh Musthofa al Suyuthi berkata,” Al jihadu merupakan mashdar dari kata jaahada-jihaadan wa mujaahadatan maknanya bersunggh-sungguh (mencurahkan kemampuan) dalam memerangi musuh.”[2]&lt;br /&gt;Kata jahada-juhdun dan jahdun sudah mempunyai makna mubalaghah (bersungguh-sungguh). Apalagi kata jihad yang berasal dari kata jaahada dengan sighah mubalaghah, tentulah maknanya bersungguh-sungguh kuadrat. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak saling mengerahkan kemampuan maksimalnya untuk mengalahkan lawannya..[3] Itulah sebabnya para pakar bahasa menyebutkan makna jihad secara bahasa adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَذْلُ أَقْصَي مَا يَسْتَطِيْعُهُ اْلإِنْسَانُ مِنْ طَاقَةٍ لِنَيْلِ مَحْبُوْبٍ أَوْ لِدَفْعِ مَكْرُوْهٍ.&lt;br /&gt;“Mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan kebaikan dan menolak bahaya” [4]. Atau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْمَشَقَّةُ بِبَذْلِ أَقْصَى مَا فِيْ الطَّاقَةِ وَالْوُسْعِ&lt;br /&gt;“ Menanggung kesulitan dengan mengerahkan segala kemampuan”.[5]&lt;br /&gt;II. DEFINISI SECARA SYAR’I.&lt;br /&gt;Bila disebutkan kata jihad fi sabilillah maka maknanya adalah berperang melawan orang-orang kafir untuk menegakkan kalimatulloh. Inilah definisi yang disebutkan oleh para ulama salaf, berdasar ayat-ayat dan sunah-sunah Rasulullah. Begitulah fatwa Rasulullah ketika ditanya oleh seorang shahabat tentang makna jihad :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا اْلإِسْلاَمُ ؟ قَالَ أَنْ يَسْلِمُ قَلْبُكَ وَأَنْ يَسْلِمَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ قَالَ فَأَيُّ اْلإِسْلاَمِ أَفْضَلُ؟قَالَ: اَلإِْ يْمَانُ قَالَ :وَمَااْلإِ يْمَانُ؟ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَ فَأَيُّ اْلإِيْمَانِ أَفْضَلُ؟ قَالَ اَلْهِجْرَةُ قَالَ وَمَا الْهِجْرَةُ؟ قَالَ أَن ْتَهْجَرَ السُّوْءَ قَالَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ اَلْجِهَادُ قَالَ وَمَا الْجِهَادُ؟ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيْتَهُمْ قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ مَنْ عَقَرَ جَوَادَهُ وَأُهْرِيْقَ دَمُهُ, قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثُمَّ عَمَلاَنِ هُمَا أَفْضَلُ اْلأَ عْمَالِ إِلاَّ مَنْ عَمِلَ بِمِثْلِهَا: حَجَّةٌ مَبْرُوْرَةٌ أَوْعُمْرَةٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amru bin Abasah ra. beliau berkata,” Ada orang bertanya kepada Rosululloh,”Wahai Rosululloh, apakah Islam itu ?” Beliau menjawab,” Hatimu merasa aman, dan juga orang-orang muslim merasa aman dari gangguan lidah dan tanganmu.” Orang tersebut bertanya,”Lalu Islam bagaimanakah yang paling utama?’ Beliau menjawab,”Iman.” Orang tersebut bertanya lagi,” Apakah iman itu?” Beliau menjawab,” Kamu beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan kebangkitan setelah mati.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu iman bagaimanakah yang paling utama itu?” Beliau menjawab,”‘Hijroh.” Orang tersebut bertanya lagi,” Apakah hijroh itu?” Beliau menjawab,”Engkau meninggalkan amalan jelek.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu hijroh bagaimanakah yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Jihad.” Orang tersebut bertanya lagi,”Apakah jihad itu?” Beliau menjawab,” Engkau memerangi orang kafir jika kamu bertemu mereka.” Orang tersebut bertanya lagi,” Lalu bagaimanakah jihad yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Siapa saja yang terluka kudanya dan tertumpah darahnya”, Rosulullah Shollallahu ‘Alahi wasallam berkata: kemudian dua amalan yang merupakan amalan yang paling utama kecuali barang siapa yang bisa beramal yang menyerupainya ; haji mabrur dan ‘umroh.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan syaithan pun paham bahwa jihad itu maknanya perang di jalan Allah demi meninggikan kalimat Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ سِبْرَةَ بْنُ أَبِيْ فَاكِهَةِ: إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ ِلاِبْنِ أَدَمَ بِأَطْرَقِهِ فَقَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ اْلإِسْلاَمِ فَقَالَ لَهُ تُسْلِمُ وَ تَذَرُ دِيْنَكَ وَ دِيْنَ أَبَائِكَ وَ أَبَاءِ أَبِيْكَ ؟قاَلَ: فَعَصَاهُ فَأَسْلَمَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ اْلِهجْرَةِ فَقَالَ لَهُ:تُهَاجِرُ وتَدَع ُأَرْضَكَ وَسَمَاءِكَ وَإِنَّمَامَثَلُ اْلمُهَاجِرِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِيْ الطِّوَلِ فَقَالَ فَعَصَاهُ فَهَاجر.قَالَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ الْجِهَادِ فَقَالَ لَهُ: هُوَ جُهْدُ النَّفْسِ وَالْمَالِ فَتَقَاتَلَ فَتُقْتَلُ فَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَ يُقَسَّمُ الْمَالُ ؟ فَعَصَاهُ فَجَاهَدَ.فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ كاَنَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ.أَوْ قُتِلَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ, وَ إِنْ غَرَقَ كَانَ حَقًّاعَلَى اللهِ حَقًّا أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ وَقَصَتْهُ دَابَّتُهُ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخلَِهُ الْجَنَّةَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sibrah bin Abi Fakihah bahwasanya Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya setan menghadang manusia di setiap jalan kebaikan. Ia menghadang manusia di jalan Islam,” Apakah kau mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama bapakmu dan agama moyangmu ?” Ia tidak menururti setan dan masuk Islam.Maka setan menghadangnya di jalan hijrah,” Kau mau hijrah, meninggalkan tanah air dan langit yang menanungimu ?Ia tidak menururti setan dan berhijrah maka setan menghadangnya di jalan jihad,” Kau mau berjihad, sehingga terbunuh dan istrimu diambil orang serta hartamu dibagi-bagi ?” Ia tidak menururti setan dan tetap berjihad. Siapa saja melakukan hal, itu maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja terbunuh maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja tenggelam (karena jihad atau hijrah—pent) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja terlempar dari kendaraannya (saat hijrah atau jihad) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga.” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang lain Roslulloh bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمّ فَقَال َدُلَّنِي4ْ عَلَى عَمَلٍ يَعْدِلُ الْجِهَادَ قَالَ لَا أَجِدُهُ قَالَ هَلْ تَسْتَطِيْعُ إِذَا خَرَجَ الْمُجَاهِدُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَكَ فَتَقُوْمَ وَلَا تُفْتِرَ وَتَصُوْمَ وَلَا تُفْطِرَ قَالَ وَمَنْ يَسْتَطِيْعُ ذَلِكَ. قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ إِنَّ فَرَسَ الْمُجَاهِدِ لَيَسْتُنَّ فِيْ طِوَلِهِ فَيُكْتَبُ لَهُ حَسَنَاتٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh ra. Beliau berkata,“ Datang seseorang kepada Rosululloh saw. Lalu berkata,”Tunjukkan padaku sebuah amalan yang bisa menyamai jihad !!” Beliau menjawab,”Aku tidak mendapatkannya. Apakah kamu mampu apabila seorang mujahid keluar, kamu masuk masjid lalu sholat dan tidak berhenti dan kamu shaum dan tidak berbuka?” Orang tersebut berkata,” Siapa yang mampu melakukan hal tersebut???” Abu Huroiroh berkata,” Sesungguhnya bermainnya kuda seorang mujahid itu dicatat sebagai beberapa kebaikan.” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : Puasa dan sholat adalah bagian dari jihadun nafs, namun demikian Rosululloh mengatakan,” Aku tidak mendapatkan amalan yang bisa menyamai jihad.” Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan jihad kalau berdiri sendiri adalah perang melawan orang-orang kafir, bukan mujahadatun nafs, bukan dakwah, bukan thalabul ilmi, bukan membangun sekolah dan pondok pesantren dan amal-amal sholih lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النَّاِس أَفْضَلُ ؟ فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلي الله عليه وسلم مُؤْمِنٌ مُجَاهِدٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ. قَالُوْا ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ مُؤْمِنٌ فِيْ شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللهِ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. ia berkata,” Dikatakan kepada Rosululloh saw..” Wahai Rosululloh, orang bagaimanakah yang paling utama ?” Rosululloh saw. Menjawab,” Orang mukmin yang berjihad di jalan Alloh dengan jiwa dan hartanya.” Mereka bertanya lagi,” Kemudian siapa?” Beliau menjawab,” Seorang mukmin yang (menyendiri) berada dalam suatu lembah, takut kepada Alloh dan meninggalkan manusia karena kejahatan mereka .”[9] Keterangan : Orang mukmin yang menyendiri di tempat sepi seperti suatu lembah, gunung, daerah pedalaman dll, sambil bertaqwa kepada Alloh, melakukan sholat, tekun beribadah kepada Allah disebut sebagai mu’tazil (orang yang beruzlah). Pekerjaannya disebut uzlah. Jelas sekali uzlah dengan seluruh bentuk ibadah di dalamnya termasuk berjihad melawan hawa nafsunya, namun Rasulullah tidak menyebutnya sebagai seorang mujahid (orang yang berjihad) dan uzlahnya juga tidak beliau sebut sebagai jihad. Beliau menyebutkan orang yang berjihad dengan jiwa dan raganya di jalan Alloh, itulah mujahid sesungguhnya. Hal ini menunjukkan bahwa kata jihad apabila berdiri sendiri artinya adalah perang melawan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَبِرَسُوْلِهِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَوْ جَلَسَ فِيْ أَرْضِهِ اَلَّذِيْ وُلِدَ فِيْهَا فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلاَ نُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ إِنَّ فِيْ اْلجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةً أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ مَا بَيْنَ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh ra. bahwasanya Rosululloh bersabda,” Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat dan menunaikan shaum Romadhon, maka Alloh pasti akan memasukkannya ke dalam syurga, baik dia berjihad di jalan Alloh maupun duduk di daerah ia dilahirkan.” Para shahabat berkata,” Bagaimana kalau hal ini kami kabarkan kepada orang-orang?” Beliau menjawab,” (jangan!!!-pent) Sesungguhnya di syurga ada seratus tingkatan yang disiapkan untuk para mujahidin di jalan Alloh. Jarak antara dua tingkatan sebagaimana jarak antara langit dan bumi.”[10]&lt;br /&gt;Keterangan: Rosululloh menamakan orang-orang yang duduk ditempat tinggalnya tidak ikut berperang di jalan Allah bukan mujahid sekalipun ia shalat, zakat, haji, shaum, berdakwah dan mengerjakan amal-amal sholih lainnya, padahal itu semua termasuk jihad melawan hawa nafsu. Dari sini jelas, jihad maknanya adalah berperang, bukan dakwah, atau amal sholih lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hadits yang menerangkan fadlilah jihad maka yang dimaksud adalah jihad yang sebenarnya yaitu perang melawan orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimatulloh dan tidak dibawa kepada pengertian-pengertian lain baik thalabul ilmi, dakwah, mendirikan pondok pesantren dan madrasah membangun jembatan, menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim dan amal sholih lainnya.&lt;br /&gt;Pendapat ulama salaf dalam hal ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Hanafi:&lt;br /&gt;1. Imam Ibnul Humam berkata,” Jihad adalah mendakwahi orang kafir kepada agama yang benar dan memerangi mereka kalau tidak mau menerima. [Hasyiyah Ibnu abidin 4/121, lihat Fathul Qodir 5/436].[11]&lt;br /&gt;2. Imam Al-Kasani berkata,” Mengerahkan segala kemampuan dengan berperang di jalan Alloh dengan nyawa, harta dan lisan atau lain-lain atau melebihkan (begitu mencurahkan kemampuan) dalam hal itu.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Maliki:&lt;br /&gt;Imam Ibnu Arafah berkata,” Perangnya orang Islam melawan orang kafir yang tidak terikat perjanjian untuk meninggikan kalimatulloh, atau karena ia mendatanginya, atau karena ia memasuki daerahnya[13]&lt;br /&gt;Ibnu Rusyd berkata,” Setiap orang yang berpayah-payah karena Allah berarti telah berjihad di jalan Allah. Namun sesungguhnya jihad fi sabilillah kalau berdiri sendiri maka tidak ada maksud lain selain memerangi orang kafir dengan pedang sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah dalam keadaan hina.”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Syafi’i:&lt;br /&gt;Imam Al-Bajuri berkata,” Jihad artinya adalah berperang di jalan Alloh.” (Hasyiyatu Al-Bajuri ‘Ala Ibni Al Qosim 2/261].[15]&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar berkata,” Dan secara syar’i adalah mengerahkan tenaga dalam memerangi orang kafir.” [Fathu al Bari 6/3].&lt;br /&gt;Imam al Qasthalani berkata,” Memerangi orang kafir untuk memenangkan Islam dan meninggikan kalimat Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Hambali:&lt;br /&gt;“Secara syar’i adalah memerangi orang-orang kafir.”[16]&lt;br /&gt;“Jihad adalah perang dengan mengerahkan segala kemampuan untuk meninggikan kalimatulloh.[17]&lt;br /&gt;Imam Al Ba’ly berkata,” Jihad secara syar’i adalah ungkapan khusus untuk memerangi orang-orang kafir.[18]&lt;br /&gt;Pendapat ulama salaf ini ditegaskan kembali oleh para ulama kontemporer:&lt;br /&gt;Dr. Abdulloh Azzam berkata,” Empat imam madzhab bersepakat bahwasanya jihad adalah perang dan tolong-menolong di dalamnya. Kesimpulannya: 1) Kata ”jihad” kalau berdiri sendiri maka artinya adalah perang dan kata “fii sabiilillah” apabila berdiri sendiri artinya adalah jihad.[19] Beliau juga berkata,” Kata jihad jika disebutkan secara sendirian (tanpa qarinah—pent) maka maknanya adalah perang dengan senjata, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rusyd dan disepakati empat imam madzhab. [20]&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Baqi Abdul Qadir Ramdhun berkata,” Jihad secara istilah. Ketika disebutkan kata jihad fi sabilillah maka maknanya adalah memerangi orang-orang kafir, menyiapkan diri untuk hal itu dan beramal di jalan hal itu.” [21]&lt;br /&gt;DR. Abdullah Ahmad Qadiri berkata,” Adapun pengertian jihad secara syar’i, menurut mayoritas ulama fiqih berkisar dalam arti orang Islam memerangi orang kafir.”[22]&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Akhir Hammad al Ghunaimi berkata,” Adapun dalam istilah syar’i maka maknanya adalah memerangi orang-orang kafir demi meninggikan kalimat Allah.” [23]&lt;br /&gt;DR. Ali Nufai’ al Ulyani berkata,” Adapun definisi jihad menurut syar’i adalah memerangi orang kafir untuk meninggikan kalimat Allah dan saling membantu dalam hal itu.”[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Salman Fahd Audah berkata,” Jihad melawan orang kafir. Yaitu dengan memerangi mereka dan dengan mengerahkan segala hal yang dibutuhkan dalam peperangan ini baik harta, pengalaman dan lain-lain. Sebagaiman disebutkan dalam hadits Anas,”Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, nyawa dan lisan kalian.” Bila disebut kata jihad fi sabilillah maka maknanya adalah jihad dengan makna ini(perang melawan orang kafir),sebagaimana diungkapkan imam Ibnu Rusyd, (beliau menyebutkan perkataan Ibnu Rusyd).” [25]&lt;br /&gt;Begitu juga dengan para ulama lainnya, seperti Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz dalam risalah beliau “Jihad dan keutamaannya”[26]..&lt;br /&gt;Dan kadang-kadang kata jihad digunakan juga untuk jihadun nafs, jihadusy syaithon dan jihad-jihad yang lain. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jihadilah mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan jihad yang besar.” (QS.Al-Furqon: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أََيُ اْلِجهَادِ أَفْضَلٌ ؟ فَقَالَ : كَلِمَةُ حَقٍ عِنْدَ سُلْطاَنٍ جَائِرٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad apa yang paling utama?” Beliau menjawab,” Berkata benar di hadapan pemerintah yang dholim.“[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ بْنِ مَسْعُوْدٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : مَا مِنْ نَبِيٍ بَعَثَهُ اللهُ فِيْ أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلَّا كَانَ لَهُ مِنُ أُمَّتِهِ حَوَارِيُوْنَ وَأَصْحَابُ يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَ يَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تُخَلِفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خٌلٌوْفٌ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا لَا يُؤْمِرُوْنَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بُقَلِبُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَ لَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلِايْمَانِ حُبَّةٌ خَرْدَلٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda,” Tak seorang nabi pun yang diutus sebelumku kecuali ia mempunyai shahabat– shahabat dan penolong-penolong yang setia. Mereka mengikuti sunnah-sunnahnya dan meengerjakan apa yang diperrintahkannya. Kemudian datang setelah mereka kaum yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Maka barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan tangannya maka dia adalah mukmin dan barang siapa berjihad dengan lisannya dia adalah mukmin dan siapa yang berjihad dengan hatinya maka dia mukmin. Setelah itu tidak ada lagi iman walaupun sebesar biji sawi. “ [28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْجِهَادُ أَرْبَعٌ الَأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَ الصِّدْقُ فِى مَوَاطِنِ الصَّبْرِ وَ شَنَانِ الفَاسِقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad itu ada empat: amar makruf, nahi munkar, berlaku benar pada tempat yang menuntut kesabaran dan membenci orang-orang fasik.” Akan tetapi jika kata jihad diungkakan secara mutlak (secara lepas) maka artinya adalah perangmelawan orang-orang kafir untuk menegakkan kalimatulloh sebagai mana diatas. Sebagai mana yang dikatakan Imam Ibnu Hajar berkata,” Secara syar’i adalah mengerahkan kemampuan untuk memerangi orang-orang kafir, dan kadang-kadang digunakan untuk makna berjihad melawan hawa nafsu dan setan.” [Fathu al Bari 6/5]. Imam Ibnu Rusydi berkata,” Jihadus saif adalah memerangi orang-orang musyrik karena agama. Setiap orang yang berpayah-payah karena Alloh maka ia telah berjihad di jalan Alloh, akan tetapi sesungguhnya kalimat jihad fii sabilillah apabila berdiri sendiri (mutlaq) maka tidak ada arti lain kecuali jihad melawan orang-orang kafir dengan pedang sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah dengan rendah diri. Abdul Akhir Hammad berkata:”Dan perkataan yang kami nukil ini kami tidak dapatkan seorangpun yang menyelisihinya dan begitu pula nas-nas syar’I tidaklah memberikan pengertian kecuali sebagaimanan yang kami sebutkan ini.”[29] Dalam kesempatan yang lain beliau berkata:” Yang benar, memang jihad dalam Islam mencakup jihad melawan syetan, hawa nafsu dan godaan dunia. Akan tetapi yang paling tinggi adalah memerangi musuh-musuh Allah dengan pedang dan tombak dan inilah puncak ketinggian Islam dan ini pulalah yang dimaksud dengan jihad kalau diungkapkan secara mutlak (berdiri sendiri)”.[30] Jadi segala bentuk jihad, baik jihad melawan hawa nafsu, syetan atau godaan dunia disyari’atkan dalam Islam bahkan segala bentuk jerih payah dalam rangka beribadah kepada Alloh adalah jihad fii sabilillah. Namun semua bentuk dan macam jihad tesebut bukanlah yang dimaksud pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang menerangkan jihad secara mutlak (berdiri sendiri) baik hukum-hukum yang berlaku padanya maupun keutamaan-keutamaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan Ibnu Qayyim, beliau berkata,”…Kemudian diwajibkan atas kaum muslimin secara menyeluruh untuk memerangi semua orang musyrik secara menyeluruh. Yang mana sebelumnya hal ini dilarang lalu diizinkan, lalu diperintahkan untuk melawan orang-orang yang memulai perang lalu diperintahkan untuk memerangi seluruh orang musyrik, hukum perintah terakhir ini ada yang mengatakan farhdu ‘ain namun yang masyhur adalah fardhu kifayah. Yang benar, pekerjaan jihad secara umum adalah fardhu ‘ain baik dengan hati, lisan, harta atau tangan. Semua orang Islam harus berjihad dengan berbagai bentuk jihad tersebut, adapun jihad dengan nyawa adalah fardhu kifayah sedangkan jihad dengan harta ada yang mewajibkan dan ada yang tidak. Yang benar adalah wajib juga.” [31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Hasan Al-Banna berkata,” Yang saya maksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang hukumnya tetap hingga hari kiamat. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan Rosululloh saw. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يَنْوِ الْغَزْوَ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa mati, sedangkan ia belum pernah berperang atau berniat untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.”[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati dan peringkat terakhir adalah berperang di jalan Alloh. Di antara keduanya terdapat jihad dengan pena, tangan dan lesan berupa kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zlolim. Tidaklah dakwah menjadi hidup kecuali dengan jihad. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu bagi sejauh mana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauh mana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada mujahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوْا فِيْ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan berjihadlah di jalan Alloh dengan sebenar-benar jihad” ( Surat alhajj : 7  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian engkau telah mengerti slogan abadimu:”Jihad adalah jalan kami.”&lt;br /&gt;Syaikh Said Hawa menerangkan perkataan beliau di atas dengan berkata,“ Kami sebutkan dalam kitab jundulloh tsaqofatan wa akhlaqon bahwa jihad itu ada lima macam yaitu; jihad dengan tangan, jihad dengan lisan, jihad dengan harta, jihad dengan politik.” Lebih lanjut beliau berkata,”Jika jihad disebutkan secara mutlak maka yang dimaksud adalah jihad dengan tangan.” [33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. DISTORSI MAKNA JIHAD :&lt;br /&gt;Saat ini, faridzah jihad merupakan faridzah yang paling banyak mendapat serangan baik dari orang-orang kafir maupun dari orang-orang Islam sendiri, baik kalangan pengikut orientalis bahkan juga sebagian ulama yang mukhlish –tanpa mereka sadari ikut menikam jihad –. Serangan-serangan ini hadir lewat berbagai pemahaman yang mereka sebarkan yang bertentangan dengan Al Qur’an, As Sunah, ijma’ salaful umah dan realita kehidupan umat Islam zaman keemasan mereka. Di antara sebagian pemahaman yang melenceng dalam memahami makna jihad ini adalah :&lt;br /&gt;A. Makna Jihad Secara Syar’i Bukan Perang&lt;br /&gt;Ada sebagian orang saat ini yang mulai mengutak-atik makna jihad ini. Mereka memandang memaknai jihad dengan kata perang melawan orang-orang kafir merupakan pengertian yang picik, sempit dan justru semakin memojokkan Islam yang selalu dituduh pihak orientalis sebagai agama yang tesebar dengan pedang dan kekerasan, agama teroris dan sebagainya. Untuk itu, mereka mencari-cari dalil dari Al Qur’an dan As sunah, kiranya memperkuat pendapat mereka yang “moderat” tersebut. Di antara dalil yang mereka gunakan adalah :&lt;br /&gt;Firman Alloh :&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوْا فِى الله حَقَّ جِهَادِهِ&lt;br /&gt;“Dan berjihadlah untuk Alloh dengan sebenar-benar jihad.”(QS. Al-Hajj: 78).&lt;br /&gt;وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيْرًا&lt;br /&gt;“Dan jihadilah mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan jihad yang besar.” (QS.Al-Furqon: 52)&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ&lt;br /&gt;“Dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Alloh.”&lt;br /&gt;جَاهِدُوْا اْلمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَ أَلْسِنَتِكُمْ&lt;br /&gt;“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lidah kalian.” (Hadits shohih, HR. Abu Dawud no. 2504, An-Nasa’i 7/7 dan 51, Ahmad 3/124,153,251, Ad Darimi 2/132 no. 2436, Al Baghawi no.3410).&lt;br /&gt;أَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ ؟ فَقَالَ : كَلِمَةُ حَقٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ.&lt;br /&gt;“Jihad apa yang paling utama?” Beliau menjawab,” Berkata benar di hadapan pemerintah yang dholim.“ (HR Ahmad, Nasa’i 7/61, dihasankan Al Mundziri dalam At Targhiib wa at Tarhib 3/168].&lt;br /&gt;عَنِ بْنِ مَسْعُوْدٍ أَنَّ رَسُوْلَ الله قَالَ : مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثُهُ الله فِي أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّوْنَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَ يَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ ُثمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوْفٌ يَقُوْلُوْنَ مَا لاَ يَفْعَلُوْنَ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا لاَ يُؤْمَرُوْنَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَ لَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلاِيْمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ.&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda,” Tak seorang nabi pun yang diutus sebelumku kecuali ia mempunyai shahabat– shahabat dan penolong-penolong yang setia. Mereka mengikuti sunnah-sunnahnya dan meengerjakan apa yang diperrintahkannya. Kemudian datang setelah mereka kaum yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Maka barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan tangannya maka dia adalah mukmin dan barang siapa berjihad dengan lisannya dia adalah mukmin dan siapa yang berjihad dengan hatinya maka dia mukmin. Setelah itu tidak ada lagi iman walaupun sebesar biji sawi. “ [H R . Muslim Bab Iman, no. 50].&lt;br /&gt;اَلْجِهَادُ أَرْبَعٌ الَأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَ الصِّدْقُ فِى مَوَاطِنِ الصَّبْرِ وَ شَنَانِ الفَاسِقِ&lt;br /&gt;“Jihad itu ada empat: amar makruf, nahi munkar, berlaku benar pada tempat yang menuntut kesabaran dan membenci orang-orang fasik.”(HR. Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, hasan].&lt;br /&gt;Di antara para ulama yang mempunyai pemahaman ini adalah DR. Yusuf Qardhawi [dalam buku beliau Fiqhu az Zakat] Di sini hanya akan kita sebutkan pendapat Dr. Yusuf Qardhawi saja karena pendapat beliau sudah mewakili pendapat para ualama yang sependapat dengan beliau dalam hal ini. Alasan lain karena beliau termasuk ulama kontemporer yang kredibilitas keilmuan beliau diakui dan menjadi tempat rujukan umat Islam. Dr. Yusuf Qardhawi berkata,” Oleh karena itu saya condong untuk tidak memperluas cakupan fi sabilillah dengan mencakup seluruh perbuatan baik dan bermanfaat, sebagaimana saya juga tidak mempersempit cakupannya sehingga tidak terbatas kepada jihad yang berarti peperangan secara militer saja. Kadang-kadang jihad itu menggunakan pena dan lisan sebagaimana juga menggunakan pedang dan tombak. Kadang-kadang jihad berbentuk pemikiran, pendidikan, sosial, ekonomi atau politik sebagaimana kadang berupa militer[34]…Sesungguhnya berbagai macam bentuk jihad dan aktivitas keislaman yang kami sebutkan diatas walaupun tidak termasuk makna jihad dalam nash maka wajib memasukkannya ke dalam makna jihad dengan cara qiyas, karena keduanya adalah amalan yang bertujuan untuk menolong din Allah, membelanya dan melawan musuh – musuhnya serta menegakkan kalimatullah di muka bumi.[35]&lt;br /&gt;Beliau juga berkata,” Sesungguhnya yang terpenting dan pertama kali dianggap fi sabililillah saat ini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memulai kehidupan Islami dan benar, diterapkan di dalamnya seluruh hukum Islam baik itu aqidah, pemahaman, syiar-syiar, akhlaq dan adat istiadat / budaya. Adapun yang kami maksud dengan bekerja secara sungguh-sungguh adalah bekerja bersama-sama yang terorganisir dan terarah untuk mewujudkan hukum Islam, menegakkan daulah Islam dan mengembalikan khilafah Islamiyyah, umat dan peradabannya.” [36]&lt;br /&gt;Beliau lebih memperjelas pendapat ini,” Sesungguhnya mendirikan pusat-pusat dakwah, untuk menyeru kepada agama Islam yang benar, menyampaikan risalahnya kepada selain kaum muslimin di seluruh benua di dunia ini yang mana berbagai agama dan aliran saling bertarung adalah jihad fi sabilillah. [37]&lt;br /&gt;Jawaban Atas Berbagai Dalil di Atas :&lt;br /&gt;Definisi jihad menurut bahasa sangat umum sehingga apapun usaha seseorang dengan motivasi baik maupun buruk jika ada unsur mengerahkan kemampuan bisa tergolong jihad—menurut bahasa. Namun, Islam telah meletakkan kata jihad dengan pengertian syar’i. Ratusan kata jihad tersebar di dalam Al Qur’an dan As Sunah. Pelaksanaan dan hukum-hukum jihad sendiri juga telah diatur syariat dengan sempurna. Para ulama ushul fiqih telah menetapkan kaidah,” Makna syar’i lebih diutamakan berdasarkan pengertian syara’, daripada pengertian bahasa maupun ‘urf.” [38]&lt;br /&gt;Telah kita sebutkan di atas dasar-dasar dari Al Qur’an, As sunah dan pendapat para ulama salaf yang menyimpulkan makna syar’i dari kata jihad adalah perang melawan orang-orang kafir. Ini makna asasi dan pokok dari kata jihad. Meski demikian ada makna lain dari kata jihad ini seperti jihad melawan hawa nafsu, jihad dengan lisan, harta dan makna sekunder lainnya. Namun jihad tidak bisa dimaknakan dengan makna-makna sekunder ini, kecuali bila ada qarinah (dalil/hal lain) yang menyebabkan jihad tidak bisa dipakai dengan makna pokoknya.[39] Imam Ibnu Hajar berkata,” Secara syar’i adalah mengerahkan kemampuan untuk memerangi orang-orang kafir, dan kadang-kadang digunakan untuk makna berjihad melawan hawa nafsu dan setan.”[40]. Imam Ibnu Rusydi berkata,” Jihadus saif adalah memerangi orang-orang musyrik karena agama. Setiap orang yang berpayah-payah karena Alloh maka ia telah berjihad di jalan Alloh, akan tetapi sesungguhnya kalimat jihad fii sabilillah apabila berdiri sendiri (mutlaq) maka tidak ada arti lain kecuali jihad melawan orang-orang kafir dengan pedang sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah dengan rendah diri.” [Al Muqoddimatu al Mumahidatu li Bayani Ma Iqtadhthu Rusunu al Mudawwanah mi Al Ahkam al Syar’iyah 1/269].[41] Karena itu, bila sebagian besar umat Islam memahami jihad itu perang, itu sudah betul, sesuai dengan syariat dan bukan merupakan pandangan yang picik dan sempit. Adapun tuduhan orang-orang orientalis dan orang-orang kafir lainnya, memang itulah pekerjaan mereka mencari-cari celah untuk menyerang Islam. Menuduh memaknai jihad dengan perang sebagai sebab adanya tuduhan orientalis kepada Islam sebagai dien teroris dll merupakan tindakan yang tidak pada tempatnya dan tak lebih dari upaya mencari kambing hitam. Tanpa inipun, mereka akan tetap menyerang Islam dengan tuduhan-tuduhan miring. Sedangkan perkataan DR. Yusuf Qardhawi yang mendasarkan pada qiyas, maka pernyataan beliau ini tertolak karena tidak ada qiyas kalau sudah ada nash.&lt;br /&gt;Bila dikatakan makna jihad secara syar’i adalah perang, bukan artinya kita melalaikan dan mengecilkan peran penting jihad dengan arti sekunder lainnya. Tetap kita mengakui arti penting dakwah, tarbiyah, pembinaan aqidah, pembangunan pondok pesantren dan madrasah sebagai upaya pembangunan kader da’i, pembangunan jaringan ekonomi Islam dan usaha-usaha sholih lainnya. Itu semua penting, sangat penting dan jihad tak akan mungkin terlaksana tanpa adanya dukungan semua usaha tadi. Kaum muslimin hari ini, baik ulama maupun masyarakat tetap menyadari hal ini, dan itu satu hal yang patut kita syukuri dan kita tingkatkan lagi. Adapun adanya mayoritas masyarakat umat Islam yang memahami jihad sebagai jihad dan tidak menamai aktifitas keislaman lain dengan kata jihad, maka itu sudah betul, sudah di atas rel yang lurus dan bukan hal yang berbahaya. Meluruskannya justru akan membengkokkan pemahaman yang telah benar. Kalau semua disebut jihad maka umat akan dibuat bingung membedakan mana yang bukan jihad. Sebagai contoh, seorang petani ke sawah mengatakan saya berjihad, pedagang ke pasar berkata saya berjihad, ustadz ngajar di pondok mengatakan saya berjihad, dan seterusnya, lantas mana yang tidak jihad??? Jangan-jangan, yang jihad betulan (mengangkat senjata) malah disebut teroris dst. Para ulama sendiri menyebut jihad sebagai dakwah, bukannya menyebut dakwah sebagai jihad. Sebagai contoh Imam Al Kasani mengatakan,”Dakwah ada dua: Dakwah dnegan senjata yaitu perang dan dakwah dengan lisan yaitu tabligh.” [Badai-u al Shanai’ 9/4304][42] Di sini, bukannya menyebut dakwah dengan jihad, justru beliau menyebut jihad dengan dakwah. Walahu A’lam bish Shawab.&lt;br /&gt;Jadi, yang salah bukan mendefinisikan dan memahami kata jihad bermakna perang, namun yang salah dan tidak tepat adalah melalaikan atau mengecilkan sebagian macam-macam bentuk jihad (jihad dengan makna sekunder). Termasuk hal yang salah adalah salah menerangkan makna bentuk jihad yang paling afdhal (utama). Dari sini, bisa kita pahami — sebagai jawaban atas orang-orang yang mengatakan jihad maknanya perang merupakan pendapat yang picik dan salah — hal-hal berikut :&lt;br /&gt;Memang benar ayat-ayat tadi menerangkan keutamaan dan arti penting jihad da’awy (lewat dakwah) dan menyebutnya sebagai jihadan kabiran (jihad yang besar), namun makna ayat tadi tak lebih dari pengertian ini, maksudnya bukan berarti dakwah itu jihad yang paling utama. Kalaupun kita menerima pendapat yang mengatakan dakwah itu jihad yang paling agung dan utama, itupun tidak menjadi masalah karena ayat ini turun di Makkah sedang para ulama dan umat Islam telah sepakat perintah jihad belum diturunkan di Makkah, saat itu perintah perang melawan orang muyrik belum ada. Bahkan, saat perjanjian Aqabah keduapun —menjelang hijrah beliau ke Madinah— ketika shahabat Anshar meminta izin menyerang penduduk kafir Mina esok harinya, beliau berkata,”Kita belum diperintahkan untuk itu.” Yang diperintahkan saat itu adalah jihad dakwah, tentu saja hal ini menjadikannya amal paling utama saat itu. Adapun mengartikan jihad adalah perang melawan orang kafir merupakan jihad paling utama, maka ini semua berangkat dari ayat niha’i dari ayat jihad yang turun tahun 9 H. Islam telah sempurna, dan hukum yang wajib diambil adalah hukum niha’i. Orang yang berjihad dan mati tidak dimandikan bahkan sebagian ulama menyatakan tidak disholati, cukup dikafani dan dikuburkan. Ini semua menunjukkan jihad itu makna syar’inya perang. Dengan demikian setiap jihad itu berarti “perang”, meskipun tidak setiap perang itu masuk kategori jihad.” [DR. Muhammad Khoir Haikal, Al Jihadu wa al Qitalu fi al Siyasah al Syar'iyah, 1/74-75]. Untuk itulah kata jihad selalu diiringi dengan kata fi sabilillah, demi menujukkan tujuannya yang mulia untuk meninggikan kalimat Allah semata. Makna yang langsung bisa dipahami dari kata fi sabilillah sendiri adalah jihad, seperti ditegaskan Imam Ibnu Hajar,”Makna yang langsung dipahami dari kata fi sabilillah adalah jihad.”[43] Karena itu tak ada ulama yang memahami hadits di bawah ini untuk makna selain jihad/perang :&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيُّ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ صَاَم يَوْمًا فِي سَبِيْلِ الله بَعَّدَ الله ُوَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا.&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id ia berkata,” Rasulullah bersabda,” Tidak ada seorang hamba pun yang shaum sehari saja di jalan Allah (jihad) kecuali Allah akan menjauhkan dirinya dari neraka dengan (shaum) hari itu sejauh 70 tahun.” [Bukhari no.2840, Muslim no. 1153].&lt;br /&gt;Imam Ibnu Jauzi berkata,” Jika disebutkan secara mutlaq kata sabilullah maka maknanya adalah jihad.”[44] Tak seorang ulamapun menggunakan hadits ini untuk mereka yang thalabul ilmi, berdakwah, mendirikan pondok dst. Semua ulama memasukkan hadits ini dalam hadits tentang jihad, tentang perang melawan orang kafir. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang disebutkan juga tidak bisa menunjukkan dakwah merupakan jihad yang paling agung atau memaknai jihad secara syar’i dengan perang merupakan hal yang salah. Makna hadits–hadits tadi —wallahu A’lam— adalah dakwah, amar ma’ruf nahi munkar dan jihad melawan hawa nafsu menuntut perjuangan keras dan melawan beban yang berat. Terkadang harus mengorbankan nyawa seperti kasus amar ma’ruf di hadapan sultan yang dzalim. Namun makna hadits-hadits ini juga bisa —bahkan mungkin lebih pas— bila diterapkan dalam jihad dnegan makna perang, di mana nyawa dan harta betul-betul dicurahkan untuk meninggikan Islam, melebihi pengorbanan harta dan nyawa dalam dakwah dan jihad melawan hawa nafsu. Bahkan, perang melawan orang kafir merupakan jihad melawan hawa nafsu yang paling besar, di mana selain nyawa dan harta dipertaruhkan, seluruh pelajaran tauhid, akhlaq dan hukm-hukum fiqih ada di dalamnya. Jihad dengan makna perang akan mengajarkan tauhid, tawakal, sabar, syukur, pengorbanan dst, melebihi jihad qauly (dakwah) dan jihad melawan hawa nafsu yang bukan di medan jihad. Bahkan jihad dengan makna perang ini telah mencakup jihad melawan hawa nafsu dan jihad qauly. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Dalam banyak hadits disebutkan keutamaan berbagai amal. Menggunakan hadits-hadits tentang utamanya berbagai amal tadi untuk menyimpulkan makna jihad secara syar’i bukan hanya perang saja, atau memaknainya dengan perang merupakan pemikiran yang salah dan picik sama sekali tidak benar. Dalam hadits disebutkan :&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ اْلأَعْمَاِل أَفْضَلٌ ؟ قَالَ : إِيْمَانٌ بِاللهِ وَ رَسُوْلِهِ. قِيْلَ : ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ : جِهَادُ فِي سَبِيْلِ الله. قِيْلَ : ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ : حَجٌّ مَبْرُوْرٌ.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah ditanya,” Amal apakah yang paling utama ?” Beliau menjawab,” Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau ditanya lagi,” Lalu apa?” Beliau menjawab,” Jihad di jalan Allah.” Kemudian beliau ditanya lagi,” Lalu apa?” Beliau menjawab,” Haji yang mabrur.” [Bukhari no. 1519 ]&lt;br /&gt;عَنِ بْنِ مَسْعُوْدٍ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم , قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ, أَيُّ اْلعَمَلِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى مِيْقَاتِهَا. قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ :ثُمَّ بِرُّ اْلوَالِدَيْنِ. قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ. فَسَكَتُّ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ وَ لَوْ اِسْتَزَدْتُهُ لِزَادَنِي.&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud,” Saya bertanya kepada Rasulullah,” Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab,” Shalat tepat pada waktunya.” Saya bertanya lagi,“Lalu apa?” Beliau menjawab,” Berbakti pada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab,”Jihad di jalan Allah.” [Bukhari no.2782]. Dan hadits-hadits lain yang sebagiannya telah kita sebutkan di atas.&lt;br /&gt;Dalam berbagai hadits di atas, jawaban nabi selalu berbeda-beda sesuai dengan kondisi si penanya atau kondisi waktu saat itu. Imam Ibnu Hajar berkata saat menerangkan hadits Ibnu Mas’ud tadi,” Kesimpulan para ulama mengenai hadits ini dan hadits-hadits lain yang saling berbeda mengenai amal yang paling utama bahwasanya jawaban nabi berbeda-beda sesuai kondisi si penanya dengan cara memberitahukan kepada setiap kaum apa yang mereka butuhkan atau amalan apa yang mereka senangi atau cocok untuk mereka atau (bisa) juga berbeda sesuai perbedaan waktu dengan (penjelasan) amal itu lebih utama untuk waktu itu. Karena jihad itu awal Islam adalah sebaik-baik amalan karena merupakan wasilah untuk melaksanakan (menegakkan) Islam dan memngkinkan untuk melaksanakannya. Banyak sekali nash-nash yang menyatakan shalat lebih utama dari shadaqah, meski demikian dalam kondisi menyantuni orang yang dalam keadaan terjepit lebih utama dari sholat. Atau bisa jadi bukan lebih utama dari amalan yang serupa dengannya, namun maksudnya adalah keutamaan secara mutlaq atau maknanya adalah termasuk amalan yang paling utama, kata termasuk (من) dibuang, dan itulah yang dimaksudkan.” [45]&lt;br /&gt;Dengan ini bisa dimengerti cara memadukan berbagai hadits yang nampaknya bertentangan dalam masalah amalan yang paling utama inii. Kaidah yang diterangkan Ibnu Hajar ini berlaku juga untuk menerangkan jihad yang paling utama. Beliau kadang menyebut,” Seutama-utama jihad adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim.” Terkadang bersabda,” Seutama-utama jihad adlah engkau berjihad melawan nafsumu demi Allah.” Terkadang beliau bersabda,”Orang yang kudanya terbunuh dan darahnya tertumpah.” Terkadang juga bersabda,”Bagi kalian (kaum wanita) ada jihad yang paling utama yaitu haji yang mabrur.”Jawaban beliau ini berbeda-beda sesuai kondisi suasana saat itu atau kondisi si penanya. Namun demikian, tetap jihad dengan makna memerangi orang kafir dengan senjata yang mempertaruhkan nyawa dan harta itu sebagai jihad paling utama, dan itulah makna syar’i dari kata jihad. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Agar jawaban di atas lebih bisa dipahami, ada baiknya kita membahas penggunaan berbagai istilah dalam Islam :&lt;br /&gt;Istilah Syar’i Dan Pemakaiannya&lt;br /&gt;Dalam Islam, istilah-istilah syar’i selalu mempunyai dua makna; makna bahasa dan makna syar’i atau istilah. Dalam penggunaannya, makna yang dipakai pedoman dan penilaian adalah makna syar’i/istilah. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;a). Sholat maknanya secara bahasa adalah doa, sedang secara syar’i perbuatan dan perkataa tertentu dengan aturan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri salam. Makna sholat dengan makna bahasa “doa” ini tersebut dalam ayat dan hadits, namun demikian setiap kali kata sholat disbut maka yang langsung dipahami oleh siapapun adalah makna keduanya, makna syar’inya. Saat sholat dhuhur tiba, misalnya, seluruh orang dalam masjid mendirikan sholat Dhuhur berjama’ah, namun ada seseorang memojok dan tdak ikut sholat, ia berdiam diri dzikir atau membaca Al Qur’an. Ketika ditanya, kenapa tidak sholat ia menjawab sudah karena sholat itu kan berdoa. Akankah jawaban ini diterima? Tentu saja semua pihak akan menolaknya, bisa dipastikan ia malah dituduh pengikut kebatinan atau aliran sesat lainya. Kenapa demikian, karena ia mempermainkan istilah syariat.&lt;br /&gt;b). Shaum maknanya secara bahasa adalah diam atau menahan diri. Tidak berbicara namanya shaoum, tidak makan namanya shoum, tidak tidur namanya shaum,dst. Makna shaum secara syar’i adalah menahan diri dari makan, minum, jima’ dan seluruh pekerjaan lain yang membatalkan shoum menurut syariat sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.&lt;br /&gt;Demikian pula jihad. Ia mempunyai makna secara bahasa dan syar’i seperti telah kita terangkan di muka. Meski makna sekunder jihad banyak seperti jihad melawan syetan, melawan hawa nafsu da lain-lain, atau makna bahasanya mengerahkan segenap kemampuan, kita tidak bisa menyebut bersungguh-sungguh main bola itu jihad sekalipun seluruh tenaga terkuras habis. Kenapa? Karna itu artinya bermain-main dengan istilah syariat. Cukuplah main bola disebut sebagai bermain bola, dakwah dengan dakwah, membangun ponpes dengan membangun ponpes dst. Cukuplah jihad itu perang melawan orang kafir. Memang bisa dimaknai dakwah dst, tapi itu kalau ada qarinah. [46]&lt;br /&gt;Kesimpulannya :&lt;br /&gt;Kata jihad diungkapkan dengan dua cara yaitu : (1) Dengan secara mutlak (berdiri sendiri) dan (2) Dengan ungkapan yang disertai qorinah (keterangan) yang memalingkan dari makna aslinya. Jika disebutkan secara mutlak maka tidak ada arti lain kecuali perang melawan orang-orang kafir. Inilah makna syar’i yang dibicarakan seluruh ulama madzhab tadi. Jihad dalam pengertian inilah yang dimaksud dengan dzirwatu sanamil islam (puncak ketinggian Islam) dan sebaik-baik amalan secara mutlak sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Nuhas[47] dan Ibnu Taimiyah[48]. Setiap hadits dan ayat yang menerangkan keutamaan jihad maka maknanya adalah jihad dalam artian perang ini. Jihad dalam pengertian ini pulalah yang hukumnya asalnya fardlu kifayah dan dalam beberapa kondisi tertentu menjadi fardlu ain. Adapun dakwah dst itu termasuk jihad dengan makna kedua, dan jihad tidak dimaknai dengan makna kedua ini bila tidak ada qarinah. Kesalahan sebagian pihak saat ini adalah memaksakan jihaddengan qarinah ini untuk bisa menempati makna jihad mutlaq tanpa qarinah ini. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Syaikh Abdul Akhir Hamad Al-Ghunaimy dalam mendudukkan persoalan ini mengatakan,” Yang benar, memang jihad dalam Islam mencakup jihad melawan syetan, hawa nafsu dan godaan dunia. Akan tetapi yang paling tinggi adalah memerangi musuh-musuh Allah dengan pedang dan tombak dan inilah puncak ketinggian Islam dan ini pulalah yang dimaksud dengan jihad kalau diungkapkan secara mutlak (berdiri sendiri)”.[49] Begitu juga ungkapan Imam Ibnu Rusyd, yang telah kita ungkapkan dua kali di atas.&lt;br /&gt;Jadi segala bentuk jihad, baik jihad melawan hawa nafsu, syetan atau godaan dunia disyari’atkan dalam Islam bahkan segala bentuk jerih payah dalam rangka beribadah kepada Alloh adalah jihad fi sabilillah. Namun semua bentuk dan macam jihad tesebut bukanlah yang dimaksud pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang menerangkan jihad secara mutlak (berdiri sendiri) baik hukum-hukum yang berlaku padanya maupun keutamaan-keutamaannya.&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan Ibnu Qayyim, beliau berkata,”…Kemudian diwajibkan atas kaum muslimin secara menyeluruh untuk memerangi semua orang musyrik secara menyeluruh. Yang mana sebelumnya hal ini dilarang lalu diizinkan, lalu diperintahkan untuk melawan orang-orang yang memulai perang lalu diperintahkan untuk memerangi seluruh orang musyrik, hukum perintah terakhir ini ada yang mengatakan farhdu ‘ain namun yang masyhur adalah fardhu kifayah. Yang benar, pekerjaan jihad secara umum adalah fardhu ‘ain baik dengan hati, lisan, harta atau tangan. Semua orang Islam harus berjihad dengan berbagai bentuk jihad tersebut, adapun jihad dengan nyawa adalah fardhu kifayah sedangkan jihad dengan harta ada yang mewajibkan dan ada yang tidak. Yang benar adalah wajib juga.” [50]Ustadz Hasan Al-Banna berkata,” Yang saya maksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang hukumnya tetap hingga hari kiamat. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan Rosululloh saw. :&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُو وَلَمْ يَنْوُ بِاْلغَزْوِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً&lt;br /&gt;”Barangsiapa mati, sedangkan ia belum pernah berperang atau berniat untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.”&lt;br /&gt;Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati dan peringkat terakhir adalah berperang di jalan Alloh. Di antara keduanya terdapat jihad dengan pena, tangan dan lesan berupa kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zlolim. Tidaklah dakwah menjadi hidup kecuali dengan jihad. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu bagi sejauh mana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauh mana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada mujahid.&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوْا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ&lt;br /&gt;“ Dan berjihadlah di jalan Alloh dengan sebenar-benar jihad.” [ QS : Al Hajj : 78 ]&lt;br /&gt;Dengan demikian engkau telah mengerti slogan abadimu:”Jihad adalah jalan kami.”&lt;br /&gt;Syaikh Said Hawa menerangkan perkataan beliau di atas dengan berkata,“ Kami sebutkan dalam kitab jundulloh tsaqofatan wa akhlaqon bahwa jihad itu ada lima macam yaitu; jihad dengan tangan, jihad dengan lisan, jihad dengan harta, jihad dengan politik.” Lebih lanjut beliau berkata,”Jika jihad disebutkan secara mutlak maka yang dimaksud adalah jihad dengan tangan.” [51]&lt;br /&gt;Seperti telah diungkapkan di atas, seluruh ulama menyebutkan bahwa melawan hawa nafsu, syetan, berdakwah dan sebagainya, itu termasuk jihad namun jihad dalam artian bahasa, atau jihad dalam artian sekunder. Hal itu memang benar dan tidak diingkari, namun demikian pengertian ini tetap tidak bisa dimasukkan kedalam pengertian jihad secara khusus ( syar’i/saat jihad disebut secara mutlaq ). Kenapa ? Karena memang perbedaan hukum-hukum, kedudukan dan keutamaannya. Hukum-hukum jihad seperti fa’i, ghanimah, kharaj, ghulul, membunuh lawan, keutamaan mati syahid dan sebagainya, itu semua hanya berlaku untuk jihad dengan makna syar’i ( mutlaq ), bukan untuk dakwah dan sebagainya. Itulah kenapa makna jihad secara syar’I menurut seluruh ulama salaf adalah perang, bukan dakwah dan sebagainya. Karena kita tidak bisa artikan, misalnya, hadits orang mati syahid memberi syafa’at 70 anggota keluarganya itu untuk orang yang dakwah (tabligh atau mengajar di pondok lalu sakit dan mati, misalnya), karena hadits itu untuk jihad dengan makna syar’i, yaitu perang. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Perang Adalah Jihad Terbesar.&lt;br /&gt;Belakangan ini semakin banyak pihak yang menyatakan jihad dengan makna syar’i (perang) bukanlah jihad yang paling utama. Dengan berbagai dalil, mereka mencoba memperkuat pendapatnya, sebuah pendapat yang sama sekali tidak pernah dikenal salafush sholih. Ada yang mengatakan da’wah, perjuangan diplomasi dan menjadi oposisi lewat jalur MPR / parlemen merupakan jihad terbesar, dengan hadits orang yang mengatakan kebenaran di hadapan pemerintah yang dzalim. Padahal jelas sekali banyak ayat dan hadits yang menerangkan jihad dengan makna syar’i perang adalah jihad yang paling utama dan tinggi, seperti firman Allah ta’ala :&lt;br /&gt;لَا يَسْتَوِي اْلقاَعِدُوْنِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَاْلمُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ بِأَ‎مْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللهُ اْلمجُاَهِدِيْنَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى اْلقَاعِدِيْنَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللهُ اْلمُجَاهِدِيْنَ عَلىَ اْلقَاعِدِيْنَ أَجْرًاعَظِيْمًا * دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللهُ غَفُوْرًا رَحِيْماً.&lt;br /&gt;“ Tidaklah sama antara orang mukmin yang duduk ( tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orqng-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang –orang yang duduk satu derajat, kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik ( syurga) dan Allah melebihkan orang–orang yang jihad atas orang–orang yang duduk dengan pahala yang besar. Yaitu beberapa derajat, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”( An Nisa 95-96 )&lt;br /&gt;يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمُُ مُّقِيمٌ . خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ&lt;br /&gt;“Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal” (At Taubah ; 21-22 )&lt;br /&gt;Keterangan : Orang yang berjihad diutamakan atas orang yang duduk-duduk ( tidak berjihad ). Bisa jadi orang yang duduk-duduk ini melakukan jihad dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, jihad melawan hawa nafsu dan setan, karena Allah juga menjanjikan bagi mereka pahala dan kebaikan. Namun demikian tetap saja Allah melebihkan yang berjihad dengan derajat, maghfirah dan rahmat-Nya. Ini menunjukan jihad dengan makna perang adalah jihad terbesar dan paling utama. Hal ini juga menunjukkan bahwa makna jihad secara syar’i adalah perang, bukan dakwah dst.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;رَأْسُ اْلأَمْرِ الِإسْلَامُ وَعُمُوْدُهُ اَلصَّلَاةُ وَ ذَرْوَةُ سَنَامِهِ اَلْجِهَادُ.&lt;br /&gt;” Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.” [52]&lt;br /&gt;Keterangan :Dalam hadits ini Rasulullah menempatkan jihad dengan makna perang sebagai amalan paling tinggi dalam Islam, kenapa makna perang? Karena shalat sendiri adalah jihad, namun beliau tidak menyebutnya dengan jihad. Dengan demikian, jihad di sini adalah perang.&lt;br /&gt;مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرُهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَ إِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَ ذَلِكَ أَضْعَفُ اْللِإْيمَانِ.&lt;br /&gt;“Siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia merubah dengan tangan, bila tidak mampu hendaklah dengan lisan, bila tetap tidak mampu hendaklah dengan hati dan itulah selemah-lemah iman.” [53]&lt;br /&gt;Keterangan : Kemungkaran yang paling besar di muka bumi ini adalah adanya kekafiran dan kesyirikan. Hadits ini menjelaskan tingkatan merubah kemungkaran mulai dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah. Idealnya, merubah adalah dengan tangan. Kalau tidak bisa maka dengan lisan, kalau tetap tidak bisa maka dengan hati. Merubah dengan tangan termasuk di dalamnya adalah jihad. Dengan demikian, jihad dengan artian perang lebih utama dari jihad da’wah, jihad melawan hawa nafsunya sendiri dan sebagainya. [54] Juga hadits Ibnu Mas’ud tentang amar ma;ruf nahi mukar di atas, telah sebutan yang paling tinggi adalah amar makruf dengan tangan, termasuk di dalamnya jihad.&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. ia berkata,” Dikatakan kepada Rosululloh saw,” Wahai Rosululloh, orang bagaimanakah yang paling utama ?” Rosululloh saw. Menjawab,” Orang mukmin yang berjihad di jalan Alloh dengan jiwa dan hartanya.” Mereka bertanya lagi,” Kemudian siapa?” Beliau menjawab,” Seorang mukmin yang (menyendiri) berada dalam suatu lembah, takut kepada Alloh dan meninggalkan manusia karena kejahatan mereka .” [55]&lt;br /&gt;Imam Ibnu Daqiq al ‘Ied berkata,” Qiyas menuntut jihad menjadi amalan dengan kategori wasilah yang paling utama, karena jihad merupakan sarana untuk meninggikan dan menyebarkan dien serta memadamkan kekafiran, sehingga keutamaannya sesuai dengan keutamaann hal itu. Wallahu A’lam.” [56]&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh ra. Beliau berkata,“ Datang seseorang kepada Rosululloh saw. Lalu berkata,” Tunjukkan padaku sebuah amalan yang bisa menyamai jihad !!” Beliau menjawab,”Aku tidak mendapatkannya. Apakah kamu mampu apabila seorang mujahid keluar, kamu masuk masjid lalu sholat dan tidak berhenti dan kamu shaum dan tidak berbuka?” Orang tersebut berkata,” Siapa yang mampu melakukan hal tersebut???” Abu Huroiroh berkata,” Sesungguhnya bermainnya kuda seorang mujahid itu dicatat sebagai beberapa kebaikan.” [57]&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar berkata,” …(Hadits) ini merupakan keutamaan yang jelas bagi mujahid fi sabilillah, yang menuntut tak ada amalan yang menyamai jihad.” [58]&lt;br /&gt;قَالَ قَتَادَةُ : سَمِعْتُ أَنَسَ بْنِ مَالِكِ عَنْ النَبِيِ قَالَ: مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِليَ الدُّنْيَا وَ لَهُ مَا عَلَى اْلأَرْضِ مِنْ شَيْئٍ إِلَّا الشَهِيْدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيَقْتُلْ عَشْرَ مَرَاتٍ لَمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ.&lt;br /&gt;Qatadah berkata,” Saya mendengar Anas bin Malik dari Nabi beliau bersabda,” Tidak ada seorang pun masuk surga yang ingin kembali ke dunia padahal ia mempunyai (di surga) seluruh apayang ada di dunia, kecuali orang yang mati syahid. Ia berangan-angan kembali ke dunia dan terbunuh sepuluh kali, karena ia mengerti keutamaan (bila mati syahid di medan perang).” [59]&lt;br /&gt;Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam An Nasa’I dan al Hakim. Imam Ibnu Bathal berkata,”Hadits ini merupakan hadits yang paling agung dalam menerangkan keutamaan mati syahid. Tidak ada amal kebaikan yang di dalamnya nyawa diprtaruhkan selain jihad, karena itu pahalanya pun besar.” [60]&lt;br /&gt;Berkaitan dengan makna jihad ini, ada kekhawatiran mendalam yang kadang-kadang (dan sayangnya ini sudah menjadi realita) perluasan makna syar’i jihad dari perang menjadi thalabul ilmi juga jihad, tashfiyah juga jihad, dakwah juga jihad, membangun ponpes dan madrasah juga jihad, menyantuni anak yatim juga jihad, berjuang lewat parlemen/jalur konstitusi juga jihad dst ini dijadikan alasan untuk mencukupkan diri/ organisasi/ jam’iyah/ partai/ jama’ahnya dengan bidang yang digelutinya, tidak mengadakan i’dad (persiapan secara militer untuk jihad dengan makna syar’i perang) dengan beralasan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah jihad. Lebih buruk lagi bila ditambah dengan menuduh orang yang mengartikan jihad dengan perang lalu mengadakan i’dad (persiapan militer) sebagai orang picik, tak berwawasan luas, teroris, merusak medan dakwah dll. Inilah yang mengundang kritik banyak ulama yang berusaha keras meluruskan berbagai penyimpangan ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya perselisihan yang terjadi dalam masalah ini, tidaklah berbahaya kalau hanya ikhtilaful lafdzi (perbedaan dalam menggunakan istilah) saja. Artinya masing-masing pendapat tidak meninggalkan amalan yang dilakukan oleh yang lain, dan juga tidak mencampur adukkan dalil. Misalnya menggunakan dalil-dalil keutamaan perang untuk dakwah begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, perselisihan ini tidak menimbulkan perselisihan dalam beramal, kecuali pada masalah-masalah yang memang masih diperbolehkan untuk berijtihad dan berselisih pendapat. Sehingga yang berjihad dengan makna syar’i ( perang ) tidak mengabaikan dan meremehkan dakwah dan amar makruf nahi mungkar, begitu juga sebaliknya yang tidak berjihad tidak mengabaikan dan meremehkan kewajiban perang melawan orang-orang kafir. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;B. Jihadun nafs dan jihadusy syaithon.&lt;br /&gt;Selain mengartikan jihad dengan berbagai amalan di luar perang melawan orang kafir, di kalangan kaum muslimin juga tersebar luas pemahaman bahwa perang melawan musuh adalah jihad ashghor sedangkan jihadun nafs adalah jihad akbar.&lt;br /&gt;Dalil yang dijadikan sandaran adalah :&lt;br /&gt;* Hadits :&lt;br /&gt;قَدَمْتُمْ خَيْرَ مُقَدَّمٍ وَقَدَمْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ الأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الأَكْبَرِ مُجَاهَدَةُ الْعَبْدِ هَوَاُه&lt;br /&gt;“Kalian datang sebagai sebaik-baik pendatang, dan kalian datang dari jihad ashghor menuju jihad akbar yaitu jihad melawan hawa nafsu.” Dalam riwayat lain :&lt;br /&gt;رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الأَصْغَرِ إِلَى اْلجِهَادِ الَأكَْبَرِ قاَلُوْا وَمَا جِهَادُ الْأَكْبَرِ قَالَ جِهَادُ الْقَلْبِ أَوْ جِهَادُ اْلَنَفْسِ&lt;br /&gt;* Hadits :&lt;br /&gt;وَاْلمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِى طَاعَةِ اللهِ وَاْلمُهَاجِرُ مَ[61]نْ هَجَرَ مَا نَهَي عَنْهُ&lt;br /&gt;” Mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya dalam rangka ta’at kepada Allah dan muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan-larangan Allah” [62]&lt;br /&gt;* Perkataan Imam Ibnu Qoyyim,“ Oleh karena jihad melawan musuh-musuh Allah yang dhohir itu adalah cabang dari jihad nafs karena Allah, sebagaimana sabda Nabi,”Mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya dalam rangka ta’at kepada Allah dan muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan-larangan Allah.” maka jihadun nafs lebih didahulukan dari melawan musuh yang dhohir, dan jihadun nafs adalah pokok dari pada jihad kuffar karena siapa belum berjihad melawan hawa nafsunya dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta memerangi hawa nafsu karena Allah dia tidak akan mampu untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah yang dhohir. Bagaimana mungkin dia mampu berjihad melawan musuh Allah, sedang musuh yang mengusai dirinya saja belum ia perangi ? Ia tidak akan mungkin mampu keluar pergi berjihad melawan musuh Allah sampai ia berjihad menundukkan hawa nafsunya sehingga mau keluar melawan musuh-musuh Allah. Seorang hamba diuji untuk berjihad melawan kedua musuh ini (musuh yang lahir dan bathin). Di antara kedua musuh tersebut masih ada lagi musuh ketiga, ia tidak akan mungkin memerangi kedua musuh tersebut kecuali bila dia (telah) bisa melawan musuh yang ketiga yang melemahkan semangatnya, menakut-nakuti dan selalu membuat khayalan baginya betapa beratnya jihad melawan keduanya dan hilangnya seluruh kesenangan. Ia tidak mungkin berjihad melawan kedua musuh tersebut musuh tersebut kecuali setelah melawan musuh yang ketiga ini. Karena itu jihad melawan musuh yang ketiga ini pokok dari jihad melawan kedua musuh di atas. Musuh yang ketiga ini adalah syaithon. Allah berfirman,“Sesungguhnya syaithon itu musuh bagi kalian maka jadikanlah ia sebagai musuh.” Perintah untuk menjadikan syaiton sebagai musuh adalah peringatan supaya mengerahkan segala kemampuan untuk memeranginya, karena syaithan (merupakan) musuh yang tidak pernah berhenti untuk memerangi hamba setiap detak nafas, dengan demikian maka sebenarnya seorang hamba diperintah untuk memerangi tiga musuh ini.”[63]&lt;br /&gt;Jawaban Atas Pernyataan Ini :&lt;br /&gt;1. Hadits pertama begitu terkenal di masyarakat kita. Untuk menjawabnya kita serahkan kepada para ulama pakar hadits. Komentar Ulama’ hadits tentang hadits ini ;&lt;br /&gt;Para ulama hadits yaitu imam Ibnu Mu’in, Al Baihaqi, Al-‘Iroqi dan Al Suyuti menyatakan bahwa sanad hadits ini dhoif sekali, bahkan sebagian ulama hadits lainnya seperti Imam Ahmad dan Ibnu Taimiyah menyatakan hadits ini hadits palsu :&lt;br /&gt;Imam Al Iraqy berkata dalam takhrij Ihya’ Ulumi al Dien 2/6,”Diriwayatkan oleh Al Baihaqy dalam kitab al Zuhdu dari riwayat Jabir, sanad hadits ini lemah.”&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar dalam takhrij al Kasyaf 4/114 berkata,” Hadits ini dari riwayat Isa bin Ibrahim dari Yahya bin Ya’la dari Laits bin Abi Sulaim. Ketiga perawi ini lemah. Juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dalam kitab al Kuna dari perkataan Ibrahim bin Abi Ablah, seorang tabi’in dari Syam.”&lt;br /&gt;Dalam Tasdidu al Qaus, beliau juga berkata,” Hadits ini begitu terkenal di kalangan mansyarakat, (padahal) merupakan perkataan Ibrahim bin Abi Ablah, dalam kitab al Kuna karangan imam an Nasa’i.”&lt;br /&gt;Syaikh Zakaria al Anshari dalam Ta’liq atas tafsir al Baidhawi menyatakan bahwa imam Ibnu Taimiyah berkata tentang hadits ini,” Tidak ada asalnya (hadits palsu).” Ibnu Hajar berkata tentang perawi Yahya bin Al Ala,” Dia tertuduh memalsukan hadits.” Imam Ad Dzahabi berkata,” Imam Abu Hatim berkata,“Dia tidak kuat periwayatannya.” Imam Ad-Daruqutni berkata,”Dia matruk (tertuduh memalsu hadits).” Imam Ahmad berkata,” Dia adalah kadzdzaab ( pembohong/ pemalsu hadits).” Syaikh Nashirudin al Albani menyatakan hadist ini munkar (sangat lemah).[64]&lt;br /&gt;Syaikhul Islam imam Ibnu Taimiyah berkata,” Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian orang bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Salam datang dari perang Tabuk dan bersabda,”Kita kembali dari al jihad al asghar menuju al jihad al akbar,”maka tidak ada asalnya (hadits palsu) dan tak seorang ulama hadits pun yang meriwayatkannya. Jihad melawan orang-orang kafir adalah seutama-utama amalan bahkan amalan paling utama yang dikerjakan oleh manusia.” Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;لاَ يَسْتَوِى الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِى الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا {95}&lt;br /&gt;“ Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak terut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar [ Q S An Nisa` : 95 ].&lt;br /&gt;أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَآجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ لاَيَسْتَوُونَ عِندَ اللهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {19} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللهِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ {20} يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمُُ مُّقِيمٌ {21} خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ {22}&lt;br /&gt;Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. (20) Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (21) Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, (22) mereka kekal di dalanya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.[Q S At Taubah: 19-22 ]. Beliau kemudian menyebutkan beberapa hadits yang menerangkan keutamaan jihad melawan orang kafir sebagai amalan yang paling utama.[65]&lt;br /&gt;Seperti disebutkan Imam Ibnu Hajar dan imam Adz Dhahabi, riwayat di atas bukanlah hadits melainkan perkataan seorang sighoru tabi’in bernama Abu Ishaq Al ‘Uqaili Ibrahim bin Abi ‘Ablah. Seorang tabi’it tabi’in bernama Muhammad bin Ziyad Al Maqdisi berkata,” Saya mendengar Ibnu Abi ‘Ablah berkata kepada orang yang kembali dari medan perang,” Kalian telah datang dari jihad asghar. Lantas apa yang kalian kerjakan dalam jihad akbar, yaitu jihadul qalb ?”[66] Imam Al Hakim berkata,” Saya bertanya kepada Imam ad Daruquthni,” (Bagaimana status ) Ibrahim bin Abi ‘Ablah ?” Beliau menjawab,” Jalan-jalan (sanad) kepadanya tidak bersih meskipun ia sendiri seorang yang tsiqah.” [67]&lt;br /&gt;Hadits pertama ini jelas tidak bisa dijadikan landasan pernyataan jihad melawan hawa nafsu adalah jihad paling utama dan terbesar, karena jelas sanadnya sangat lemah atau bahkan hadits palsu serta bertentangan dengan nash-nash Al Qur’an dan As Sunah. Memang melawan hawa nafsu dan senantiasa beramal sholih merupakan suatu kewajiban bagi setiap mujahid karena kemenangan dalam medan perang selalu berasal dari amal sholih, sebagaimana dikatakan shahabat Abu Darda’,” Kalian berperang (bermodalkan) amal kalian.”[68] Namun demikian, jihad yang paling besar dan paling utama adalah perang melawan musuh-musuh Islam sebagaimana ditegaskan oleh Al Qur’an dan As Sunah, seperti yang diterangkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;2. Hadits kedua adalah hadits yang shahih. Cara memahami hadits ini sudah dijelaskan dalam keterangan terdahulu tentang cara memahami hadits-hadits yang menerangkan amal yang paling utama. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Hajar, jawaban nabi ini disesuaikan dengan kondisi si penanya atau kondisi waktu dan tempat saat itu. Barangkali si penanya masih bergelimang dosa, sehingga nabi menyatakan kepadanya bahwa berjuang mengalahkan hawa nafsu itu jihad terbesar baginya.&lt;br /&gt;Di sini akan kita ketengahkan penjelasan syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tentang hadits ini. Beliau menjelaskan bahwa wali-wali Allah tidak mempuyai cirri khusus yang membedakan dengan hamba-hamba Allah lainnya. Wali Allah adalah orang yang bertakwa, sementara Al Qur’an dan As Sunah menunjukkan bahwa manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakqwa. Kemudian beliau mengatakan :&lt;br /&gt;” Lafal al faqru (faqir) dalam syar’i kadang bermakna faqir (membutuhkan) harta dan kadang bermakna makhluk faqir (membutuhkan) Rabbnya. Sebagaimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ {60}&lt;br /&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu’allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. [QS. Al Taubah : 60].&lt;br /&gt;Allah juga berfirman :&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاُس أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللهِ&lt;br /&gt;” Wahai manusia, kalian faqir (membutuhkan) Allah.”&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala telah memuji dua golongan fuqara’ yaitu: orang yang menerima sedekah dan orang yang menerima fa’i. Allah berfirman tentang kelompok fakir yang pertama:&lt;br /&gt;لِلْفُقَرَآءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي اْلأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْئَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَاتُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;” (Berinfaqlah) Bagi para faqir yang tertahan di jalan Allah (jihad), mereka tidak dapat berusaha di muka bumi. Orang yang tidak tahu menyangka mereka itu orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta…” )Al Baqarah :273(&lt;br /&gt;Sedang bagi yang kedua yang merupakan kelompok yang lebih utama, Allah berfirman:&lt;br /&gt;لِلْفُقَرَآءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانًا وَيَنصُرُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;” Bagi para faqir yang berhijrah, yang diusir dari negerinya dan dari harta bendanya karena mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya serta menolong Allah dan Rassul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” )Al Hasyr: 8(&lt;br /&gt;Inilah sifat muhajirin yang berhijrah meninggalkan kejahatan dan berjihad melawan musuh-musuh Allah secara lahir dan batin. Sebagaimana sabda Nabi,” Orang mukmin itu orang yang darah dan harta orang lain selamat dari gangguannya, orang muslim itu orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya, orang yang berhijrah itu orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah orang yang berjihad itu orang yang berjuang melawan hawa nafsunya demi Allah.” [69]&lt;br /&gt;Dalam penjelasan ini, Syaikhul Islam menerangkan bahwa kaum fuqara’ yang berhijrah dan berjihad melawan orang-orang musyrik lebih utama dari kaum fuqara’ yang berjihad saja tanpa berhijrah. Beliau menyebutkan hadits kedua yang dijadikan landasan oleh sebagian pihak untuk menyatakan jihad melawan hawa nafsu merupakan jihad paling besar dan utama dalam Islam. Jelaslah bahwa orang yang berjihad (dengan makna syar’i yaitu berperang melawan orang-orang kafir) berarti telah berhasil meninggalkan (berhijrah) kemaksiatan dan mengalahkan hawa nafsunya, nafsu cinta dunia, takut mati, sifat pengecut, dan akhlak-akhlak tercela lainnya. Orang yang berperang melawan orang-orang kafir telah menunjukkan kemenangan dia melawan hawa nafsu tersebut, terbukti dengan pencurahan nyawa dan hartanya demi mencapai ridho Allah, mengutamakan rasa cinta, takut dan pengharapan kepada Allah melebihi cinta, takut dan pengharapannya kepada kenikmatan duniawi, menampakkan kesabaran, ketawakalan, ukhuwah dengan sesama umat Islam dan seluruh aspek akhlak terpuji lainnya telah nampak dalam jihadnya melawan orang kafir. Karena itu, jelas perang melawan orang kafir merupakan jihad terbesar karena mencakup jihad lahir dan batin, sebagaimana penjelasan syaikhul Islam.&lt;br /&gt;3- Jawaban atas perkataan imam Ibnu Qayyim. Saat ini banyak kalangan yang memperalat perkataan Imam Ibnu Qayyim untuk menomor sekiankan perang melawan orang kafir. Mereka mengatakan jihad melawan hawa nafsu adalah jihad terbesar dan paling utama. (mereka selalu berfikir) untuk apa memerangi orang kafir kalau hal itu hanyalah jihad asghar, bukankah lebih utama bila mereka jihad melawan hawa nafsunya dan setan ? (mereka selalu berfikir) Mereka tidak akan berjihad melawan orang kafir sampai mereka mengalahkan hawa nafsu, sampai iman dan aqidah mereka seperti iman para shahabat, sampai mereka bersih dari dosa. Untuk itu tidak boleh berjihad sampai mendapatkan tarbiyah dan tasfiyah, sampai akhirnya lulus dari dua program ini.&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa pokok atau landasan dari jihad melawan orang kafir adalah jihad melawan hawa nafsu dan setan dengan jalan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Orang yang mampu berjihad melawan orang-orang kafir hanyalah orang-orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya. Penjelasan beliau ini dengan jelas menunjukkan bahwa berjihad melawan orang kafir merupakan jihad terbesar dan paling agung, karena hanya bisa diraih oleh orang-orang yang lulus dari jebakan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;Untuk memerangi hawa nafsu, imam Ibnu Qayyim menyebutkan tempat tahapan :&lt;br /&gt;a). Berjihad dengan mempelajari din yang haq ( Islam ).&lt;br /&gt;b). Berjihad dengan mengamalkan perintah – perintah agama yang telah dipelajari.&lt;br /&gt;c). Berjihad dengan mendakwahkan agama Islam serta mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu.&lt;br /&gt;d). Berjihad dengan bersabar terhadap rintangan-rintangan dakwah. [70]&lt;br /&gt;Sebagian pihak memperalat penjelasan beliau ini untuk menyibukkan umat Islam dari jihad melawan musuh-musuh Islam dengan alasan memerangi nafsu. Mereka mengharuskan kaum muslimin untuk belajar banyak ilmu dalam jangka waktu yang lama. Mereka mengharuskan umat Islam untuk mengkaji berbagai buku-buku aqidah, fiqih, hadits, akhlak dan ilmu-ilmu lainnya kepada para ulama. Baru setelah mereka menguasai seluruh ilmu ini, mereka kemudian mengamalkan ilmunya, kemudian berdakwah dan bersabar baru kemudian boleh berjihad. Selama belum melewati empat tahapan ini, mereka melarang kaum muslimin untuk berjihad. Akhirnya dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk boleh berjihad.&lt;br /&gt;Untuk itu ke empat tahapan ini perlu didudukkan secara jelas sehingga tidak terdapat lagi kebingungan dalam memahami perkataan imam Ibnu Qayyim. Sesungguhnya ilmu ada dua : yaitu ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib dipelajari oleh setiap individu muslim) dan ilmu yang hukumnya fardhu kifayah (wajib sebagian kaum muslimin mempelajarinya sampai tertangani secara baik sehingga kewajiban tersebut gugur atas kaum muslimin yang lain).&lt;br /&gt;(1). Ilmu fardhu ‘ain. Ilmu ini juga ada dua jenis:&lt;br /&gt;(a). Ilmu ‘aam atau musytarak yaitu ilmu yang wajib diketahui oleh seluruh umat Islam seperti : rukun-rukun Islam, rukun-rukun iman, hal-hal yang diharamkan secara qath’i dan lain-lain.&lt;br /&gt;(b). Ilmu khash yaitu mempelajari hukum-hukum secara mendetail bagi orang yang wajib atasnya untuk melaksanakannya. Contohnya : Orang yang tidak wajib membayar zakat dan melaksanakan haji karena tidak mempunyai harta yang mencapai nishob dan mencukupi untuk haji, ia tidak wajib untuk mempelajari detail-detail hukum zakat dan haji. Kewajiban mempelajari hukum-hukum haji dan zakat berlaku bagi orang yang memang mempunyai harta yang mencapai nishob dan cukup untuk melaksanakan haji.&lt;br /&gt;(2). Ilmu fardhu kifayah yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh umat sebagai sebuah kesatuan, namun jika sebagian mereka mengerjakannya maka bagi yang mempelajarinya mendapat pahala dan kewajiban mempelajarinya gugur atas sebagian umat Islam yang lain. Namun jika tak ada sebagian yang mengerjakannya maka semuanya berdosa.[71]&lt;br /&gt;Jika hal ini diterapkan dalam orang yang berjihad, maka ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain atasnya adalah ilmu yang ‘am (rukun Islam, rukun iman, hal-hal yang haram dan maksiat). Adapun ilmu yang wajib dipelajarinya adalah mempelajari hukum-hukum jihad yang berkaitan langsung dengan dirinya yaitu hak-hak Allah, hak-hak komandan dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dalam perang melawan musuh. Adapun hukum-hukum ghanimah, fa’i, tawanan dan perjanjian damai atau gencatan senjata, maka tidak wajib atas dirinya namun wajib atas amir (komandan jihad).[72]&lt;br /&gt;Di bawah ini kita sampaikan perkataan para ulama salaf yang menerangkan hal ini :&lt;br /&gt;Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafi berkata,” Barang siapa wajib atasnya haji dan zakat misalnya, kewajiban iman yang harus ia kerjakan adalah mengetahui apa yang diperintahkan kepadanya dan ia mengimani bahwa Allah mewajibkan atasnya apa yang tidak wajib diimani oleh orang lain (berupa zakat dan haji karena tidak mampu melaksanakannya—pent) kecuali secara mujmal (global). Dalam hal ini ia wajib mengimani secara mufashal (terperinci). Demikian juga seorang yang masuk Islam, kewajiban pertama kali adalah iqrar (membenarkan) secara mujmal. Jika datang waktu sholat ia wajib mengimani kewajiban sholat dan melaksanakannya. Dengan demikian, manusia tidak sama dalam iman yang diperintahkan kepada mereka.”[73]&lt;br /&gt;Imam Syafi’i juga mengatakan,” Ilmu ada dua ; ilmu umum di mana seorang baligh yang sehat akalnya harus mengetahuinya …seperti sholat lima waktu dan Allah mewajibkan atas manusia shaum Ramadhan dan haji jika mampu serta zakat harta mereka, dan Allah mengharamkan atas mereka perbuatan zina, membunuh, mencuri dan minum khamr dan kewajiban yang semakna dengan hal ini di mana para hamba dikenai beban memahami, mengamalkan dan mencurahkan dari nyawa dan harta mereka, serta menahan diri dari apa yang diharamkan atas mereka.&lt;br /&gt;(Kemudian beliau berkata tentang fardhu kifayah) :&lt;br /&gt;“ Derajat ilmu ini tidak menjadi kewajiban seluruh manusia dan setiap individu. Siapa pun individu mampu mencapainya maka tidak boleh mereka semua menihilkannya (meninggalkannya). Jika sebagian individu sudah melaksanakannya sampai derajat mewakili, maka insya Allah yang lain tidak terkena dosa. Orang yang mengerjakannya mempunyai kelebihan atas yang meninggalkannya.”[74]&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr mengatakan,” Para ulama telah sepakat bahwa ilmu ada yang hukumnya fardhu ‘ain atas setiap individu dan adapula yang hukumnya fardhu kifayah jika sebagian telah melaksanakannya maka kewajiban melaksanakannya gugur atas masyarakat luas.” Beliau lalu menukil perkataan para ulama salaf dalam hal ini, seperti imam Hasan Al Bashri, Malik bin Anas, Abdullah bin Mubarak, Sufyan bin Uyainah dan Ishaq bin Rahawaih.”[75]&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :&lt;br /&gt;“ Mencari ilmu syar’i itu fardhu kifayah kecuali dalam hal-hal yang fardhu ‘ain, seperti setiap individu mencari ilmu tentang apa yang diperintahkan dan dilarang Allah atasnya, maka hal seperti ini hukumnya fardhu ‘ain sebagaimana diriwayatkan oleh kedua imam (bukhari dan muslim –pent) dalam shahihain dari nabi beliau bersabda,” Barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan dijadikan faqih dalam dien.” Setiap orang yang dikehendaki kebaikan pada dirinya oleh Allah, pasti difaqihkan dalam dien. Barang siapa tidak dijadikan faqih dalam dien maka Allah tidak menghendaki kebaikannya. Dien adalah apa yang rasul diutus dengannya. Itulah yang wajib dibenarkan dan diamalkan oleh setiap orang. Maka setiap orang wajib membenarkan khabar yang diberitakan Rasulullah dan ia wajib mentatinya dalam apa yang diperintahkannya dengan pembenaran yang umum dan ketaatan yang umum. Jika kemudian ada khabar yang tsabit (tegas/jelas keshahihahnnya) maka ia wajib membenarkannya secara tafshili (terperinci/detail), dan jika berupa perintah yang harus dikerjakan maka ia harus mentaatinya dengan ketaatan mufashalah (detail).”[76]&lt;br /&gt;Lebih jelas lagi beliau menyatakan :&lt;br /&gt;“ Ilmu-ilmu syar’i ada dua : ilmu ushul (pokok) dan ilmu furu’ (cabang). Ilmu ushul adalah ma’rifatullah dengan keesaan-Nya dan sifat-sifat-Nya dan membenarkan para rasul. Setiap mukallaf wajib mengetahuinya dan ia tidak boleh taqlid karena telah nampak jelasnya tanda-tanda kebesaran Allah. Allah berfirman,” Maka ketahuilah bahwasanya tidak ada ilah selain Allah.” (QS. Muhammad :19). Allah berfirman,” Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di ufuq dan dalam diri mereka sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Allah adalah haq.” (QS. Fushilat :53).&lt;br /&gt;Adapun Ilmu furu’ adalah ilmu fiqih dan mengetahui hukum-hukum dien. Ini terbagi menjadi fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Ilmu fardhu ‘ain contohnya ilmu tentang thaharah, sholat dan shaum. Setiap individu wajib mengetahuinya. Rasulullah bersabda,” Menuntut ilmu itu wajib ats setiap individu.” Demikian juga setiap ibadah yang diwajibkan syariat atas tiap individu, wajib hukumnya mengetahuinya seperti ilmu zakat jika ia mempunyai harta dan ilmu haji jika telah wajib atasnya.&lt;br /&gt;Adapun fardhu kifayah adalah mempelajari ilmu yang menyampaikan kepada derajat ijtihad dan fatwa. Jika penduduk sebuah negeri tidak mempelajarinya, mereka semua telah bermaksiat. Jika seorang di antara mereka telah mempelajarinya (dan telah mencukupi—pent) maka kewajiban itu gugur atas yang lain dan mereka semua harus bertaqlid kepada orang tersebut dalam perkara-perkara yang menimpa mereka (di bidang itu—pent). Allah berfirman,” Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An Nahl :23).”[77]&lt;br /&gt;Bila penjelasan mengenai ilmu ini sudah dipahami, maka jelaslah cara memahami keterangan imam Ibnu Qayyim di atas, dan jelas pula jawaban atas syubhat jihad hawa nafsu adalah jihad paling agung dan paling utama sehingga seorang muslim tidak boleh berjihad sebelum belajar dan menuntut ilmu ;&lt;br /&gt;- Jika yang mereka maksudkan adalah ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain, maka mempelajari rukun iman, rukun Islam, tauhid, hal-hal yang membatalkan keislaman dan hal-hal yang haram dan maksiat itu mudah tak memerlukan waktu yang lama. Mereka tidak wajib mengetahui dalil-dalilnya secara terperinci. Sebagaimana Imam Al Qurthubi mengatakan,” Inilah pendapat para imam-imam pemberi fatwa dan para imam salaf sebelum mereka, dan sebagain mereka berhujah dengan pendapat yang telah lewat berupa pokok-poko fithrah dan juga berdasar riwayat mutawatir dari Rasulullah kemudian para shahabat bahwa mereka menghukumi keislaman orang yang masuk Islam dari penduduk arab pedalaman yang semula menyembah berhala. Mereka menerima dari penduduk arab tersebut pengakuan mereka dengan dua kalimat syahadat dan iltizam (komitmen) dengan hukum-hukum Islam tanpa mewajibkan mereka mempelajari dalil-dalinya.” [78] Hal ini juga diterangkan oleh imam An Nawawi[79] dan para ulama lain.[80]&lt;br /&gt;- Jika yang mereka maksudkan adalah ilmu-ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain sehingga seorang muslim tidak boleh berjihad sampai menguasai kadar tertentu dari ilmu-ilmu syar’i, maka ini jelas batil karena :&lt;br /&gt;(a) Merubah hal yang hukumnya fardhu kifayah menjadi fardhu ‘ain. Akibatnya meniadakan maslahat bagi umat Islam dengan memerintahkan mereka semua untuk belajar. Ini jelas bertentangan dengan firman Allah :&lt;br /&gt;وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنهُمْ طَآئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;br /&gt;_ Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya._ [QS. At Taubah :122]. Ayat ini membagi umat Islam menjadi dua kelompok : kelompok yang belajar dan kelompok yang tidak belajar, seperti firman Allah :&lt;br /&gt;فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَتَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;套maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui._ [QS. An Nahl :43, Al Anbiya’ :7]. Ayat ini menunjukkan kewajiban orang yang tidak mengerti (awam, kelompok yang tidak belajar) adalah bertanya kepada kelompok yang belajar (mutafaqih, ulama). Sementara kewajiban ulama dan mutafaqih adalah menjawab pertanyaan orang yang bertanya. Jika ulama dan mutafaqih melihat orang yang tidak tahu melakukan suatu perbuatan yang salah, maka kewajiban mereka adalah memberi peringatan dan pengertian seperti firman Allah :&lt;br /&gt;وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;br /&gt;套dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya._ [QS. At Taubah :122].&lt;br /&gt;قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;_ Katakanlah,’ Kemarilah, aku bacakan kepada kalian apa yang diharamkan rabb kalian kepada kalian.’ [QS. Al An’am :151].&lt;br /&gt;(b) Menjadikan sesuatu yang bukan syarat jihad menjadi syarat jihad dengan mensyaratkan belajar terlebih dahulu kepada orang yang akan berjihad. Padahal sama sekali tidak ada dalil Al Qur’an dan As Sunah yang menyatakan belajar terlbih dahulu merupakan syarat jihad. Dengan demikian, persyaratan ini adalah bid’ah dholalah. Sirah Rasulullah, para shahabat dan para ulama salaf sesudah mereka juga tidak mensyaratkan menuntut ilmu terlebih dahulu atas setiap muslim yang akan berjihad. Mereka tidak menguji kemampuan ilmu syar’i setiap muslim yang akan berjihad.&lt;br /&gt;Rasulullah bersama 1400 shahabat dalam perjanjian Hudaibiyyah (tahun keenam H), bersama dengan 10.000 shahabat dalam fathu Makkah (tahun 8 H) dan sebulan kemudian beliau menerjuni perang Hunain bersama 12.000 shahabat, 2000 di antaranya adalah kaum Quraisy yang baru masuk Islam seulan sebelumnya. Kapan mereka belajar ilmu-ilmu syar’i kalau keislaman mereka baru berjalan satu bulan ? Apakah Rasulullah menyuruh mereka tinggal di Makkah dan melarang mereka untuk tidak berjihad dengan alas an belum menuntut ilmu syar’i ? Rasulullah justru melibatkan mereka dalam jihad dan mengajari mereka ilmu-ilmu syar’i dalam perjalan jihad, sebagaimana hadits :&lt;br /&gt;Abu Waqid Al Laitsy berkata,” Kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain padahal kami baru saja keluar dari kekufuran. Orang-orang musyrik mempunyai sebatang pohon keramat tempat mereka berkumpul dan menggantungkan senjata, namanya dzatu anwath. Kami melewati pohon semisal, maka kami berkata,” Ya Rasulullah, buatlah untuk kami dzatu anwath sebagaimana mereka juga mempunyai dzatu anwath.” Maka beliau bersabda,” Allahu Akbar, sesungguhnya hal ini merupakan jalan (umat terdahulu). Demi Dzat yang nyawaku di tangan-Nya, seperti perkataan Bani Israil kepada Musa “ Buatlah untuk kami Ilah (tuhan sesembahan) sebagaimana mereka mempunyai banyak ilah (sesembahan).” –Terjemah QS. Al A’raaf :138—Kalian benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian.”[81]&lt;br /&gt;Begitu juga sirah para khulafaur rasyidun. Kaum murtad yang diperangi pada masa kholifah Abu Bakar, mereka langsung dikirim ke medan jihad melawan Romawi dan Persia. Merekalah yang menaklukkan Syam dan Iraq. Khalifah sama sekali tidak memerintahkan kepada mereka untuk menuntut ilmu syar’i terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Bahkan kalau ada orang yang tidak mempelajari ilmu-ilmu fardhu ‘ain lantas ia ikut berjihad, ketidak belajarannya tetap tidak menghalangi untuk berjihad. Inilah sunah Rasulullah dan para khalifah selanjutnya :&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ إِسْحَاقِ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ يَقُوْلُ : أَتَى النَّبِيَ رَجُلٌ مُقَنِّعُ بِالْحَدِيْدِ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ, أُقَاتِلُ أَوْ أُسْلَمْ ؟ قَالَ : أَسْلَمْ ثُمَّ قَاتِلْ. فَأَسْلَمَ ثُمَّ قَاتِلْ فَقُتِلَ,فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ : عَمِلَ قَلِيْلًا وَ أُجِرَ كَثِيْرًا.&lt;br /&gt;Dari Abu Ishaq ia berkata,” Saya mendengar al Bara’ bin Azib berkata,”Seorang laki-laki mendatangi Nabi sedang ia telah memakai helm besi untuk perang dan bertanya,” Ya Rasulullah, saya masuk Islam dulu atau ikut perang dulu?” Beliau menjawab,’ masuklah Islam baru kemudian ikut berperang?” Maka ia masuk Islam dan ikut berperang, sampai akhirnya terbunuh. Maka Rasulullah bersabda,” Ia beramal sdikit dan mendapat anyak pahala.” [82]&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq dalam al Maghazi dengan sanad yang shahih menyebutkan bahwa Amru bin Tsabit tidak mau masuk Islam. Ketika terjadi perang Uhud, ia ikut perang sampai terluka parah (padahal masih musyrik). Para shahabatnya (kaum anshar, sudah mukmin) bertanya kepadanya,”Apa yang membuatmu ikut berperang, apakah karena sayang dengan kaummu atau karena ingin masuk Islam?” Maka ia menjawab,” Karena ingin masuk Islam.” Maka Rasulullah bersabda,” Ia termasuk penduduk surga.” Imam Abu Daud dan al Hakim menyatakan ia tidak mau masuk Islam karena menolak pelarangan riba. Ia meninggal dalam perang Uhud dan masuk surga, padahal belum pernah melakukan sekalipun dari kewajiban shalat lima waktu.[83]&lt;br /&gt;Inilah sirah nabawiyah dan khulafaur rasyidin tentang menuntut ilmu bagi orang yang akan berjihad. Bila menuntut ilmu sudah jelas, maka maksud dari mengamalkannya pun sudah terang. Dari sini, jelas sekali bahwa perang melawan orang kafir adalah jihad terbesar dan paling utama. Adapun jihad melawan hawa nafsu maka bisa dikerjakan sebelum, saat sedang dan sesudah berjihad melawan orang kafir. Jadi, orang yang berjihad melawan orang kafir berarti telah berjihad lahir batin menghadapi musuh orang kafir dan musuh setan dan hawa nafsu. Sementara orang-orang yang hanya duduk-duduk belajar ilmu syar’I yang banyak namun tidak kunjung berjihad dengan alas an jihad melawan setan dan hawa nafsu, tarbiyah dan tashfiyah, mereka itu sebenarnya tidak memahami ilmu apa yang seharusnya dituntut dan bagaimana mereka mengamalkannya. Dengan kata lain, mereka dipermainkan oleh setan dan hawa nafsunya. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayim menyebutkan 7 tingkatan jebakan setan yaitu:1) kekafiran. 2) Bid’ah. 3) Dosa besar. 4) Dosa kecil. 5) Menyibukkan dengan hal-hal mubah. 6). Menyibukkan dengan amalan yang kurang utama atass amalan yang lebih utama. 7). Berbagai tekanan, intimidasi fisik dan perang dengan mengerahkan tentara setan, yaitu orang-orang kafir.[84]&lt;br /&gt;Setan mengenal betul skala prioritas (fiqih maratibu al a’mal). Ia memulai menjebak manusia dengan kekafiran, bila gagal dengan bid’ah, bila gagal dengan dosa besar, dst. Seorang muslim yang cerdik akan bisa menyatakan yang pertama kali harus diberantas adalah kekafiran dan kemusyrikan, baru kemudian bid’ah, setelah itu dosa besar, lalu dosa kecil, dst. Hari ini, tak kurang dari 5 milyar umat manusia masih kufur dan musyrik. Bukan itu saja, mereka juga meraja lela di dunia ini dengan mengatur dunia sesuka hati mereka, dengan aturan setan dan menindas serta membantai Islam dan kaum muslimin. Bila seseorang gagal dijebak oleh setan dengan enam jebakan pertama maka ia kan dihadapi setan dengan cara kekerasan, yaitu perang fisik antara wali Allah dan wali setan. Dengan demikian, perang melawan orang-orang kafir merupakan tingkatan yang paling utama dan paling tinggi. Tingkatan tertinggi ini oleh imam Ibnu Qayyim disebut sebagai ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh khawashul ‘arifin. Ubudiyah ini disebut sebagai Ubudiyah Muraghamah, ibadah yang membuat musuh-musuh Allah marah dan takut. Beliau menyebutkan beberapa dalil hal ini, antara lain:&lt;br /&gt;وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللهِ يَجِدْ فِي اْلأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللهِ وَكَانَ اللهُ غُفُورَا رَّحِيمًا {100}&lt;br /&gt;“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An Nisa’:100], dan surat&lt;br /&gt;مَاكَانَ لأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ اْلأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللهِ وَلاَيَرْغَبُوا بِأَنفُسِهِمْ عَن نًّفْسِهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لاَيُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلاَنَصَبٌ وَلاَمَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَيَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلاَيَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلاً إِلاَّ كُتِبَ لَهُم بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللهَ لاَيُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ {120} وَلاَيُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلاَكَبِيرَةً وَلاَيَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلاَّ كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللهُ أَحْسَنَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ {121}&lt;br /&gt;“Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (121) dan mereka tidak menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.[At Taubah : 120-121].&lt;br /&gt;مُّحَمَّدُُ رَّسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي اْلإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْئَهُ فَئَازَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فاَسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمَا {29}&lt;br /&gt;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min).Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.[Al Fath: 29].[85]&lt;br /&gt;Memerangi orang-orang kafir adalah salah satu ajaran dinul haq, harus diamalkan dan didakwahkan. Benarkah membersihkan batin dan hati dari maksiat itu lebih utama dari membersihkan bumi dari kesyirikan dan kekafiran ? Membersihkan batin memang penting sekali, sebagai wasilah untuk memebersihkan bumi dari syirik dan orang penganut-penganutnya. Tapi tidak boleh berhenti sampai di tingkatan wasilah saja, kapan ghayahnya dicari?&lt;br /&gt;Sholat itu ghayah, wudhu wasilahnya. Kalau ada orang berwudlu, setiap kali selesai berwudlu, dia ulang lagi dari awal hingga waktu sholat habis dan lewat sedang ia belum sholat, maka ia bermaksiat kepada Allah. Demikian juga dengan jihad melawan orang kafir. Ia berawal dari melawan hawa nafsu dan setan. Namun bukan berarti kalau belum mampu mengalahkan setan dan hawa nafsunya ia tidak boleh berperang. Justrru bila berpikiran demikian, ia telah terjebak dalam jebakan setan karena melawan hawa nafsu dan setan itu sepanjang umur kita. Akhirnya kita tak akan pernah melawan orang kafir dengan alasan iman kita belum benar, aqidah kita belum sekokoh shahabat dst.&lt;br /&gt;Menyibukkan diri dengan jihad melawan hawa nafsu (dengan pemahaman yang salah tadi : tidak memerangi orang kafir sampai mumpuni dalam berbagai ilmu syar’i, sampai imannya betul-betul kokoh), dan menjadikannya alasan tidak berjihad bahkan mengatakan jihad nafs itu jihad akbar, tapi belum pernah terdetik dalam hatinya untuk berperang, merupakan suatu sikap yang sangat berbahaya sekali. Apalagi jika mati dalam keadaan demikian :&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُووَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلىَ شُعْبِةٍ مِنِ النِّفَاَِق&lt;br /&gt;“Barang siapa mati sementara ia belum pernah berperang dan belum pernah terdetik dalam hatinya untuk berperang, maka kalau mati ia mati pada salah satu cabang kemunafikan.”[86]&lt;br /&gt;Dari sini kita akan memahami orang yang berjihad justru merupakan orang yang telah mengalahkan hawa nafsu dan setan, orang yang tidak berjihad tanpa udzur syar’i berarti kalah dengan nafsu dan setan. Inilah makna perkataan Ibnu Qayyim di atas,” siapa belum berjihad melawan hawa nafsunya dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta memerangi hawa nafsu karena Allah dia tidak akan mampu untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah yang dhohir. Bagaimana mungkin dia mampu berjihad melawan musuh Allah, sedang musuh yang mengusai dirinya saja belum ia perangi? Ia tidak akan mungkin mampu keluar pergi berjihad melawan musuh Allah sampai ia berjihad menundukkan hawa nafsunya sehingga mau keluar melawan musuh-musuh Allah.” [87]&lt;br /&gt;Dengan jelas sekali, imam Ibnu Taimiyah berkata,” Jihad merupakan puncaknya amal, karena didalamnya mencakup puncak dari segala keadaan yang baik, didalamnya puncak dari kecintaan, sebagaimana firman Allah Ta`ala :&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ {54}&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.[ Q S Al Maidah : 54]. Dan didalamnya puncak dari kesabaran dan tawakkal, dikarenakan mujahid merupakan orang yang paling bersabar dab tawakkal kepada Allah, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {59}&lt;br /&gt;“(yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Rabbnya.[ Q S Al Ankabut : 59 ].&lt;br /&gt;قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ اْلأَرْضَ للهِ يُورِثُهَا مَن يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ {128}&lt;br /&gt;溺usa berkata kepada kaumnya:”Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”.[ Q S Al A`raf : 128 ]. Oleh karena itu sabar dan yakin merupakan sumbernya tawakkal.untuk itu jihad mengharuskan bagi pelakunya untuk mendapatkan hidayah, sebagaimana firman Allah Ta`ala :&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ {69}&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.[ Q S Al Ankabut : 69]. Oleh karena itu Imam Abdullah bin Mubarak dan Ahmad bin Hambal dan yang lainnya berkata : “Jika manusia berselisih didalam sesuatu maka lihatlah (kembalikan) kepada ahli syugur, karena kebenaran ada pada mereka; karena Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ {69}&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.[ Q S Al Ankabut : 69]. Dan didalam jihad pula hakekat zuhud terhadap dunia yang sebenarnya, dan didalamnya hakekat keikhlasan yang sebenarnya, maka orang yang disebut berjihad dijalan Allah, bukanlah yang berperang untuk mendapatkan kekuasaan, harta maupun yang lainnya akan tetapi yang disebut fi sabilillah adalah yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah dan menjadikan dien hanya milik Allah semata.&lt;br /&gt;Tingkatan ikhlas yang paling tinggi dan agung adalah menyerahkan jiwa dan harta untuk yang di ibadahi, sebagaimana firman Allah Ta`ala :&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh・ Q S At Taubah : 111].[88]&lt;br /&gt;Dari penjelasan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah diatas, telah jelas bahwa jihad merupakan bentuk tazkiyatun nafs yang paling tinggi dan paling puncak, bentuk jihadun nafsi dan jihadus syaitan. Yang paling sempurna dan utama.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;لا يَسْتَوِى الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِى الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا. درجات منه و مغفرةو رحمة.&lt;br /&gt;“Tidaklah sama antara orang mukmin yang tak mempunyai udzur yang duduk saja (tidak berjihad) dengan mujahidin fi sabililah dengan harta dan nyawa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan nyawa mereka atas orang-orang yang duduk saja (tidak berjihad) dengan satu derajat. Kepada masing-masing Allah menjanjikan kebaikan. Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan nyawa mereka dengan pahal yang besar. yaitu beberapa derajat, ampunan dan rahmat Allah.”) Al Nisa’: 95-96(&lt;br /&gt;Dalam hadits disebutkan :&lt;br /&gt;إِنَّ فِي اْلجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ مَا بَيْنِ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ&lt;br /&gt;” Sesungguhnya di janah ada seratus tingkatan yang disiapkan untuk para mujahidin di jalan Alloh. Jarak antara dua tingkatan sebagaimana jarak antara langit dan bumi.”(Al-Bukhori No. 2790, Tirmidzi no. 2529, Ahmad 2/235). Dalam riwayat Imam A Tirmidzi,” Antara dua derajat selama seratus tahun.” Dalam riwayat Imam Al Thabrani,” lima ratus tahun.”.[89]&lt;br /&gt;Ini baru makna derajat, belum rahmah, maghfirah dan ajrun adzim yang dijanjikan Allah, yang semuanya tertera dalam buku-buku hadits. Dengan demikian, keutamaan yang berperang di jalan Allah jauh di atas orang yang hanya jihadun nafs (tasfiyah, tarbiyah dst) saja tanpa jihad.&lt;br /&gt;Kondisi umat Islam saat ini sama persis dengan kondisi zaman Rasulullah hidup. Umat Islam dibantai di mana-mana, medan jihad terbuka luas. Orang Islam yang mampu mestinya berjihad ke medan perang, bukannya kita haruskan untuk belajar dulu bertahun-tahun sampai aqidah dan ibadahnya lurus. Cara ini sama sekali bertentangan dengan sunah nabawiyah. Justru dengan adanya perang (jihad), masyarakat di tempat jihad yang sebelumnya masih tenggelam dengan kemaksiatan, sama sekali jauh dari aqidah tauhid bisa dibenahi dengan hadirnya sebagian kecil umat Islam yang sudah mengenal tauhid dan ibadah yang benar serta memahami Islam secara baik. Dari sini kita harus membedakan antara teori dengan praktek, antara dirasah aqidah dengan aqidah itu sendiri. Belajar aqidah maknanya mempelajari kitab-kitab aqidah mu’tabarah karangan para ulama salaf, adapun aqidah maka itu terbukti di medan jihad di mana tawakal, khauf, raja’, shabar terbukti. Di medan nyata inilah terlihat siapa yang gugur siapa yang tangguh. Betapa banyak para ulama dan kyiai kita yang pertama kali mengungsi bersama keluarganya dan tak pernah kembali, meninggalkan masyarakat yang awam tak mengenal aqidah dan ibadah yang benar berjuang melawan orang-orang kafir sendirian. Kalau begitu, mana jihadu nafs yang selama ini diteriakkan?.&lt;br /&gt;Justru, orang yang berperanglah yang sesungguhnya berjuang melawan hawa nafsu dan syaithan. Buktinya, ia berjuang agar bisa shabar, tawakal, zuhud, cinta akhirat, tak takut mati, taat kepada pimpinan dalam kebaikan, selalu menjaga darah, harta dan agama kaum muslimin dst. Sedang yang thalabul ilmi dan tasfiyah (amalan-amalan sunah), ia tak akan mengerti betul apa itu sabar, tawakal dst, karena tantangan yang dihadapinya relatif kecil bila dibandingkan mereka yang berjihad melawan musuh dan menantang maut. Ini, sekali lagi bukan mengecilkan arti jihad melawan nafsu dan setan, bukan, namun untuk mendudukkan masalah ini secara proporsional.&lt;br /&gt;4. Sebagaimana disebutkan DR. Idris Muhammad Ismail dan DR. Muhammad Khalid Isthanbuli, pembagian jihad menjadi jihad asghar (melawan orang kafir) dan akbar (melawan hawa nafsu dan setan) ini merupakan musibah terbesar yang ditimpakan musuh-musuh Islam atas jihad fi sabilillah. Mereka mengetahui dengan adanya jihad (perang melawan orang kafir), Islam akan senantiasa jaya dan mengalahkan orang kafir. Karena itu mereka menjebak umat Islam dengan cara halus dan damai, melalui cara ini. Mereka pintar, mengetahui bahwa selama manusia masih hidup ia tak akan pernah lepas dari serangan hawa nafsu dan setan. Dengan semikian umat Islam akan sibuk bertasfiyah, melakukan berbagai amalan sunah, thalabul ilmi dan riyadhah agar lepas dari hawa nafsu dan setan. Akhirnya waktunya habis dan musuh-musuh Islam bisa melenggang ringan menyebarkan kekafiran di seluruh penjuru dunia. [90]&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah kemurnian pemaham salafu al sholih, di mana saat menyebutkan kitab jihad mereka hanya menyebutkan perang, hukum-hukum perang, anjuran mencari syahid dst. Mereka tidak melalaikan jihad melawan hawa nafsu, namun mereka meletakkannya dalam kitab tersendiri yang mereka namai kitab al Zuhdu dan al Raqaiq. Mereka tidak mencantuman tarbiyah wa tashfiyah ini dalam bab jihad. Inilah fiqih salafu al sholih yang mesti kita ikuti.[91]&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bish Shawab.&lt;br /&gt;——————————————————————————–&lt;br /&gt;[1] Al Jihadu fi Sabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu, Dr. Abdulloh Ahmad Al-Qodiri 1/48, menyimpulkan dari Lisanu al Arab 4/107, Taaju al Arus 2/329,al Mu’jamu al Wasith /142, Al Shihah 1/457, Mu’jamu Maqayisi al Lughah 1/486 dll&lt;br /&gt;[2]Ibid&lt;br /&gt;[3] lihat Min Wasaili Daf’i al Ghurbah, Syaikh Salman Audah hal. 13-14&lt;br /&gt;[4] Fi al Jihadi Adabun wa Ahkamun hal. 5&lt;br /&gt;[5] Taujihat Nubuwah, Dr. Sayyid Muhammad Nuh 2/312-213&lt;br /&gt;[6]HR.Ahmad 4/114 dengan sanad shohih no:17152hal:1225,, mempunyai syawahid dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 551 jilid 2/92.&lt;br /&gt;[7]. HR. Ahmad 3/483 no:16054hal:1127, Shahih al Jami’ al Shaghir 1/338 no. 1652/736.&lt;br /&gt;[8] HR. Al-Bukhori No. 2785 Kitabul jihad was Sair, Darus Ssalamcet.ke-1 th.1998M/1417H, Nasa’I 6/19 Maktabah Ilmiyah, Ahmad 2/344., Ibnu Abi Syaibah 5/199).&lt;br /&gt;[9] Al-Bukhori no. 2786, Kitab jihad Wassair, hal: 566” Darussalam “ Riyadh cet ke-1th: 1997M/1417H.&lt;br /&gt;[10] Ibid no : 2790,hal: 566&lt;br /&gt;[11] Al Jihadu fi Sabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu, Dr. Abdulloh Ahmad Al-Qodiri 1/49, Fil Jihaadi Adaab Wa Ahkaam, Dr. Abdulloh Azzam hal. 5&lt;br /&gt;[12] Ibid&lt;br /&gt;[13] Lihat Al Lajnah al Syar’iyah hal. 46&lt;br /&gt;[14] Lihat Min Wasaa’ili Daf’il Ghurbah, Syaikh Salman Fahd Audah hal 21, Fil Jihaadi Adaab Wa Ahkaam, Dr. Abdulloh Azzam hal.6&lt;br /&gt;[15] Lihat Fil Jihadi Adaabun wa Ahkamun Dr. Abdulloh Azzam hal. 5-6&lt;br /&gt;[16] Lihat Al Jihadu fi Sabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu, Dr. Abdulloh Ahmad Al-Qodiri 1/49, Fil Jihaadi Adaab Wa Ahkaam, Dr. Abdulloh Azzam hal. 6&lt;br /&gt;[17] LihatFil Jihad Adabun wa Ahkam hal. 5-6&lt;br /&gt;[18] Lihat Min wasa’ili Daf’il Ghurbah, Syaikh Salman Audah hal. 14&lt;br /&gt;[19] Fi al Jihad Adabun wa Ahkamun hal. 6&lt;br /&gt;[20] Ilhaq bi al Qafilah, Dr. Abdulloh Azzam hal. 46&lt;br /&gt;[21] Al Jihadu Sabiluna, Abdul Baqi Romdlon hal. 13&lt;br /&gt;[22] Al Jihadu fi Sabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu, Dr. Abdulloh Ahmad Al-Qodiri 1/49&lt;br /&gt;[23] Waqfatun Ma’a Al Duktur al Buthi fi Kitabihi ‘an al Jihad. Abdul Akhir Hammad Al-Ghunaimi hal. 11&lt;br /&gt;[24] Ahammiyatu al Jihad fi Nasyri al Da’wah al Islamiyah hal. 116&lt;br /&gt;[25] Min Wasaili Daf’i al Gurbah hal. 21&lt;br /&gt;[26] Terjemahan tenerbitan At Tibyan, Solo&lt;br /&gt;[27] HR Nasa’i 7/161&lt;br /&gt;[28] Muslim no. 5&lt;br /&gt;[29] Waqfat ma’a Ad-Duktur Al-Buthi fii Kitaabihi ‘anil Jihad ha.12&lt;br /&gt;[30] Tahdzibu Syarh Al-‘aqidah ath Thahawiyah, Abdul akhir Hammad Al-Ghoinami hal.360&lt;br /&gt;[31] Zaadul Maad , Ibnul Qoyyim III/64, Penerbit “Massasah Arrisalah” cet.ke-3 th 1998M/1419H&lt;br /&gt;[32]Sunan Abi Dawud : 2502&lt;br /&gt;[33] Membina Angkatan Mujahid, Said Hawa, hal.168-169&lt;br /&gt;[34] . Fiqih Zakat, Dr. Yusuf Al-Qordlowi 2/657 Cet: 8 1405 H/ 1985 M, Muassasah Ar Risalah.&lt;br /&gt;[35] . Ibid, 2/658&lt;br /&gt;[36] Ibid.2/666-667&lt;br /&gt;[37] Ibid 2/668&lt;br /&gt;[38] Taisiru al Wushul ila al Ushul, hal. 296&lt;br /&gt;[39] Al Lajnatu al Syar’iyatu hal. 47, Ulyani hal. 116-117, Al Ghunaimi hal 11, Azzam dll&lt;br /&gt;[40] Fathu al Bari 6/5&lt;br /&gt;[41] Lihat Min Wasa’I Daf’il Ghurbah, hal. 21, Fil Jihadi Adaab Wa Ahkaam, hal 6&lt;br /&gt;[42] Waqfatun Ma’a Al Duktur al Buthi fi Kitabihi ‘an al Jihad. Abdul Akhir Hammad Al-Ghunaimi hal. 16&lt;br /&gt;[43] Fathu al Bari 6/22&lt;br /&gt;[44] Fathul Bari 6/59&lt;br /&gt;[45] Fathul Bari 2/9&lt;br /&gt;[46] Lihat Fil Jihadi Fiqhun Wa Ijtihadun, Dr. Abdullah Azzam III/108&lt;br /&gt;[47] Masyari’ul Asywaaq 1/141&lt;br /&gt;[48] Majmu’ Fatawa 35/37&lt;br /&gt;[49] Tahdzibu ath Thahawiyah hal. hal.360&lt;br /&gt;[50] Zaadul Maad , Ibnul Qoyyim III/64 Cet : 3. 1419 H/ 1998 M. Muassasah Ar Risalah.&lt;br /&gt;[51] Membina Angkatan Mujahid, Said Hawa, hal.168-169&lt;br /&gt;[52] HR. Tirmidzi no. 2616, Al Hakim 2/76&lt;br /&gt;[53] HR. Muslim no. 49, Abu Daud no. 1140 dan 4340, Tirmidzi 2172, Ibnu Majah no. 1275, Ahmad 3/54, Nasa’I 8/111&lt;br /&gt;[54] Lihat penjelasan hadits ini dalam Jami’u al Ulum wa al Hikam hal&lt;br /&gt;[55] HR. Bukhori no. 2786&lt;br /&gt;[56] Fathu Al Bari : 6/5, Syarh hadits 2785&lt;br /&gt;[57] HR. Bukhori no. 2785&lt;br /&gt;[58] Fathu Al Bari : 6/5, Kitab jihad dan sair, bab keutamaan jihad dan sair&lt;br /&gt;[59] HR. Bukhari no. 2817&lt;br /&gt;[60] Fathu Al Bari : 6/5, bab angan-angan seorang mujahid untuk kembali kedunia.&lt;br /&gt;[62] Musnad Imam Ahmad : 6/20 no. 24451, Silsilah Ahadits Shahihah no. 549, Shahih Jami` Shagir no. 6679.&lt;br /&gt;[63] Zaadul Ma’ad : 3/5-6, tentang petunjuk Nabi saw dalam jihad, maghazi, saroya, dan bu’uts.&lt;br /&gt;[64] Silsilatu al Ahaditsu al Dhaifah wa al Maudhu’ah 5/478-480 no. 2460, Dha’ifu al Jami’ al Shaghiru hal. 595 no. 4080&lt;br /&gt;[65] Majmu’ Fatawa 11/197&lt;br /&gt;[66] Siyaru A’lami an Nubala’ : 6/325, bab Ibrahim bin Abi Ablah.&lt;br /&gt;[67] Siyaru A’lam 6/324&lt;br /&gt;[68] Fathul Bari : 6/30, bab amal shaleh sebelum berperang.&lt;br /&gt;[69] Majmu’ Fatawa : 11/196-197.&lt;br /&gt;[70] Zadul Ma’ad : 3/9, tentang marotib jihad an-nafs&lt;br /&gt;[71] . Al Umdah fi I’dadil Uddah hal. 351, Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;[72] . Al Umdah fi I’dadil Uddah hal. 351.&lt;br /&gt;[73]. Syarhu Thahawiyah hal. 377-378, Al Maktabul Islamy, 1403 H.&lt;br /&gt;[74] . Ar Risalah hal. 357-360, tahqiq : Ahmad Syakir.&lt;br /&gt;[75]. Jamiu Bayanil Ilmi wa Fadhlihi 9-12.&lt;br /&gt;[76] . Majmu’ Fatawa 28/80.&lt;br /&gt;[77]. Syarhu Sunah 1/289-290, tahqiq Syu’aib Al Arnauth.&lt;br /&gt;[78] . Fathul Baari 13/320.&lt;br /&gt;[79] . Al Majmu’ Syarhul Muhadzab I/45, Daarul Fikr dengan tahqiq ; Dr. Mahmud Muthraji.&lt;br /&gt;[80] . Mukhtashor Minhajil Qasidin hal. 14, Ddaarul Fikr.&lt;br /&gt;[81] . HR. Tirmidzi no. 1871, Shahih.&lt;br /&gt;[82]. HR. Bukhari Kitabu Jihad sebuah bab,” Amalun Sholihun qabla al Qital” {amal sholih sebelum perang}. no. 2808&lt;br /&gt;[83]. Fathu al Bari 6/31, bab amal shaleh sebelum berperang&lt;br /&gt;[84]. Madariji Al - Salikin 1/245-248, tentang tingkatan jebakan setan&lt;br /&gt;[85] Madariji Al - Salikin 1/249&lt;br /&gt;[86] HR. Muslim&lt;br /&gt;[87] Zaadul Ma’ad : 3/5-6, memerangi musuh-busuh Allah termasuk dari jihad hawa nafsu.&lt;br /&gt;[88] Majmu` Fatawa 28/441-443.&lt;br /&gt;[89] Fathu al Bari : 6/15,&lt;br /&gt;[90] Lihat Tahqiq atas Masyari’u al Aswaq ila Mashori’i al Usyaq 1/29-31&lt;br /&gt;[91] Masyari’u al Aswaq 1/34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-1749117753889546337?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/1749117753889546337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/j-i-h-d-antara-definisi-syari-dan-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1749117753889546337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1749117753889546337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/j-i-h-d-antara-definisi-syari-dan-usaha.html' title='J I H A D ANTARA DEFINISI SYAR’I DAN USAHA DISTORSI'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-5006114239121008700</id><published>2008-09-02T08:55:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T14:35:05.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>Taliban Mengancam Menyerang Logistik Vital NATO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/stories/Taliban_tebing1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/Taliban_tebing1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahidin Taliban menggunakan taktik gerilya sejak beberapa tahun lalu, mereka membajak atau menghancurkan truk-truk besar yang merambat di jalan sempit yang membawa logistik tentara kafir, lalu menjualnya di pasar lokal untuk membiayai serangan-serangan baru.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota suku di wilayah Khybar yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan telegraf yang dikirim minggu menyebutkan tentara Pakistan telah gagal mengendalikan pass (pintu masuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian lihat, kendaraan-kendaraan yang dihancurkan oleh roket-roket di sisi jalan,” ia berkata “rongsokan dari kendaraan tersebut tidak akan lama berada di sana.  Para tentara akan membersihkannya seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan mereka masih memegang kontrol.  Padahal mereka telah diambang kekalahan.”  Lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya serangan terhadap konvoi suplai untuk militer, selalu dirahasiakan oleh militer.  Di tahun ini saja, sedikitnya 42 tangki minyak telah dihancurkan oleh kelompok mujahidin Taliban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 70 persen bahan bakar, pakaian, dan makanan yang dibutuhkan tentara NATO diangkut oleh truk-truk besar melalui Pass Khybar, satu rute perjalanan yang panjang dari Pakistan menuju Kabul, yang dimulai dari pelabuhan Karachi di Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute tersebut terlalu beresiko untuk mengangkut perlengkapan perang dan senjata-senjata.  Ada harapan bahwa tentara Rusia dapat membantu NATO melindungi suplai logistik tersebut sampai ke tempat tujuan dengan selamat.  Tetapi kini, tentara Rusia sedang berkonsentrasi dengan perang di Georgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika NATO kehilangan kontrol, mereka harus menemukan jalur baru,” ujar Mathew Clements, analis Eurasia.  “Tetapi rute lain akan lebih sulit dan lebih mahal.  Hal itu akan mengganggu kelancaran operasi militer mereka.”  Jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rampasan yang kemudian di jual di pasar Peshawar, yang berisi peralatan dan seragam-seragam militer AS secara terbuka dipajang untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taktik Mujahidin Taliban serupa dengan gerilya-gerilya yang dilakukan mujahidin pada tahun 80-an untuk menyerang konvoi suplai Tentara Soviet.  &lt;br /&gt;Sumber Arrahmah.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-5006114239121008700?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/5006114239121008700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/taliban-mengancam-menyerang-logistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/5006114239121008700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/5006114239121008700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/09/taliban-mengancam-menyerang-logistik.html' title='Taliban Mengancam Menyerang Logistik Vital NATO'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-7551412824774312362</id><published>2008-08-29T15:41:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T14:37:26.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://akhdian.files.wordpress.com/2008/08/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://akhdian.files.wordpress.com/2008/08/muhammad.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-7551412824774312362?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/7551412824774312362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/08/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/7551412824774312362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/7551412824774312362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/08/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan.html' title='Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-1608482127997866081</id><published>2008-07-19T07:58:00.002+07:00</published><updated>2008-09-23T14:40:13.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamul Yaum'/><title type='text'>Mujahidin Taliban Berhasil Kuasai Kabul Kembali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/stories/tolibun.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/tolibun.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunar, afghanistan (armnews) - Taliban diberitakan telah membebaskan empat distrik di propinsi Kunar. Menurut pejabat rezim Karzai, Jalal Jalal, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan telah mengambil alih kontrol distrik Bargi Matal, Ghaziabad, Langham dan  Chappa Dara secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at 18 Jul, 12:42 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan dari pejabat rezim Boneka Karzai, Taliban memulai penyerangan pada tanggal 8 Juli. Mereka melaporkan serangan ini ke Kabul untuk meminta bantuan akan tetapi tidak mendapatkan respon dari Kabul, kata pejabat setempat. Pendukung Karzai pun melarikan diri dari Kunar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di propinsi sebelah Nuristan, pertempuran antara tentara Karzai dan Mujahidin Taliban masih berlangsung, dan sudah memasuki hari kelima. Menurut sebuah laporan, distrik Mum juga sudah dibebaskan oleh Mujahidin.&lt;br /&gt;Pada Malam 13 Juli, Mujahidin Taliban memborbardir markas militer Amerika di propinsi Nuristan, sebelah utara Afghanistan, menggunakan roket-roket. Menurut laporan NATO dan pasukan penjajah, sembilan tentara Amerika tewas dan limabelas lainnya luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari Helmand, situasi disana sekarang tambah rumit, tentara Karzai melaporkan para pejuang Taliban  sudah memasuki wilayah Helmand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat resmi mengatakan bahwa Taliban sudah hampir mendekati ibukota Afghanistan. Kabul mungkin akan dikepung, NATO dan pemerintah Afghan mengakui itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang laporan dari kelompok Mujahidin, mereka dengan pelan-pelan bergerak didekat Kabul di propinsi Loghar, Maidan Wardak, Kapisa, Parwan dan Laghman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio lokal mengindikasikan bahwa jumlah Mujahidin sekarang terus bertambah. Di propinsi sebelah timur negeri itu muncul dua kelompok baru dan kedua kelompok itu telah bergabung dengan Taliban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jamaatul-dawa-al-suna" dan "Ahadis". Dengan anggota utama orang-orang dari Uzbek dan Arab. Rezim Karzai percaya bahwa pemimpin kelompok Pergerakan Muslim Uzbekistan, Tahir Yuldashev ada di belakang kelompok tersebut. (prince/muslimdaily/kc/bbs) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-1608482127997866081?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/1608482127997866081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/07/mujahidin-taliban-berhasil-kuasai-kabul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1608482127997866081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/1608482127997866081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/07/mujahidin-taliban-berhasil-kuasai-kabul.html' title='Mujahidin Taliban Berhasil Kuasai Kabul Kembali'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4502532991203563872.post-3817823430480332801</id><published>2008-07-16T13:53:00.000+07:00</published><updated>2008-07-16T13:58:00.012+07:00</updated><title type='text'>Pembukaan</title><content type='html'>Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, telah diluncurkan sebuah Blog yang insyaallah akan bermanfaat bagi semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4502532991203563872-3817823430480332801?l=alikhwahonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/feeds/3817823430480332801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/07/pembukaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3817823430480332801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4502532991203563872/posts/default/3817823430480332801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alikhwahonline.blogspot.com/2008/07/pembukaan.html' title='Pembukaan'/><author><name>Mujahideen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04045620269742587237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ULBTHwJkynU/SH2PpbKh0BI/AAAAAAAAAAc/XmtBIdgzlqE/S220/Mine.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
